Berita

12 September 2017

Kemenristek Dikti Sosialisasikan E-Journal di Stikes Banyuwangi

Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mempercayakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes Banyuwangi) sebagai penyelenggara sosialisasi pemanfaatan jurnal elektronik (E-Journal). Acara yang diselenggarakan di kampus Stikes Banyuwangi, Senin (7/8) ini dihadiri beberapa perguruan tinggi se-Kabupaten Banyuwangi. Diantaranya, Poliwangi, Akaba, STIB, Stikom, Untag, IAIDA dan Stikes Banyuwangi.
Ketua Stikes Banyuwangi Dr. H. Soekardjo mengatakan, pihaknya merasa senang karena Kemenristek Dikti menunjuk langsung Stikes Banyuwangi sebagai fasilitator sosialisasi pemanfaatan E-Journal. Bagi Soekardjo, para peserta tidak perlu datang jauh – jauh ke Jakarta karena tim pakar dari Kemenristek Dikti sudah meluangkan waktunya untuk memberikan sosialisasi di Banyuwangi. “Sosialisasi ini penting agar jurnal-jurnal yang dimiliki perguruan tinggi juga dapat terakreditasi secara nasional bahkan internasional,” ujar Soekardjo.
Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Kemenristek Dikti, Suwitno mengatakan, pihaknya sudah memberikan bantuan akses E-Journal gratis kepada 11 perguruan tinggi di Banyuwangi mulai tahun 2009. Dengan tujuan agar pemanfaatan E-Journal bisa dirasakan bagi perguruan tinggi yang kesulitan berlangganan. Namun hingga saat ini diakuinya masih dirasakan belum optimal. “Penelitian publikasi jurnal adalah hal yang harus kita perhatikan sebagai dosen. Karena ini juga menjadi kinerja sebuah perguruan tinggi,” papar Suwitno.
Salah satu tim pakar dari Kemenristek Dikti yang menjadi pemateri sosialisasi, Dripa Sjabana juga memperkenalkan beberapa aplikasi terbaru seperti SINTA (Science and Technology Index) dan ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). SINTA adalah aplikasi pengindex jurnal untuk mengukur kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek. Sedangkan ARJUNA adalah aplikasi yang digunakan untuk akreditasi jurnal nasional.
Dalam sosialisasi tersebut tim pakar dari Kemenristek Dikti juga menyampaikan, agar para dosen menerbitkan artikelnya paling sedikit dua kali dalam setahun. Terhitung mundur dari tanggal atau bulan pengajuan akreditasi. Selain itu jumlah artikel setiap terbit sekurang – kurangnya lima artikel, kecuali jika berbentuk monograf. (Humas)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 8 + six =