Berita

4 Maret 2014

Prof. Dr. H. Mahfud MD, SH, SU Berikan Kuliah Umum di Stikes Banyuwangi

 

Stikes Banyuwangi

Stikes banyuwangi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Kamis (27/2) kedatangan tamu istimewa Prof. Dr. H. Mahfud MD, SH, SU. Guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu datang untuk memberikan kuliah umum tentang “Membangun Karakter Generasi Muda yang Berwawasan Kebangsaan dan Bernegara”. Acara ini berlangsung di auditorium Stikes Banyuwangi. Kuliah umum dengan pakar ilmu hukum tata negara ini diikuti ribuan mahasiswa Stikes dan beberapa mahasiswa perguruan tinggi (PT) lainnya di Banyuwangi. Tidak hanya mahasiswa, ratusan siswa kelas XII SMA dan SMK juga mengikuti kuliah umum.
Menurut Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM, pihaknya sudah lama berencana mendatangkan Prof. Mahfud, namun karena kesibukannya, rencana ini baru terealisasi tahun 2014. Mengawali kuliah umumnya, Mahfud MD menyampaikan sejarah bangsa Kuwait yang dijajah bangsa Iraq beberapa tahun silam. Kuwait merupakan salah satu negara kaya raya di Timur Tengah, meski negara kaya namun tidak bisa berbuat banyak saat dijajah Iraq. Untuk mengusir Iraq dari Kuwait, negara kaya itu harus mengundang Amerika Serikat (AS) datang ke negaranya.
Pemerintah AS terpaksa diundang karena rakyat Kuwait mau angkat senjata mengusir penjajah. Karena itu generasi muda Indonesia harus memiliki karakter untuk mempertahankan eksistensi dan kemerdekaan Indonesia. Percuma saja negara kaya raya dan rakyatnya sejahtera kalau bangsanya tidak memiliki karakter. Pada kesempatan itu, Mahfud juga bercerita panjang lebar kehidupan masa kecilnya hingga menjadi pejabat tinggi negara untuk memotivasi para mahasiswa. Waktu kecilnya, Mahfud mengaku memiliki cita – cita menjadi guru ngaji. Setelah berhasil mencapai cita – cita menjadi guru ngaji. Setelah berhasil mencapai cita – cita menjadi guru ngaji, dia bercita – cita menjadi guru agama. Sukses menjadi guru agama, Mahfud bercita – cita menjadi hakim. Menurutnya, bangsa Indonesia banyak kehilangan pemimpin yang berkarakter.
Karena itu banyak pemimpin yang salah arah. Untuk itu, saya menyerukan perguruan tinggi memperkuat pendidikan karakter pada mahasiswanya. Mahasiswa sebagai generasi dan calon pemimpin bangsa perlu diperkuat pendidikan karakternya agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah. Tidak hanya itu, Mahfud juga menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa dan pelajar Banyuwangi. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • nineteen − fourteen =