Berita

21 Desember 2015

Ethno Carnival Ramaikan Dies Natalis Stikes ke IX

dies natalisMemasuki usia ke sembilan tahun Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kualitasnya. Tidak hanya pembenahan SDM dosen dan sarana prasarana kampus saja, melainkan juga menggelar berbagai macam seminar yang bersifat internasional maupun nasional, baru – baru ini. Memperingati hari jadi ini, Stikes Banyuwangi meramaikan Dies Natalis dengan Ethno Carnival dan berbagai event kesenian Banyuwangi lainnya pada Rabu (16/12).

Ketua Dies Natalis Stikes Banyuwangi, Dimas Subakti mengatakan, berbeda dengan tahun lalu, pada Dies Natalis tahun ini pihaknya mengusung konsep kolaborasi seni yang memadukan ethnic Banyuwangi, yang dipentaskan pada malam gebyar seni Dies Natalis di auditorium Stikes Banyuwangi. Bahkan Dies Natalis yang mengusung tema Aktif Professional Intelektual Kreatif (Apik) tersebut juga mengundang seluruh BEM se-perguruan tinggi di Banyuwangi dan para siswa SMA se-Banyuwangi. “Tahun ini kita mengusung konsep yang berbeda, karena kita juga sedang mengenalkan budaya Banyuwangi kepada mahasiswa Stikes, yang notabenenya kebanyakan penduduk dari luar Banyuwangi,” ujar cowok yang punya nama udara Dimas Sandoro tersebut.

Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo menyambut baik dengan adanya inovasi baru tersebut. Dalam sambutannya, dirinya mengaku terkejut dan tidak menyangka jika Dies Natalis tahun ini bisa sangat meriah dengan adanya kolaborasi seni dari UKM Tari Stikes Banyuwangi. “Luar biasa dan tidak menyangka penampilan dari mahasiswi kami bisa sebagus ini. Saya berharap kedepan Dies Natalis Stikes bisa lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam hal budaya. Sekali lagi terima kasih buat para panitia yang sudah sukses menggelar acaranya,” ujar Soekardjo.
Dalam Dies Natalis tersebut juga diramaikan dengan berbagai macam perlombaan seperti lomba Gadar (Gawat Darurat), badminton, futsal, voli, basket, paduan suara, siaran radio, tari tradisional, festival musik, debat Bahasa Inggris, poster, fotografi, green and health class festival, enterpreneur, jogging run and culture dan pemberian santunan untuk anak yatim. Semua juara tiga besar berhak memperoleh penghargaan dan medali. Selain itu peserta yang mengikuti jalan sehat juga berhak mendapatkan door prize yang sudah disediakan panitia. (Humas)

Berita Mahasiswa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 19 − 19 =