Berita

26 Mei 2015

35 Mahasiswi Kebidanan Dilepas Praktek

Foto Kebidanan Dilepas Praktek

35 Mahasiswi Kebidanan Dilepas Praktek

Sedikitnya 35 mahasiswa prodi D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi diambil sumpahnya, Sabtu (23/5). Acara yg bertajuk Penyumpahan, Pemasangan Cap dan Lencana Mahasiswa Prodi Kebidanan tersebut sebagai proses langkah awal para mahasiswi tingkat satu itu dilepas, dan diterjunkan langsung kepada masyarakat.
Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM dalam sambutannya mengatakan, dalam praktek nanti para mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan tigal hal yaitu keterampilan, sikap dan pengetahuan. Ketiga hal tersebut menjadi syarat mutlak sebagai pelayan masyarakat. Mahasiswi perlu banyak belajar pada para pasien. “Kami mohon untuk semua pihak mau memberikan bimbingannya kepada mahasiswi kami. Lakukan komunikasi yang baik, apalagi kalian sebagai pelayan masyarakat,” tegas Soekardjo.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Wiji Lestariono, M.Kes, mengapresiasi dengan baik kegiatan tersebut. Bahkan diakuinya, saat ini tenaga bidan dan perawat semakin dibutuhkan pemerintah seiring dengan menjamurnya layanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan sebagainya. Terkait dengan sikap, dr Rio begitu panggilan akrabnya juga menyepakati bahwa komunikasi dan sikap kepada para pasien sangat penting.
Apalagi jika peran itu berhasil, akan mendukung pelayanan publik di rumah sakit tempat mahasiswa itu sedang melakukan praktek. “Kita patut bersyukur bahwa Puskesmas Sempu masuk peringkat pertama dari 956 puskesmas di Jawa Timur. Sementara Puskesmas Purwoharjo masuk empat besar. Indikator ini menunjukkan bahwa Banyuwangi mampu memberikan pelayanan yg terbaik. Saya harap itu Stikes juga harus mampu mencetak tenaga terampil yang bisa memberikan prestasi kepada Kabupaten Banyuwangi,” seru dr Rio.
Pernyataan yang sama juga muncul dari Wakil Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banyuwangi, Made Suateri S.ST, M.Mkes. Dalam sambutannya wanita tersebut menyampaikan, perlu adanya penguatan profesi untuk bidan. Sikap dan etika harus selalu dijaga demi menjaga nama baik almamater. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus diaplikasikan di lahan praktek. Dan jangan ragu untuk bertanya ke Clinical Instructur (CI). “Gak usah malu untuk bertanya ke para CI ya. Kalau kalian malu nanti kalian sendiri yang menanggung resikonya. Jangan takut kepada para CI, karena mereka memang disiapkan untuk membantu kalian dalam praktek nanti,” ujar Made.
Acara penyematan cap dan lencana tersebut disaksikan di hadapan Ketua Dinas Kesehatan, Yayasan Perwakes Bida, Ikatan Orangtua Mahasiswa (IKOMA) dan para orangtua atau wali mahasiswa. Selama dua bulan ke depan mahasiswa akan praktek di RSUD Blambangan Kabupaten Banyuwangi dan berlatih menjadi bidan mandiri di wilayah Banyuwangi. Semoga para mahasiswi mampu mengaplikasikan ilmunya dengan baik yaa.. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • one × two =