Berita

12 September 2017

Faishol Kembali Jabat Ketua BEM Stikes

Faishol mahasiswa prodi S1 Keperawatan kembali terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi untuk masa bakti 2017-2018, Kamis (18/5). Jika sebelumnya Faishol menggandeng Dicky Firman Saputra sebagai wakilnya, kali ini Faishol berpasangan dengan Alfian Nur Firdaus dari prodi D3 Farmasi.
Faishol yang sebelumnya menjabat Ketua BEM periode 2016-2017 itu kembali mendapat kepercayaan setelah menyisihkan rekannya yakni Ahmad Khotib dan Thendi Saputra Sakti, dengan raihan suara sebanyak 203 dari pemilih yang merupakan mahasiswa Stikes Banyuwangi.
Berbagai tahapan dilalui para kandidat meliputi registrasi peserta yang diwajibkan untuk melampirkan Kartu Hasil studi (KHS), sertifikat prestasi atau kegiatan yang pernah diikuti, dilanjutkan dengan proses kampanye, debat capres dan berakhir dengan pemilihan Ketua BEM.
Faishol ketika dikonfirmasi mengaku senang dan gembira dengan kemenangannya tersebut. Pasalnya selain menjalankan amanah dan tanggungjawab, dirinya juga harus berupaya untuk melayani sepenuh hati apa yang diinginkan para mahasiswa.
Faishol menambahkan, dirinya tinggal melanjutkan program yang kemarin belum jalan dan mengevaluasi kekurangannya. Selain itu dengan visinya yang akan menjadikan BEM Stikes lebih religius dan menghasilkan organisatoris yang terampil dan bertanggungjawab ini Faishol yakin, nantinya akan banyak mahasiswa Stikes yang mau bergabung sebagai anggota dan belajar organisasi. “Kedepan kami ingin memperbaiki sistem kepemimpinan, susunan departemen, mengembangkan kegiatan kerohanian dan menyelenggarakan seminar nasional,” ujar alumni SMA Giri tersebut.
Sementara itu Waka III Bidang Kemahasiswaan Stikes Banyuwangi, Ivan Rachmawan, S. Kom memberi selamat kepada pasangan BEM yang baru. Ivan berharap agar BEM tahun ini ada peningkatan lebih baik dari sebelumnya. Organisasi BEM harus bisa membangun sinergitas dan komitmen untuk membangun sistem didalamnya. Semua akan diasah di organisasi, jadi harus ada SDM atau obyek lembaga. “Jangan dianggap formalitas atau ceremonial saja. Kalian akan mempertanggungjawabkan semua dihadapan Allah SWT. Untuk menentukan formatur, jangan asal pilih teman kalian saja. Tapi kalian juga harus liat passion yang ada pada diri mereka, karena organisasi harus mampu membagi tugas antara kuliah dan organisasi,” tegas pria yang ahli dalam bidang IT ini.
Oke, sekali lagi selamat ya buat Faishol dan Alfian. (Humas)

Berita Mahasiswa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ten + fourteen =