Informasi Pengumuman

Mahasiswa Panitia PPS Stikes Digembleng LDKO

Sedikitnya 32 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi yang tergabung dalam Panitia Pengenalan Program Studi (PPS) digembleng Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) mulai 21-23 Agustus. Mahasiswa yang terdiri dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Panitia PPS tersebut menerima materi di kampus tentang kepemimpinan umum, komunikasi organisasi, manajemen diri, motivasi dan outbond dengan tema pelatihan “APIKS” yaitu Aktif, Profesional, Intelektual, Kreatif dan Spiritual, dengan harapan berorganisasi meningkatkan prestasi bukan sebaliknya. Ketua BEM Stikes Banyuwangi, Ahmad Rosuli mengatakan, tujuan pihaknya menggelar acara ini untuk mensolidkan antar anggota BEM agar saling mengenal satu sama lain, untuk menambah khasanah pengetahuan organisasi dan untuk mempersiapkan anggota BEM dan HIMA guna menjadi Panitia PPS. Bahkan kata Rosuli, selama latihan para peserta diwajibkan untuk menginap di kampus dan nantinya akan mendapatkan sertifikat. “Ini bisa dibilang konsep baru, dan memang selama ini kita belum pernah menggembleng panitia PPS sebelumnya. Sehingga banyak teman-teman dari organisasi yang tidak paham organisasi yang sebenarnya. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini bisa mengasah kemampuan mereka dalam berorganisasi,” papar Rosuli yang baru terpilih sebagai Ketua BEM itu. Senada dengan Rosuli, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ivan Rachmawan, S.Kom dalam sambutannya mengatakan, organisasi bukan suatu beban karena pembentukan karakter semua ada di BEM. Dengan adanya pelatihan tersebut Ivan berharap agar mahasiswa jangan bangga hanya sampai jadi pengurus organisasi kampus saja, namun ternyata tidak memiliki pengetahuan akan organisasi. Sehingga dengan adanya pelatihan itu para panitia ospek itu akan mendapat bekal yang cukup untuk membina calon maba nantinya. “Kalian harus jadi kelompok yang produktif, karena kalian adalah calon pemimpin di masa depan,” tegas Ivan. Semoga para Panitia PPS bisa melaksanakan tugasnya dengan baik yaa … (*)

Pengumuman Idul Adha dan Tata Tertib PPS Mahasiswa Baru 2016

Mahfud MD dan Dahlan Iskan Beri kuliah umum di Stikes Banyuwangi

Mahfud MD dan Dahlan Iskan

Malam Puncak Diesnatalis Ke 12 Stikes Banyuwangi

Ajang Pentas Seni Mahsiswa dan Penobatan Duta Kampus Dua belas tahun sudah usia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi saat ini. Perbaikan dan pengembangan berbagai aspek terus dilakukan, mulai dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, serta persipan penambahan Program Studi (Prodi) baru. Disetiap tahunnya, serangkaian acara banyak digelar untuk memeriahkan dies natalis kampus kesehatan itu. Tahun ini, tema yang diusung ialah “Unity in Natioanilsm Parade”. Selain lomba-lomba cabang olahraga seperti  futsal, basket, volly dies natalis sekarang juga menggelar  lomba dakwah, cipta artikel kesehatan, tari, film pendek, poster, serta bazar. Ketua panitia kegiatan, Ikhlas Bekti Dermawan mengatakan bahwa lomba-lomba yang dilaksanakan ialah bagian dari cabor yang ada pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Stikes Banyuwangi. Tujuannya untuk wahana silaturahmi antar kelas dan prodi, serta mempromosikan masing-masing UKM. “Puncaknya jatuh pada 18 Desember di Auditorium GBK Stikes, akan digelar malam pagelaran seni serta pemilihan duta kampus Stikes,” ucap mahasiswa S1 Keperawatan itu. H. Soekardjo selaku ketua Stikes Banyuwangi mengapresiasi segala bentuk kegiatan yang digelar dalam rangkaian dies natalis. Menurutnya, hal-hal layaknya classmeeting itu akan menimbulkan rasa kompetisi pada mahasiswa. Sehinga, mahasiswa sikap itulah yang dapat digunakan sebagai bekal ketika bekerja. Terkait pemilihan duta kampus, Soekardjo mengaku senang. Dipenghujung tahun, semakin banyak kegiatan inovasi dari kemahasiswaan. “Saya mendukung dan mengapresiasi, selain untuk memotivasi mahasiswa. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan promosi Stikes Banyuwangi,” pungkasnya. Tak lupa, lanjutnya, pihaknya juga berterimakasih kepada sponsorship yang telah mendukung dan mensukseskan rangkain acara Dies Natalis dan Pemilihan Duta Kampus. Sisik Melik, PT Bumi Suksesindo, Sun Osing, Almira Collecition, Kopi Lego, Jebeng Thulik Banyuwangi, Bank Mandiri Syariah, Putra – Putri Kebudayaan, Wardah, Sophie Paris, New Pesona, NSSY_Photograph, Teh Yuzu, dan Smartfren. Segenap sivitas akademika Stikes Banyuwangi turut mengucapkan kepada prodi S1 Keperawatan 4A yang berhasil meraih juara umum pada dies natalis ke 12. Selain itu juga untuk mahasiswa atas nama Sarwono Dwi Saputra (S1 Keperawatan 2A) dan Ulyvia Dita Agustin (S1 Keperawatan 2A) yang terpilih sebagai duta kampus Stikes Banyuwangi 2018-2019. (Humas)

Peringati Hari AIDS, Stikes Gandeng BSI Gelar Seminar

Dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menggelar seminar dengan tema “Seks Bebas: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda dalam Perspektif Kesehatan dan Sosial” pada Selasa (11/12 ). Pematerinya ialah dr. Kemmy Ampera Purnamawati dan Farid Hafifi S.Pi. Acara yang berlangsung di Auditorium GBK Stikes itu diikuti oleh 300an peserta, terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA. Turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dan Komisi Perlindungan Anak Banyuwangi. Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo mengatakan bahwa seminar ini tidak hanya untuk sekedar memperingati hari AIDS saja melainkan juga untuk menambah wawasan para peserta. “Mahasiswa ataupun pelajar SMA, sebagai remaja yang mudah terancam dengan pergaulan seks bebas diharap tidak ikut andil dalam menambah angka deteksi HIV/AIDS di Banyuwangi,” kata Soekardjo. Soekardjo menambahkan, kegiatan seminar ini disponsori tunggal oleh PT. Bumi Suksesindo. Sebuah perusahaan tambang emas yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. “Stikes telah menjalin kerjasama dengan PT. BSI cukup lama, ini sudah kegiatan kesekian kalinya yang didukung oleh BSI. Terimakasih BSI,” imbuhnya Ahmad Syauqi, SH, selaku Corporate Communication Superintendent dari PT. Bumi Suksesindo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan seminar di Stikes ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari BSI dalam bidang kesehatan. Tidak hanya bidang kesehatan, anak perusahan dari Merdeka Copper and Gold tersebut memiliki 3 bidang CSR lainnya seperti ekonomi berkelanjutan, infrastruktur, dan pendidikan. “Saya berharap, hubungan baik dengan Stikes terus berlanjut kedepannya. Berusaha men-suport kegiatan masyarakat terutama dalam pendidikan,” lanjutnya Sementara itu, narasumber pertama seminar dr. Kemmy Ampera Purnamawati mengaku senang bisa berbagi ilmu di kampus pencetak tenaga kesehatan ini. Materi yang ia berikan tidak hanya tentang penjelasan HIV ataupun AIDS, melainkan juga memotivasi para peserta seminar agar mampu membentengi diri dari ancaman seks bebas. “Saya senang, dengan adanya seminar ini, berarti Stikes Banyuwangi care terhadap isu yang berkembang tentang HIV/AIDS,” ucap perempuan yang tergabung dalam World Health Organization (WHO) sejak tahun 2015 hingga sekarang itu. Hal senada juga disampaikan oleh pemateri kedua Farid Hafifi, S.Pi. Pihaknya juga senang bisa hadir dikampus yang menurutnya hijau asri dan sejuk tersebut. Farid lebih banyak menceritakan pengalamannya saat berinteraksi dengan ODHA (orang dengan HIV Aids, red). Dirinya menuturkan, bahwa ODHA bukanlah orang yang harus didiskrimanasi, namun didampingi dan diberi edukasi. “Harapnya, para peserta seminar terutama mahasiswa Stikes yang notabene nya calon tenaga kesehatan, mampu memberikan edukasi kesehatan terhadap para ODHA,” tuturnya. (Humas)

Himfa Stikes, Kembali Gelar Olimpiade Farmasi

Himpunan Mahasiswa Farmasi (Himfa) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi kembali menggelar Eosin Olimpiade Farmasi pada Minggu (1/12) di Gelorang Bung Kardjo (GBK) Stikes. Ada 16 tim dari pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/K) se- Karisidenan Basuki yang akan beradu ilmu dalam bidang kefarmasian. Tim tersebut ialah 4 tim dari SMAN 1 Purwoharjo, 5 tim dari SMK Visi Global, 2 tim dari SMAN 1 Genteng, 1 tim dari SMAN Darussolah, 1 tim dari SMAN 1 Rogojampi, 1 tim dari SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi, 1 tim dari SMAN 1 Giri, dan 1 tim lainnya dari MA Nurul Huda. Ketua panitia kegiatan, Devita Nurul Amin Yahya mengatakan selain sebagai upaya untuk menggali dan mengasah kemampuan pelajar dalam bidang IPTEK Kefarmasian, kegiatan itu juga bertujuan untuk memperkenalkan kampus Stikes Banyuwangi serta Program Studi (Prodi) D3 Farmasi. Devita menjelaskan, dalam kompetisi itu pihaknya membagi menjadi tiga babak. Babak pertama yakni tes tulis yang terdiri dari mata pelajaran Matematika, Biologi, Kimia dan Farmasetika. Babak kedua yaitu seleksi bahan alam yang berupa simpesia (bahan alam yang dikeringkan yang mempunyai khasiat untuk kesehatan, red). Dan babak ketiga yaitu Praktikum Farmasetika, yaitu peserta harus mampu meracik obat, menimbang dan mengemasnya dengan rapi. “Dalam kompetisi ini mereka bertanding secara tim. Satu tim harus ada tiga orang,” ujar alumni SMK Visi Global ini. Ketua Hima Farmasi, Okta Ari Pratama menambahkan, kompetisi ini sudah kedua kalinya digelar, yang pertama berlangsung pada bulan oktober tahun lalu. Untuk kedepannya, Okta berharap bisa menjadi event tahunan sebagai ajang promosi bagi prodi D3 Farmasi. “Ini adalah ajang yang bagus untuk kita, selain silaturahmi, bisa saling bertukar informasi. Sekaligus promosi,” ucap mahasiswa semester tiga tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh DR. H Soekardjo selaku ketua kampus kesehatan itu, selain sebagai wadah untuk mengembangkan hard skill dan soft skill antar peserta kegiatan ini juga sebagai sarana Stikes dalam melakukan promosi. “Disini kita mengenalkan kampus Stikes, terutama Prodi D3 Farmasi yang juga prodi baru dari Stikes,” pungkasnya Dalam Olimpiade Farmasi itu diposisi babak terakhir, persaingan sengit ditempati SMAN 1 Genteng, dan SMAN 1 Purwoharjo, SMAN 1 Rogojampi dan SMK Visi Global. Dan hasilnya, untuk juara 1 diraih oleh SMAN 1 Genteng, disusul SMKN Visi Global yang meraih juara 2, dan SMAN 1 Rogojampi sebagai juara 3. Para pemenang mendapatkan trophy, piagam penghargaan, uang pembinaan dan voucher potongan masuk Stikes . (Humas) Berita ini juga telah dimuat pada Koran Jawa Pos Radar Banayuwangi, edisi Kamis (6/12).

Seminar Nasional Pelayanan Prima, Sebagai Penghujung HKN ke 54

Digelar di GBK Auditorium Stikes Banyuwangi Ratusan insan kesehatan se Kabupaten Banyuwangi memadati Gelora Bung Kardjo (GBK) Stikes Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan seminar nasional dengan tema Pelayanan Prima, Kamis (22/11). Seminar tersebut merupakan serangkaian acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 di Banyuwangi. Kali ini yang menjadi pemateri ialah dr H Agus Ali Fauzi PGD, Pall Med (ECU) dari Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo. Ketua panitia HKN tahun ini, DR H Soekardjo melaporkan bahwa HKN 2018 di Banyuwangi terdiri dari berbagai acara mulai dari deklarasi kawasan tanpa rokok dan minum tablet tambah darah serentak bagi remaja putri di Pondok Pesantren Mambadiul Ihsan Karangdoro Tegalsari, talkshow di radio Vis FM, jalan sehat, senam bersama, olahraga hiburan, santunan anak yatim dan masyarakat kurang mampu, bakti sosial jemput bola rawat warga dimasing-masing wilayah instansi kesehatan, dan seminar Nasional. “Sebelum seminar ini, tadi pagi juga telah dilakukan bersama upacara peringatan HKN di kantor Pemda Banyuwangi yang diinspekturi oleh Bapak Bupati Banyuwangi,” ujar Soekardjo Pria yang merupakan Ketua dari Stikes Banyuwangi ini menambahkan, kegiatan yang tidak ditarik biaya (gratis, red) itu dihadiri oleh insan kesehatan dari berbagai unit kesehatan seperti rumah sakit pemerintah dan swasta, assosiasi klinik, assosiasi apotek, puskesmas, organisasi profesi serta mahasiswa kesehatan dari Stikes Banyuwangi, Akes Rustida Krikilan, dan UNAIR Banyuwangi. “Turut hadir ibu Dani Azwar Anas dan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Rio,” tambahnya Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. H. Widji Lestariono M.Mkes mengatakan bahwa rangkaian acara HKN yang telah terlaksana merupakan kinerja bersama antar panitia dengan sesama insan kesehatan, salah satunya tentang aksi jemput bola rawat warga. Pria yang akrab dipanggil dr Rio ini menginformasikan, jika aksi jemput bola tersebut termasuk inovasi kinerja dan bentuk pengabdian tenaga kesehatan untuk masyarakat. “Pengabdian ini perlu terus dilakukan sebagai wujud pelayanan kita, tercatat ada 467 warga yang dikunjungi serentak pada tanggal 12 November oleh petugas kesehatan di wilayah kerja masing-masing” pungkasnya Sementara itu, narasumber seminar dr H Agus Ali Fauzi mengaku senang bisa berbagi ilmu dengan insan kesehatan Banyuwangi. Dalam materinya, beliau tidak hanya membahas tentang pelayanan prima, lebih dari itu yakni tentang service champion. “Tema kali ini cocok dan selaras dengan inovasi kerja kesehatan di Banyuwangi, menjadi tenaga kesehatan dibutuhkan modal ikhlas dan semangat untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan mencapai tujuan kerja bersama,” kata dr Agus dalam penyampaian materinya Pria yang terkenal dengan segudang motivasi tersebut merasa kagum dengan keelokan Banyuwangi. Telah banyak tempat wisata Banyuwangi yang ia kunjungi. Tak luput, dr Agus juga mengucapkan selamat kepada ketua panitia HKN dan segenap panitia lainnya, yang telah mensukseskan semarak HKN ke 54. “Saya salut, ketua panitianya lowprofile and high product,” ucapnya (Humas)

Ribuan Insan Kesehatan Banyuwangi, Semarakkan HKN

HKN ke 54 Kabupaten Banyuwangi, Digelar di Kampus Stikes Banyuwangi Ribuan insan kesehatan Kabupaten Banyuwangi semarakkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 (11/11). Kegiatan yang digelar di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi itu, turut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas M.Si yang berkenan membuka acara dan memberangkatkan peserta jalan sehat. “Bidang kesehatan saat ini memiliki banyak inovasi, bahkan telah meraih banyak prestasi. Harapanya, inovasi kesehatan yang ada di Banyuwangi dapat terus berkembang dan tumbuh,” ujar Bupati Banyuwangi dalam sambutannya. Pada HKN tahun 2018, merupakan tahun Instansi Pendidikan untuk bergiliran menjadi ketua panitia. Kali ini, yang berkesempatan menjadi ketuanya adalah DR. H. Soekardjo selaku ketua Stikes Banyuwangi. “Acara ini dihadiri oleh seluruh insan kesehatan dari berbagai kalangan, seperti puskesmas, rumah sakit, klinik, organisasi profesi, instansi pendidikan, dan intansi kesehatan diseluruh wilayah Banyuwangi,” pungkasnya Soekardjo melaporkan, bahwa HKN Banyuwangi tersebut terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan jalan sehat yang diberangkatkan langsung oleh Bapak Bupati, santunan kepada masyarakat kurang mampu dan anak yatim. Selain itu juga akan ada lomba-lomba, pemberian penghargaan pada insan kesehatan terbaik, serta hadiah bagi peserta jalan sehat yang beruntung. “ Dalam jalan sehat HKN ke 54 ini, tercatat ada 24 unit sepedah gunung,  2 lemari pendingin, dan 300an doorprize. Hadiah yang terkumpul merupakan hasil sumbangsih dari seluruh instansi kesehatan dan beberapa sponsor seperti Bank Jatim, Kalbe, Biznet, Yuzu, Wardah, dan Osing Deles,” imbuh ketua kampus pencetak tenaga kesehatan itu. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Dr. Widjie Lestariono menyampaikan, bahwa tujuan digelarnya HKN diantaranya sebagai wahana konsolidasi insan kesehatan di Banyuwangi, menciptakan interaksi komunikasi antar tenaga kesehatan yang lain, menyambung silaturahmi dan koordinasi yang baik. “Adanya senam, jalan sehat, dan lomba akan timbul kolaborasi antar sesama, sehingga mewujudkan sinergitas diantara peserta,” katanya Pria yang akrab dipanggil Dokter Rio ini menambahkan, kinerja pelayanan insan kesehatan cukup baik. Tidak hanya pada bidang pendidikan, melainkan juga pada bidang pelayanan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya prestasi bidang kesehatan. Beberapa hari lalu, Bapak Hadi Kusairi, SKM., M.Kes selaku Kepala Puskesmas Sempu telah membawa nama baik bidang kesehatan dalam kancah Internasional. Ia sebagai pemburu inovasi “Stop Angka Kematian Ibu dan Anak” (SAKINA) berhasil meraih The Most Interseted Innovation dalam forum Open Goverment Partnership Asia Pacific Regional Meeting 2018 di Seoul Korea Selatan. “Saya berharap, semua insan kesehatan dapat termotivasi. Sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan untuk masyarakat,” ucap Dokter Rio. (Humas)

Kelengkapan Persyaratan Kaji Etik

Download Pendaftaran Kaji Etik