Berita

18 Mei 2015

Kuwait Butuh Ribuan Perawat

Foto Kuwait Butuh Perawat

Kuwait Butuh Ribuan Perawat

Dewasa ini tenaga kesehatan yang paling banyak diminta dalam jumlah yang cukup besar oleh dunia internasional adalah perawat. Indonesia sekarang hampir memiliki ratusan institusi pendidikan keperawatan dan tiap tahun meluluskan ribuan perawat. Sedangkan daya tampung kerja di dalam negeri masih minim. Kemungkinan hanya sedikit dari kelulusan dapat terserap bursa kerja. Oleh karena itu salah satu cara yang bisa ditempuh guna mengurangi angka penggangguran di dalam negeri sekaligus mendapatkan devisa, alih pengetahuan dan teknologi luar negeri adalah mengirimkan tenaga kerja tersebut ke luar negeri sebagaimana hal ini juga dilakukan negara berkembang lainnya.
Hal itu disampaikan Physical Medicine and Rehabilitation Hospital sekaligus Indonesian National Nurse Association in Kuwait, Ulul Azmi Iswahyudi, S.Kep di hadapan puluhan mahasiswa keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Jumat (15/05). Alumni Stikes Banyuwangi ini mengatakan, kawasan Timur Tengah (Saudi Arabia, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar dan Jordania sebenarnya sudah lama menerima para perawat lulusan Diploma III serta ditambah pengalaman selama dua tahun di rumah sakit, kemampuan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, serta lulus seleksi tertulis dan interview maka sudah bisa diterima di rumah sakit di kawasan Timur Tengah tersebut.
Lebih lanjut pria yg sudah 16 tahun bekerja di Kuwait tersebut menjelaskan, lulusan keperawatan di berbagai lembaga pendidikan keperawatan kurang diakui di dunia internasional karena sebagian besar belum memiliki standart international. “Kebutuhan tenaga perawat cukup banyak, tetapi karena belum memiliki standart kompetensi internasional banyak lulusan sekolah keperawatan tidak bisa bekerja di luar negeri. Yang paling penting adalah bisa berbahasa Inggris dan bersertifikat Basic Life Support (BLS) itu dulu,” ungkap Ulul.
Dalam pertemuan di aula tersebut, Ulul memberi masukan kepada semua institusi kesehatan di Indonesia untuk penambahan jam kuliah Bahasa Inggris dan system pembelajaran yang efisien untuk memenuhi target bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan penambahan skill lapangan yang terakreditasi atau kursus yg bersertifikat internasional/ nasional seperti BLS dan sebagainya. “Dengan demikian semakin membuka peluang tenaga kerja para perawat di luar negeri,” harap Ulul. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 7 + 9 =