Berita

8 November 2017

Apa Sebenarnya Makna ‘UHT’ pada Kemasan Susu?

Jakarta – Hampir semua susu kemasan diberi tulisan ?“UHT” ?atau dikenal dengan sebutan susu UHT?. Banyak yang menilai susu UHT baik, tapi tak sedikit juga yang menilai susu UHT punya banyak kekurangan. Sebenarnya, apa arti UHT ?pada ?kemasan susu tersebut?

?UHT merupakan singkatan dari ?Ultra-high ?T?emperature ?P?rocessing (UHT)?. Proses atau tahapan yang banyak dipilih para produsen susu untuk menghilangkan kuman dari susu. ?Karena ?susu sapi berpotensi untuk tidak steril dan mengandung kuman dari tubuh sapi.

Cara kerja UHT hanya butuh waktu tak lebih dari 3 detik. Jadi, susu dipanaskan hingga 135 derajat celcius selama tiga detik. Dengan dipanaskannya susu, kuman-kuman diharapkan akan hilang seketika. Walau terkesan singkat, tahap 3 detik ini bertujuan untuk mnghilangkan bakteria dan mikroorganisme serta memastikan tidak rusaknya vitamin dan protein.

Berbeda dengan cara memasak atau merebus secara biasa, merebus saja ternyata tidak mematikan bakteri yang ada. Biasanya susu akan bertahan 3-6 bulan, tergantung kualitas dari susu sapi mentah. Setelah membuka kemasan, susu UHT harus selalu tersimpan dalam lemari es dan hanya bertahan 3 hari.

Selain UHT, ada juga proses yang bernama Ultra-Pasteurized?. S?usu dipanaskan dalam suhu 72 derajat celcius dalam waktu 15 detik. Proses ini juga dimaksudkan untuk menghilangkan kuman dari dalam susu.

Namun, banyak yang menganggap proses ini kurang efektif karena kuman belum tentu ?mati? dan waktu pemanasannya terlalu lama. Jadi, nutrisi dari susu berpotensi untuk hilang.

Dalam proses UHT, susu akan segera didinginkan setelah dipanaskan. Susu akan didinginkan dalam suhu 4-5 derajat celcius. Secara garis besar, nutrisi yang tinggal dalam susu UHT dan Ultra-Pasteurized tak berbeda jauh.

?B?ayi tidak disarankan untuk? diberi ?susu UHT ini. Sebaiknya, ?diberikan pada anak? berumur 12 bulan ke atas. Proses UHT adalah proses perbaikan dari Ultra-Pasteurized.

Awalnya, sekitar tahun 1864 ?cara ini? dikenalkan oleh ilmuwan Louis Pasteur untuk mensterilkan wine dan bir. S?elanjutnya, ?ilmuwan yang juga menemukan vaksin ini juga menggunakan proses dan teknik pasteurisasi untuk susu.

?P?roses ini semakin disempurnakan dan akhirnya proses UHT pun ?dikenal luas?. Sampai sekarang, ada banyak pro dan kontra terkait proses UHT ini. ?Seperti? panas dari UHT yang terlalu tinggi bisa merusak komponen-komponen protein serta enzim dalam susu.

Namun, ?hingga kini? belum ada kepastian tentang hal ini dan susu UHT masih diperdagangkan? dan dikonsumsi? secara bebas. (Sumber: food.detik.com)

Artikel Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • five × 2 =