Berita

9 Desember 2014

226 Mahasiswa Stikes Jalani Wisuda

Sebanyak 226 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menjalani wisuda Kamis (16/10). Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari program studi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan. Prosesi sidang senat ke-20 ini berlangsung sangat khidmat. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang memiliki agenda padat karena harus membuka International Tour de Banyuwangi Ijen menyempatkan hadir dalam prosesi wisuda tersebut. Kehadiran bupati muda itu mengundang apresiasi dari wali mahasiswa yang memenuhi auditorium kampus Stikes.
Dalam kesempatan itu, Bupati Anas menjelaskan jika pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan tersendiri bagi semua kalangan, termasuk pemerintah daerah. Oleh sebab itu, untuk membangun SDM yang berkualitas, Pemkab Banyuwangi mengalokasikan belanja di sektor pendidikan sebesar Rp 940 miliar. Besarnya belanja sektor pendidikan ini adalah upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas wajib pembangunan Banyuwangi serta untuk mewujudkan SDM yang memiliki kecakapan hidup (Life Skill). “Karena itu peran kampus tidak hanya sebagai tempat proses pembelajaran, namun harus berperan sebagai center of excellent. Kampus dituntut untuk memaksimalkan perannya dalam pengkajian produk akademis dengan orientasi pembangunan kesejahteraan masyarakat,” beber Bupati Anas.
Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo, S. Kep, MM menjelaskan, upaya peningkatan SD Mini menjadi target utama untuk meningkatkan kualitas lulusan. Dan upaya itu telah memberikan hasil nyata seperti saat rapat kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang digelar Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Jatim beberapa waktu yang lalu. Bagaimana dengan peningkatan mutu lulusan Stikes? Agar mampu bersaing dengan lulusan lainnya, salah satu cara yang dilakukan adalah mengembangkan sarana dan prasarana belajar para mahasiswa, seperti penambahan enam kelas dan laboratorium, peningkatan kualitas tenaga pengajar di beberapa universitas terkemuka seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Udayana dan beberapa universitas lainnya.
Bahkan untuk memberikan jiwa entrepreneur kepada para mahasiswa, Stikes juga telah memberikan pelatihan yang bersifat wirausaha. “Usaha lainnya adalah seluruh warga Stikes harus menggunakan Bahasa Inggris selama berada di kawasan kampus Stikes, tidak terkecuali,” papar pria yang hobi bermain tenis tersebut.
Sementara itu dari hasil indeks prestasi tertinggi diraih Sinar Surya Putri dengan IPK 3,77 dari prodi S1 Keperawatan, peringkat kedua diraih Riskiyah Rahman dengan IPK 3,75 dan peringkat ketiga diraih Vivin Inarno dengan IPK 3,74. Untuk mahasiswa yang meraih peringkat kedua dan ketiga semuanya berasal dari prodi D III Kebidanan. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 17 − sixteen =