Informasi Pengumuman

Soekardjo Terpilih Sebagai Ketua Forum BWI Sehat

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, DR. H. Soekardjo terpilih sebagai Ketua Forum Banyuwangi Sehat (FBS) untuk periode 2019-2020 pada Senin (14/3) di Gandrung Osing Resto, Glagah. FBS merupakan forum masyarakat yang secara nasional mempunyai tujuan mewujudkan Banyuwangi yang bersih, sehat, nyaman untuk dihuni, baik untuk pembangunan masyarakat maupun lingkungannya. Forum ini terdiri dari unsur praktisi dan akademisi, yang bersama-sama mengikuti verifikasi dalam pembangunan diberbagai sektor potensial demi mendukung ketercapaian indikator pembangunan baik human index development  maupun sektor riil lainnya. Selain itu, forum ini didukung kepercayaan oleh pemerintah provinsi, nasional, bahkan internasional melalui apresiasi dalam bentuk penghargaan untuk Kabupaten Banyuwangi. Pria yang akrab dipanggil Soekardjo ini, mengucap inalillahi ketika mendapat amanah untuk bisa memimpin FBS. “Ini adalah amanah besar bagi saya, selama satu tahun kedepan FBS ini harus bisa go nasional,” ucapnya. Ada enam tatanan yang Kabupaten Banyuwangi ajukan tahun ini, lanjutnya, diantaranya ialah tatanan kawasan permukiman dan sarana prasana sehat, tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, tatanan kawasan tertib lalu lintas, tatanan kawasan pariwisata sehat, tatanan ketahanan pangan dan gizi, tatanan kawasan industri dan perkantoran sehat, dimana tatanan tersebut telah dilaksanakan semua komponen masyarakat di Kabupaten Banyuwangi baik sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat. Tidak hanya ia sendirian, Tim Promotor Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) yang dimiliki Stikes turut menjadi relawan dalam FBS tersebut. “ Promotor UKS yang kita miliki, tertulis pada SK untuk membantu disetiap program FBS. Mereka menjadi relawannya,” katanya Forum yang memiliki kantor sekretariat tetap (sektap, red) di area Dinas Kesehatan tersebut, saat ini sedang mempersiapkan verifikasi nasional dan tindak lanjut program kerja tahun 2019-2020 untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara. “Saat ini kita sudah mulai bergerak, diawali dengan pembagian tim wilayah utara dan selatan. Diharapkan setiap kecamatan nantinya mempunyai kantor sekretariat tetap forum komunikasi kecamatan sehat (FKKS),” imbuh pria yang pernah dinobatkan sebagai Tokoh Pelopor Pendidikan Kesehatan versi PWI itu. Soekardjo berharap, nantinya FBS ini bukan hanya aktif karena adanya lomba saja,   namun juga untuk mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni oleh warganya serta dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat Banyuwangi. (Humas)   Berita ini juga telah dimuat pada Jawa Pos Radar Banyuwangi – Edisi Senin 21 Mei 2019

Penerimaan Mahasiswa Baru TA. 2019 – 2020

PENERIMAAN MAHASISWA BARU TA. 2019 – 2020 GELOMBANG 3 DAN GELOMBANG AKHIR *Batas Pendaftaran 🔹Jalur PMDK : Gelombang 3 : 2 Mei – 3 Juli 2019 Gelombang Akhir : 10 Juli – 7 Agustus 2019 🔹Jalur Reguler : Gelombang 3 : 2 Mei – 5 Juli 2019 Gelombang Akhir : 10 Juli – 9 Agustus 2019 *Seleksi Penerimaan : Gelombang 3 : 9 Juli 2019 Gelombang Akhir : 13 Agustus 2019 Pukul : 08.00 WIB di Kampus Stikes Banyuwangi *syarat pendaftaran 1. Lulus SMA/Madrasah Aliyah/SMK/Kejar Paket C 2. Umur Maksimal 24 tahun 3. Badan sehat, tidak cacat fisik, tidak buta warna, tinggi badan minimal 150cm (putri), 155 cm (putra) 4. Daftar sendiri, tidak boleh diwakilkan 5. Membawa syarat adiministrasi berupa – Pas photo hitan putih ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar – FC Kartu Keluarga 1 lembar – FC KTP Orang Tua 1 lembar 🔸Bagi Jalur Reguler membawa FC Ijazah dan Transkip Nilai/Keterangan lulus yang dilegalisir . 🔸Bagi Jalur PMDK membawa FC Nilai Raport dari semester 1 s/d semester 5. *Jangan lupa membawa surat pengantar dari BK Sekolah* Biaya Pendaftaran : Rp. 250.000 (sudah termasuk tes kesehatan) Sekretariat Pendaftaran : Ruang PMB – Gedung Rektorat Lantai I Jl. Letkol Istiqlah No. 109 Banyuwangi (0333) 421 610 / 425 527 0811-3785-556

Wahyu : Presiden BEM 2019 – 2020

Pasangan Wahyu Santoso Hidayat (S1 Keperawatan 3B) dan Ikhlas Bekti Dermawan (S1 Keperawatan 2A) memenangkan perhitungan suara dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi (22/4). Pasangan dari nomor 01 ini mengalahkan lawannya di 02 yang diduduki oleh Sarwono (S1 Keperawatan 2A) dan Imam (s1 Keperawatan 3A) dengan perolehan jumlah suara 75,19%. Dengan demikian, pasangan yang akrab dipanggil Wahyu dan Ikhlas ini terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM Periode 2019 – 2020, menggantikan posisi Lasiono. Berbagai tahapan telah dilalui oleh pasangan ini, salah satunya ialah seleksi administrasi. Tidka cukup dengan mengumpulkan curiculum vitae saja, setiap pendaftar lainnya juga dimintai berkasi kartu hasil study terakhir dengan nilai IPK minimal 2,7. Selain itu, setiap pasangan juga diminta menyetorkan surat rekomendasi dari program studi.   Kepada Majalah SMART Wahyu mengaku bersyukur dengan amanah yang telah diberikan. Menurutnya, ini merupakan anugrah dan ujian terbesar, karena tanggung jawab menjadi seorang pemimpin sangatlah besar. Laki-laki asal Bali inipun tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberinya kesempatan untuk membawa organisasi besar tersebut. “Terimakasih kepada teman-teman yang telah memilih dan mempercayai kami untuk mengemban amanah ini,” tuturnya. Kedepan, lanjutnya, dirinya dan Ikhlas akan berupaya memaksimalkan jabatannya untuk mengadakan program kerja – program kerja unggulan. Wahyu dan Ikhlas telah menyusun beberapa kegiatan yang akan mereka agendakan selama satu tahun menjabat di BEM, salah satunya adalah kegiatan berbasis pengabdian masyarakat. “Untuk kegiatan lain, dalam waktu dekat Stikes akan menjadi tuan rumah Pornikes tingkat nasional. Kita turut berperan didalamnya, sehingga ini juga menjadi salah satu program kerja kami,” imbuh Wahyu. Sementara itu, Pembina Ormawa Stikes yang sekaligus Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaa, Ivan Rachmawan, S.Kom menghimbau agar seluruh mahasiswa yang tergabung dalam ormawa terus berinovasi membuat perubahan lebih baik lagi, dengan tetap berpegang teguh pada Tri Darma Perguruan Tinggi serta pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang non akademik. Pria yang akrab dipanggil Ivan itu berharap, organisasi mahasiswa dapat terus bersinergi dengan pihak kampus untuk mewujudkan visi dan misi Stikes Banyuwangi. (Humas)

Pengumuman Kelulusan SIPENMARU Gelombang 2 TA. 2019 – 2020

PENGUMUMAN No.         /01/ STIKES BWI/IV/2019   Berdasarkan pada: Keputusan Ketua STIKES Banyuwangi Nomor : 132/01/STIKES BWI/XII/2018 tanggal 04 Desember 2018 tentang Penetapan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi Tahun Akademik 2019/2020. Keputusan Ketua STIKES Banyuwangi Nomor : 026 /01/STIKES BWI/III/2019 tanggal 08 Maret 2019 tentang Peserta yang Dinyatakan Lulus Tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 2 STIKES Banyuwangi Tahun Akademik 2019/2020. Dengan ini diumumkan peserta yang LULUS Tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 2 Tahun Akademik 2019/2020. Peserta yang telah dinyatakan lulus tes dan diterima sebagai calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi dapat segera melakukan DAFTAR ULANG mulai 09-25 Mei 2019 di Bagian Administrasi Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi Jl. Letkol Istiqlah No. 109 Banyuwangi pada jam kerja Senin-Jumat pukul 08.30-14.00 WIB. Banyuwangi, 08 Mei 2019 Ketua STIKES Banyuwangi TTD DR. H. Soekardjo NIK. 06.001.0906   DAFTAR PESERTA YANG DINYATAKAN LULUS TES SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 2 STIKES BANYUWANGI TAHUN AKADEMIK 2019/2020   NO NOMOR PESERTA PROGRAM STUDI KETERANGAN 1 20192110001 S1 Keperawatan LULUS 2 20192110004 S1 Keperawatan LULUS 3 20192110005 S1 Keperawatan DIPERTIMBANGKAN 4 20192110007 S1 Keperawatan DIPERTIMBANGKAN 5 20192110013 S1 Keperawatan LULUS 6 20192110014 S1 Keperawatan LULUS 7 20192110006 S1 Keperawatan LULUS 8 20192110009 S1 Keperawatan LULUS 9 20192110010 S1 Keperawatan LULUS 10 20192110012 S1 Keperawatan LULUS 11 20192110016 S1 Keperawatan LULUS 12 20192110017 S1 Keperawatan LULUS 13 20192110019 S1 Keperawatan LULUS 14 20192110020 S1 Keperawatan LULUS 15 20192110021 S1 Keperawatan LULUS 16 20192110002 S1 Keperawatan DIPERTIMBANGKAN 17 20192110022 S1 Keperawatan LULUS 18 20192220001 D3 Keperawatan LULUS 19 20192220002 D3 Keperawatan LULUS 20 20192220003 D3 Keperawatan LULUS 21 20192220004 D3 Keperawatan LULUS 22 20192210001 D3 Kebidanan LULUS 23 20192210004 D3 Kebidanan LULUS 24 20192210002 D3 Kebidanan LULUS 25 20192210003 D3 Kebidanan LULUS 26 20192210005 D3 Kebidanan LULUS 27 20192210006 D3 Kebidanan LULUS 28 20192210007 D3 Kebidanan LULUS 29 20192210008 D3 Kebidanan LULUS 30 20192210009 D3 Kebidanan LULUS 31 20192210010 D3 Kebidanan LULUS 32 20192230001 D3 Farmasi LULUS 33 20192230003 D3 Farmasi LULUS 34 20192230006 D3 Farmasi LULUS 35 20192230004 D3 Farmasi LULUS 36 20192230005 D3 Farmasi LULUS 37 20192230007 D3 Farmasi LULUS 38 20192230008 D3 Farmasi LULUS 39 20192230009 D3 Farmasi LULUS 40 20192230010 D3 Farmasi LULUS 41 20192230011 D3 Farmasi LULUS 42 20192230012 D3 Farmasi LULUS 43 20192230013 D3 Farmasi LULUS 44 20192230014 D3 Farmasi LULUS 45 20192230015 D3 Farmasi DIPERTIMBANGKAN   *) Bagi peserta tes yang dinyatakan DIPERTIMBANGKAN wajib hadir ke Kampus STIKES Banyuwangi pada jam kerja (Senin – Jumat, 08.00 – 14.00) menemui bagian sekertariat pendaftaran.      

Terima Kunjungan Balik dari MSU Malaysia : Stikes Gelar Kuliah Umum

Usai kunjungannya ke MSU, Stikes menerima kunjungan balik dari kampus ternama di Shah Alam, Malaysia itu. Vice President Goblal Affairs, Profesor Dr. Eddy Yusuf hadir ke kampus Stikes untuk memberikan Kuliah Umum dengan topik bahasan “Halal (Syariah Compliance) Pharmacy and Health Care Service” kepada seluruh mahasiswa dan dosen, di Auditorium GBK Stikes (12/4). “Prof. Eddy akan berbagi ilmu kepada kita,  tentang apa-apa saja yang menyangkut tentang kepatuhan syariah kehalalan, terutama dalam bidang kesehatan,” kata Ketua Stikes, DR. H. Soekardjo. Dirinya menambahkan, kehadiran vice globlal tersebut juga akan memberikan motivasi untuk mahasiswa dalam kelanjutan pendidikan atau jenjang karir yang dapat dilakukan di MSU usai dinyatakan lulus dari Stikes. Sementara itu, Prof. DR. Eddy Yusuf mengaku senang bisa hadir di kampus kesehatan yang terletak di jalan letkol istiqlah ini. Kunjungannya tidak hanya di Stikes, melainkan dirinya juga akan menikmati wisata Banyuwangi, salah satunya adalah Kawah Ijen. Usai kuliah umum, dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemetaan kerjasama di ruang ketua Stikes. Hal ini, sebagai pematangan Stikes dalam mempersiapkan rencana pembukaan kelas internasional dan program double degreee, terutama pendidikan S3 untuk dosen Stikes. “Saya antusias dan senang bisa hadir disini, saya disambut dengan hangat. Dan ternyata, Stikes Banyuwangi kampusnya begitu sejuk,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Director of International Centre for Halal Studies MSU. (Humas)

BEM Stikes Gelar Seminar Nasional Terapi Spiritual Islam

Ratusan orang berkumpul di Auditorium GBK Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, pada Sabtu-Minggu (6-7/4). Mereka dalam rangka mengikuti Seminar Nasional Terapi Spiritual Islam yang mengangkat topik bahasan “Peran Pendekatan Spiritual Islam dalam Pengobatan Holistik”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stikes itu menghadirkan tiga narasumber. Ketiganya itu ialah dr. Kusnuriyanto, Dr. Meidiana D, S.Kp M.Sc ketua program studi S2 Keperawatan Universitas Diponegoro (Undip), dan Ust. Arifuddin, M.Pd.I yang merupakan dosen agama di Stikes sekaligus terapis nasional ruqiyah syariyyah, serta penulis buku best seller. Sarwono, selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar selama dua hari ini bukan hanya sebagai bentuk program kerja dari BEM. Melainkan juga sebagai wadah berbagi ilmu, tentang keselarasan antara ilmu medis dengan ilmu spiritual yang diperlukan oleh seorang pasien. “Acara digelar dua hari, hari pertama seminar dengan pemaparan materi-materi dari narasumber. Dan hari keduanya ialah workshop, diisi dengan praktek terapi spiritual islam,” jelasnya Pesertanya beragam, lanjutnya, hadir dari kalangan mahasiswa Stikes, dan luar kampus. Bahkan turut hadir dosen dari Uniersitas Jember, insan kesehatan dari beberapa instansi Rumah Sakit (RS) wilayah Banyuwangi dan Malang. “Total peserta sekitar 230an, sesuai target yang kita harapkan. Bahkan ada yang dari luar Banyuwangi juga seperti mahasiswa dari Stikes Al-Qodiri,” imbuh pria yang mengambil jurusan S1 Kpeerawatan di Stikes itu.   Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional ini. Menurutnya, topik yang diangkat sangat sesuai dengan kebutuhan wawasan tenaga kesehatan saat ini. “Hal ini mengingatkan kita, penyakit datangnya dari yang maha kuasa, maka kitapun harus percaya bahwa Allah SWT pulalah yang dapat memberikan kesembuhan,” ucapnya Pria yang akrab dipanggil Soekardjo tersebut menututurkan, bahwa seorang pasien yang sedang sakit memerlukan perawatan yang holistik atau menyeluruh, baik bio, psiko, sosio, dan spiritualnya. “Semua harus seimbang, antara keempatnya itu,” tutur Soekardjo Dirinya berharap, dari seminar dan workshop ini, dapat menambah ilmu baru bagi peserta dan bisa diaplikasikan pada pasien. Sementara itu, salah satu narasumber seminar Dr. Meidiana D mengaku senang bisa berbagi ilmu kepada para peserta, terutama ketika melihat mahasiswa Stikes yang turut aktif dan atusias selama proses pemaparan materi. Dirinya juga kagum dengan perkembangan Stikes saat ini. Setelah kunjungannya yang pertama dua tahun lalu sebagai tim assesor akreditasi, Meidana salut terhadap kemajuan sarana dan prasarana yang ada di kampus pencetak tenaga kesehatan ini. “Rasanya dulu auditoriumnya tidak sebesar ini, ini menunjukkan Stikes terus mengembangkan diri,” ungkapnya. (Humas)

Stikes Banyuwangi Laksanakan Study Excursion ke Malaysia

Sebanyak 44 peserta dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi mengikuti study excursion di Management and Science University (MSU) Malaysia (3-5/4). Peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa berbagai program studi itu akan menjalani beberapa kegiatan, diantaranya ialah seminar internasional, diskusi pendidikan tentang persiapan pertukaran mahasiswa dan jenjang pendidikan S1, S2, S3 serta tour kampus. Para dosen yang diikut sertakan pada kunjungan tersebut ialah wakil ketua (waka,red) 1 bidang akademik, waka 2 bidang sarana prasaranan, waka 3 bidang kemahasiswaan, masing-masing ketua program studi, humas, biro keuangan, konseling, serta unit penelitian dan pengabdian masyarakat. Mereka yang berangkat dari kampus pada Rabu (3/4) ini, dilepas langsung oleh Ketua Stikes, Bapak DR. H. Soekardjo dengan menghadirkan orang tua atau wali mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menuturkan bahwa acara kunjungan ke Malaysia ini merupakan aplikasi penindaklanjutan dari kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati oleh Stikes dengan MSU. “Study excursion ini adalah wujud dari MoU kita, dimana kita telah banyak menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri, salah satunya adalah MSU,” ucapnya. Selama di kampus ternama itu, rombongan disambut hangat oleh Prof. DR. Eddy Yusuf selaku Vice President Global Affairs. Diawali dengan perkenalan dan penyampaian maksud kunjungan, acara dilanjutkan dengan seminar internasional tentang Status Halal Obat-obat di Rumah Sakit, yang disampaikan oleh Noorizan Abdul Aziz, B. Pharm, M.Sc., Pharm. D, seorang profesor di klinik farmasi MSU. Usai kuliah umum, digelar sesi diskusi terkait pertukaran mahasiswa dan persiapan dalam membangun kelas internasional antara Stikes dengan MSU.  Tidak hanya itu, pembahasan juga menyinggung kesediaan MSU dalam menerima praktik magang mahasiswa Stikes. Setelah itu, rombongan diajak berkeliling kampus guna melihat dan belajar dibeberapa laboratorium kesehatan, seperti laboratorium anatomi fisiologi dan patologis, laboratorium farmasi, perpustakaan serta diberi kesempatan untuk berkunjung ke medical center MSU. Soekardjo berharap, adanya kunjungan ini dapat memberi wawasan baru kepada mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikannya. “Hal ini akan terus kita tindak lanjuti, tidak hanya berfokus pada pertukaran mahasiswa, tapi juga tentang adanya double degree dan peningkatan jenjang karir doktor bagi dosen Stikes” pungkas pria yang hobi bermain tenis tersebut. Double degree ini, lanjutnya, merupakan program dari prodi farmasi yang terintegrasi dengan MSU dari awal. “Kedepan kita akan realisasikan, mahasiswa nanti kuliah D3 farmasinya di Stikes dan S1 nya di MSU,” imbuhnya Sementara itu, Prof. DR. Eddy Yusuf (Malaysia) mengaku senang mendapat kunjungan dari Stikes Banyuwangi. Dan dalam waktu dekat, tepatnya Jum’at (12/4) dirinya akan hadir ke Kota Gandrung ini untuk memberikan seminar internasional tentang Health Care Service di kampus Stikes. (Humas)

Mahasiswa Panitia PPS Stikes Digembleng LDKO

Sedikitnya 32 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi yang tergabung dalam Panitia Pengenalan Program Studi (PPS) digembleng Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) mulai 21-23 Agustus. Mahasiswa yang terdiri dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Panitia PPS tersebut menerima materi di kampus tentang kepemimpinan umum, komunikasi organisasi, manajemen diri, motivasi dan outbond dengan tema pelatihan “APIKS” yaitu Aktif, Profesional, Intelektual, Kreatif dan Spiritual, dengan harapan berorganisasi meningkatkan prestasi bukan sebaliknya. Ketua BEM Stikes Banyuwangi, Ahmad Rosuli mengatakan, tujuan pihaknya menggelar acara ini untuk mensolidkan antar anggota BEM agar saling mengenal satu sama lain, untuk menambah khasanah pengetahuan organisasi dan untuk mempersiapkan anggota BEM dan HIMA guna menjadi Panitia PPS. Bahkan kata Rosuli, selama latihan para peserta diwajibkan untuk menginap di kampus dan nantinya akan mendapatkan sertifikat. “Ini bisa dibilang konsep baru, dan memang selama ini kita belum pernah menggembleng panitia PPS sebelumnya. Sehingga banyak teman-teman dari organisasi yang tidak paham organisasi yang sebenarnya. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini bisa mengasah kemampuan mereka dalam berorganisasi,” papar Rosuli yang baru terpilih sebagai Ketua BEM itu. Senada dengan Rosuli, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ivan Rachmawan, S.Kom dalam sambutannya mengatakan, organisasi bukan suatu beban karena pembentukan karakter semua ada di BEM. Dengan adanya pelatihan tersebut Ivan berharap agar mahasiswa jangan bangga hanya sampai jadi pengurus organisasi kampus saja, namun ternyata tidak memiliki pengetahuan akan organisasi. Sehingga dengan adanya pelatihan itu para panitia ospek itu akan mendapat bekal yang cukup untuk membina calon maba nantinya. “Kalian harus jadi kelompok yang produktif, karena kalian adalah calon pemimpin di masa depan,” tegas Ivan. Semoga para Panitia PPS bisa melaksanakan tugasnya dengan baik yaa … (*)

Pengumuman Idul Adha dan Tata Tertib PPS Mahasiswa Baru 2016