Maba Stikes Saat Dilatih PBB oleh TNI AL

Maba Stikes Saat Dilatih PBB oleh TNI AL

Sebanyak 176 mahasiswa baru (maba) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menjalani orientasi Pengenalan Program Studi (PPS) 21-24 September yang lalu. Dalam pengenalan PPS itu, mahasiswa yang dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan handal ini juga dilatih PBB langsung oleh TNI AL dan dilanjutkan dengan baksos membersihkan sampah di area Pantai Boom, Kamis (22/9). Dengan berjalan kaki dari kampus Stikes, ratusan mahasiswa ini menuju Pantai Boom.

Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo mengatakan, para mahasiswa ini ikut menjadi bagian dalam usaha pemkab yang sedang menggalakkan pariwisata Banyuwangi. Sejauh ini, Pantai Boom menjadi ikon destinasi wisata baru di Banyuwangi. Pantai Boom yang sedang dirancang menjadi Pelabuhan Marina atau dermaga kapal pesiar. “Oleh sebab itu Stikes ingin ikut menjadi bagian sejarah berdirinya destinasi wisata Pantai Boom dengan wajah barunya kelak,” kata Soekardjo. Soekardjo menjelaskan, PPS sebenarnya adalah salah satu upaya untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman terhadap lingkungan kampus, sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku didalamnya.

Sementara itu salah satu kegiatan lainnya dalam PPS adalah sosialisasi bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Topik ini dibahas tuntas oleh Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setia Budi, SH. Menurut AKP Agung, salah satu kenakalan remaja yang sering dilakukan adalah narkoba. Terjadinya kenakalan remaja ini karena banyak faktor, salah satu pendukungnya adalah lingkungan pergaulan dan krisis identitas. Dalam kesempatan itu perwira polisi itu juga melakukan sample test urine terhadap perwakilan mahasiswa yang telah ditunjuk menjadi relawan. Usai tes urine, hasil pemeriksaan mahasiswa itu dinyatakan negatif. “Alhamdulillah, mahasiswa Stikes Banyuwangi bebas dari narkoba,” papar AKP Agung diiringi dengan tepukan tangan yang meriah oleh peserta yang hadir.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini PPS terlihat lebih edukatif dengan adanya seminar yang disampaikan oleh narasumber dari pejabat luar. Seperti seminar dengan tema Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan oleh Kodim 0825 Banyuwangi, Pengembangan Pariwisata Banyuwangi oleh Dinas Pariwisata, dan Bahaya HIV AIDS oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. “Untuk tahun ini lebih kita maksimalkan dalam seminar, agar semakin meningkatkan pengetahuan para maba. Dan seperti biasa maba yg mengikuti PPS harus menginap di kampus dan tidak diperbolehkan menggunakan ponsel selama proses orientasi,” ujar Soekardjo. (Humas)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *