Berita

11 Maret 2014

Dahlan Iskan Isi Kuliah Umum di Stikes Banyuwangi

Stikes banyuwangi

Stikes banyuwangi

Di tengah kesibukannya melakukan kunjungan kerjanya di Banyuwangi, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyempatkan memberikan kuliah umum kepada 500 mahasiswa Stikes, Sabtu (8/3) lalu. Dalam kuliah tamu itu, Dahlan berhasil memukau ratusan mahasiswa tentang pentingnya berwirausaha sejak muda. Mantan Direktur PLN ini mengawali pertanyaan kapankah seseorang harus memulai jadi pengusaha? Mengawali kapan harus jadi pengusaha tidak ada literatur maupun doktrinnya. Misalnya tidak harus menunggu lulus kuliah, harus menunggu modal, atau pun menunggu warisan orang tua. Menurut Dahlan, ketika seseorang itu ingin menjadi pengusaha, maka segeralah menjadi pengusaha.
Dalam kesempatan tersebut, Dahlan bertanya kepada para mahasiswa yang saat ini menekuni usaha. Saat ini terdapat 15 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banyuwangi tampil di depan untuk mempresentasikan jenis usahanya. Dari presentasi itu, Dahlan menyimpulkan, bahwa untuk menjadi seorang pengusaha harus berani, ada kemauan, kepercayaan dan fokus.
Dahlan menambahkan, untuk menjadi pengusaha, salah satu faktor yang penting adalah pernah ditipu. Ditipu itu penting. Sebab seorang pengusaha yang belum ditipu belum bisa menjadi pengusaha yang sejati. Menjadi korban penipuan tentu sakit hati luar biasa. Tetapi pengusaha sejati yang ditipu, tidak akan menyerah. Bagi yang menyerah karena ditipu, berarti dia bukan pengusaha bermental kuat. Sakit hati boleh tapi kalau berkepanjangan itu akan merugikan dirinya sendiri.
Sementara itu Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekarjo S.Kep, MM memberikan apresiasi terhadap kedatangan Menteri BUMN Dahlan Iskan di kampus Stikes. Kedatangannya sangat menginspirasi semua peserta yang hadir. Tema enterpreneur ini memang sengaja dipilih. Sebab Stikes sangat peduli terhadap perkembangan jiwa enterpreneur ini. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 3 − two =