Blog

15 Desember 2017

Mahasiswi Stikes Banyuwangi Raih Juara 2 Lomba Debat Ilmiah Tingkat Nasional

Tiga mahasiswi prodi D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi berhasil lolos dalam grand final dan meraih juara dua pada Lomba Debat Kategori Diploma III Nasional Camp Midwifery Students Competition (NCMSC) yang diselenggarakan di Universitas Airlangga Surabaya, 10-12 November 2017. Mereka adalah Debby Rizka Amalia dari tingkat dua, Yuli Sitalana serta Nadya Karuniawati dari tingkat tiga. Dalam babak final lomba debat tersebut, tim Stikes Banyuwangi itu melawan tim dari Poltekkes Surabaya dengan tema 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Debby Rizka Amalia mengatakan, untuk alur babak kualifikasi, timnya melawan Stikes Al-Qodiri Jember dengan mosi “Dewan Juri Percaya Suntik TT Wajib untuk Calon Pengantin (Catin)”. Dalam mosi tersebut timnya mendapatkan kontra atau negative. Sehingga timnya mengeluarkan argument yang menyatakan bahwa suntik TT untuk catin tidak diwajibkan. Argument yang disampaikan tersebut ternyata membawa mereka lolos dan lanjut ke babak semifinal. “First time bagi kami untuk lomba debat, muncullah yang namanya cemas tapi karena saat itu kami didampingi dosen pembimbing yaitu bu Indah Christiana dan bu Nurul, beliau mengatakan KALIAN PASTI BISA. Kalimat itu yang akhirnya bisa meluluhkan pikiran kami yang sedang cemas berat hehe,” ujar Debby.

Lanjut pada babak semi final, tim Stikes Banyuwangi melawan Stikes Mojopahit Mojokerto dengan mosi “Dewan Juri Percaya Bahwa Ibu Hamil Dianjurkan Melakukan Pemeriksaan ANC Sebanyak 12 kali”. Dalam mosi tersebut timnya mendapatkan pro atau affirmative, dan mengeluarkan argument yang menyatakan mendukung dan akhirnya bisa lolos ke babak final.

Yuli Sitalana menambahkan, hingga memasuki babak final, tim Stikes Banyuwangi melawan Poltekkes Surabaya dengan mosi impromptu atau mendadak. Pada babak ini berbeda dengan sebelumnya karena mosi sebelumnya sudah ditentukan. Pemilihan mosi babak final ditentukan dengan kocokan 30 menit sebelum lomba dimulai, dan dalam waktu itu timnya baru mempersiapkan materinya. Mosi pada babak final yaitu “Dewan Juri Percaya Bahwa Home Birth Boleh dilakukan”.

“Tim kami mendapat pro atau affirmative, babak final ini kami berusaha meyakinkan dewan juri bahwa home birth memang boleh dilakukan. Sekitar 45 menit, lomba selesai dan pemenang diumumkan keesokan harinya,” ucap Yuli.

Hingga keesokan harinya, akhirnya tim Stikes Banyuwangi dinyatakan menjadi juara dua dalam Lomba Debat Kategori Diploma III Nasional Camp Midwifery Students Competition (NCMSC). Diakui Nadya Karuniawati, timnya sempat cemas dengan hasilnya dan tepat saat pengumuman, ternyata timnya belum diberikan kesempatan untuk menjadi juara pertama. “Exactly, kami kecewa, sedih karena belum bisa menjadi pemenang. Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk dukungan dan doa dari dosen pembimbing kami serta keluarga Stikes Banyuwangi. Semoga di lain waktu, insyaAllah Stikes Banyuwangi bisa juara 1,” harap Nadya.

Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo mengaku bersyukur kendati mahasiswinya belum bisa meraih juara satu dan hanya meraih juara dua. Dikatakan, untuk lolos menjadi grand final pada kompetisi nasional saja sudah sulit. Dengan demikian lolosnya Stikes Banyuwangi menjadi juara dua adalah penghargaan yang luar biasa bagi institusinya. “Kalian sudah hebat bisa sampai final, saya bangga dengan kalian. Terima kasih atas jerih payahnya dan dedikasinya untuk berjuang demi almamater. Sekali lagi saya ucapkan selamat,” ucap Soekardjo.

Selamat ya untuk Debby, Yuli dan Nadya.. (Humas)

Berita Mahasiswa
About admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *