Berita

12 September 2017

28 Mahasiswi Kebidanan Stikes Dilepas Praktek

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menggelar Penyumpahan, Pemasangan Kap serta Tanda Praktek Klinik Mahasiswi Prodi D3 Kebidanan pada Rabu (10/5) di Auditorium Kampus Stikes. Acara tersebut dilaksanakan sebagai proses langkah awal para mahasiswi tingkat satu itu dilepas dan diterjunkan langsung untuk praktek di RSUD Blambangan pada 15 Mei hingga 10 Juni 2017.
Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo mengatakan, jumlah mahasiswi kebidanan tersebut ada 28 mahasiswi. Dalam prakteknya nanti para mahasiswi dituntut untuk mengaplikasikan tiga hal yaitu keterampilan, sikap dan pengetahuan. Ketiga hal tersebut menjadi syarat mutlak sebagai pelayan masyarakat. Mahasiswi perlu banyak pada para pasien. “Tanggungjawab moral kepada klien atau masyarakat harus dilakukan dengan baik. Karakter akhlakul karimah dan wawasan kebangsaan juga harus diterapkan,” ungkap Pak Kardjo panggilan akrabnya.
Soekardjo menambahkan, tujuan praktek kebidanan ini salah satunya karena tantangan profesi bidan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan prakteknya, sekaligus upaya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Dalam profesi kebidanan, standar praktek kebidanan merupakan suatu acuan atau pedoman bagi seorang bidan dalam melakukan sebuah tindakan. Namun sering kali kita temukan bidan yang tidak memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar praktek kebidanan yang telah ditetapkan. Hal ini menimbulkan penurunan kualitas suatu pelayanan yang diberikan oleh bidan. “Standarisasi merupakan sarana penunjang yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan melindungi pasien. Dan mahasiswi Kebidanan Stikes kami cetak seperti itu,” kata Soekardjo. (Humas)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • three × four =