Berita

12 September 2017

Empat Prodi di Stikes Banyuwangi Terakreditasi B

Setelah prodi D3 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes Banyuwangi) mendapat nilai akreditasi B dari LAM PT Kes pada tahun 2016 yang lalu. Kabar gembira juga datang dari prodi yang lainnya. Tahun 2017 ini ketiga prodi di Stikes Banyuwangi menjalani visitasi re akreditasi. Dan hasilnya luar biasa, karena tiga prodi tersebut yaitu S1 Keperawatan, Profesi Ners dan D3 Kebidanan menyusul pencapaian nilai akreditasi B. Jadi saat ini dari total lima prodi yang ada di Stikes Banyuwangi, empat prodi diantaranya yaitu D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, Profesi Ners dan D3 Kebidanan telah terakreditasi B.
Ketua Stikes Banyuwangi Dr. H. Soekardjo merasa sangat gembira sekaligus bersyukur atas pencapaian nilai prestasi tersebut. Setelah beberapa tahun menunggu, pihaknya akhirnya bisa bernapas lega. “Alhamdulillah empat prodi sudah terakreditasi B. Ini membuktikan bahwa Stikes Banyuwangi sudah mampu bersaing dengan universitas lainya diseluruh Indonesia. Cita – cita kami dalam lima tahun kedepan, kami berharap bisa mencapai nilai akreditasi A,” papar Pak Kardjo panggilan akrabnya.
Semua ini diakui Soekardjo berkat kerjasama tim yang luar biasa kompak di Stikes Banyuwangi. Tentunya berkat dukungan dari Pemerintah Daerah dan jajarannya, Badan Penyelenggara (Perwakes Bida), IKOMA (Ikatan Orangtua Mahasiswa), Penasehat Hukum, Dewan Penyantun, Civitas Akademika, Tokoh Pendidikan, dan masyarakat. “Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam pencapaian akreditasi B ini,” ucap Soekardjo.
Soekardjo juga ingin Stikes Banyuwangi bisa menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memajukan Banyuwangi. Target itu pun diusung dengan memperbaiki kualitas SDM, sarana dan penetrasi pasar. Untuk kualitas SDM menjadi prioritas dengan menyekolahkan tenaga pendidiknya dari jenjang strata satu, dua, hingga tiga.
Dari 36 tenaga pengajar yang telah diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan lanjutan. Kini tinggal delapan orang lagi yang mengejar untuk menyelesaikan studinya. Ini artinya sebagian besar tenaga pendidik disini sudah menjalani upgrade dalam kualitas keilmuannya. “Untuk sarana kami terus memperbaiki dan mengembangkan fasilitas pendukungnya seperti ruang pembelajaran, perpustakaan, laboratorium, hingga lainnya,” imbuh Soekardjo.
Soal pasar sendiri, Stikes Banyuwangi berjalan lurus dengan perkembangan pariwisata di Banyuwangi. Pesatnya dunia pariwisata diakui Soekardjo turut mengerek pamor dari Stikes. Tidak hanya Banyuwangi, sekolah ini ternyata juga menarik minat dan mahasiswa dari luar Banyuwangi seperti Nusa Tenggara Barat, Bali, Sumatera, Riau, Kalimantan, Madura, Papua, hingga kota lain diseluruh Indonesia.
Kualitas alumni Stikes pun sudah diakui oleh dunia kerja tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga manca negara. Di Banyuwangi saja, lulusan sekolah ini mendominasi dibeberapa instansi kesehatan mulai rumah sakit hingga tenaga perawat di rumah sakit swasta maupun pemerintah. Di luar negeri beberapa negara seperti Arab saudi, Australia, Kuwait, Hongkong, Australia, Jepang dan Taiwan sangat percaya dengan kualitas dan kemampuan lulusan Stikes. Total ada 120 alumni Stikes yang kini bekerja di luar negeri. “Kami akan berusaha lebih baik lagi dan terus berusaha,” tegas Soekardjo.
Selamat dan sukses selalu untuk Stikes Banyuwangi ya.. (Humas)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 5 − two =