Wisuda Stikes Banyuwangi

Mahasiswa Peraih IPK Cumlaude Saat Menerima Trophy dan Hadiah

Sebanyak 149 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi diwisuda pada Sabtu (22/10). Mereka berasal dari tiga program studi yang berbeda. Yaitu Sarjana Keperawatan, Diploma Keperawatan dan Diploma Kebidanan. Sejumlah mitra hadir untuk menyaksikan prosesi sidang senat terbuka ke 23 ini.

          Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang mencetak lulusan tenaga kesehatan, maka para lulusannya tidak hanya tahu ilmu, tapi juga mampu mengatasi dibidang kesehatan, terutama masalah kebidanan. Stikes tidak saja menyiapkan mahasiswa untuk ujian akhir, tapi juga kemampuan untuk menangani masalah. Oleh karena itu dalam UU Tenaga Kesehatan disebutkan tenaga kesehatan harus diuji kompetensinya. “Jadi saat ini mahasiswa tidak hanya dituntut untuk lulus ujian dari mata kuliah yang diujikan, tapi juga harus lulus uji kompetensi,” kata mantan Ketua PPNI tersebut.

          Upaya Stikes untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pengguna jasanya ditunjukkan dengan naiknya akreditasi LAM PT Kes dengan nilai B. LAM PT Kes ini memiliki fungsi untuk melakukan penilaian yang meliputi kurikulum, mutu dan jumlah tenaga kependidikan, mahasiswa, pelaksanaan pendidikan, sarana dan prasarana, tata laksana administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan kerumahtanggaan perguruan tinggi. “Alhamdulillah untuk D3 Keperawatan sudah terakreditasi B,” kata pria peraih Top of Figure itu.

          Sementara itu terkait dengan program studi D3 Farmasi, meski baru dibuka namun peminat di jurusan ini cukup banyak. Dan ini dibuktikannya rencana konversi D3 Farmasi menuju Strata Satu. Kompetensi D3 Farmasi ini meliputi beberapa bidang keahlian seperti pelaksanaan pelayanan kesehatan di bidang farmasi, yang menguasai pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek, rumah sakit, puskesmas, kompetensi sebagai penyuluh dan sumber informasi kesehatan dibidang farmasi, menguasai pelaksanaan penyuluhan di bidang farmasi, kompetensi sebagai pelaksana pengumpulan pengolahan data untuk penelitian, menguasai pelaksanaan kegiatan pelaksana pengumpulan pengolahan data untuk penelitian, serta sebagai pelaksana pengelolaan obat dan menguasai pelaksanaan pengelolaan obat sektor pemerintah dan swasta.

          Dalam wisuda tersebut Stikes juga memberikan trophy, uang pembinaan serta hadiah kepada para wisudawan yang masuk dalam peraih IPK tiga besar tiap masing – masing prodi. Adapun wisudawan yang meraih IPK tertinggi diraih Biji Bintang Habibitasari dari S1 Keperawatan dengan IPK 3,88. Disusul Uswatun Hasanah dari D3 Keperawatan dengan IPK 3,73 dan Vivi Ayu Lestari dari D3 Kebidanan dengan IPK 3,73. Sementara itu Biji Bintang Habibitasari atau akrab dipanggil Bintang, peraih IPK Cumlaude, mengaku sangat gembira dirinya bisa meraih IPK tertinggi diantara para wisudawan lainnya. “Alhamdulillah tidak menyangka bisa cumlaude. Prestasi ini saya persembahkan untuk kedua orangtua saya,” papar dara lulusan SMAN 1 Giri jurusan IPA tersebut.

Oke, sekali lagi selamat ya untuk Bintang.. (Humas)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *