Berita

10 September 2015

Dinas Kesehatan Ajak Stikes Banyuwangi Selamatkan Ibu Hamil

Stikes Banyuwangi

Stikes Banyuwangi

Kematian ibu hamil akibat melahirkan merupakan hal yang paling menakutkan. Apalagi kurangnya pendampingan pada saat kehamilan juga menjadi penyebab kematian. Untuk itu diperlukan peran dari pemerintah untuk menanggulangi masalah krusial tersebut. Untuk mengatasi kasus itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mengajak dua institusi pendidikan di Banyuwangi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) dan Akademi Kesehatan (Akes) Rustida untuk bekerjasama melakukan program Aku Beraksi, yaitu program pendampingan keluarga pada ibu hamil, dalam peningkatan peran akademisi. Kesepakatan bersama tersebut telah ditandatangani pada Selasa (8/9) di gedung auditorium Stikes Banyuwangi.

        Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Wiji Lestariono dalam sambutannya mengatakan, angka kematian ibu dan anak di kabupaten Banyuwangi merupakan angka yang paling menakutkan. Seharusnya ini menjadi tugas bersama untuk menekan angka kematian. Dalam hal ini setiap Puskesmas harus melakukan inovasi, karena inovasi yang terbaik dan berhasil akan diakui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan). “Banyuwangi termasuk daerah rawan, kita harus bekerja keras. Seharusnya ini menjadi atensi kita untuk menekan angka kematian,” ujar dr Rio, demikian panggilan akrabnya.

        Sementara itu Kaprodi D3 Kebidanan Stikes Banyuwangi, Indah Christiana, SST, M.Kes dalam presentasinya mengatakan, pihaknya akan mengerahkan para mahasiswi mulai dari semester dua untuk melakukan pendampingan pada ibu hamil selama sembilan bulan, kemudian melalui proses persalinan, nifas, menyusui hingga program KB di tiga Puskesmas yang telah bekerjasama dengan Stikes yaitu Puskesmas Mojopanggung, Tampo dan Benculuk. Dalam prakteknya di lapangan nanti, mahasiswa akan datang ke rumah pasien, mendampingi selama kehamilan, melakukan deteksi dini jika ada kelainan dan harus selalu koordinasi dengan bidan dan kader wilayah. “Mahasiswi kami harus bisa berkomunikasi dengan baik kepada pasien. Ilmu yang didapat selama kuliah juga harus diaplikasikan dengan baik, sehingga angka kematian ibu hamil bisa diminimalisir,” harap lulusan Magister Kesehatan Universitas Sebelas Maret Solo tersebut.

        Selain melakukan penandatanganan kerjasama, juga dilakukan penyematan pin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr. Wiji Lestariono kepada Kaprodi D3 Kebidanan Stikes, Indah Christiana, SST. M.Kes dan Kaprodi D3 Kebidanan Akes Rustida, Sri Aningsih, S.Pd, M.Kes, dihadapan sejumlah undangan yang dihadiri oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI), tenaga kesehatan, institusi pendidikan, PKK dan stakeholder yang ada. Setelah itu penyematan pin kembali dilakukan oleh kedua kaprodi terhadap perwakilan mahasiswi dari institusi masing – masing. Pasca penyematan pin, acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab oleh pemateri dari Kabid Bina Kesda Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, yaitu dr Yuwono. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • sixteen − thirteen =