BriefingSebanyak 75 mahasiswa D3 Keperawatan dari Perguruan Tinggi (PT) se Jawa Timur mengikuti Uji Kompetensi (Ukom) di Stikes Banyuwangi, Sabtu (16/4). Mereka yang mengikuti adalah 39 mahasiswa dari Stikes Banyuwangi, 9 mahasiswa dari Akademi Kesehatan Rustida Glenmore, 25 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jember, satu mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan satu mahasiswa lagi dari Stikes PPNI Mojokerto. Ukom yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) ini sudah kesekian kalinya memilih Stikes Banyuwangi, sebagai tempat diselenggarakannya Ukom D3 Keperawatan baik se- Jatim maupun se-Besuki.

Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo, S. Kep, MM mengatakan, Ukom D3 Keperawatan ini sangat penting untuk diikuti. Sebab Kementerian Kesehatan RI mensyaratkan seluruh perawat harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Perawat tanpa memiliki STR tidak boleh memberikan pelayanan kesehatan maupun membuka praktek.

Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu semua perawat diwajibkan melakukan ukom secara nasional, hingga dinyatakan layak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan diakui secara hukum yang dibuktikan dengan kepemilikan STR.

Menurut Soekardjo, kompetensi perawat pastinya akan dapat berdampak langsung terhadap kepuasan masyarakat akan pelayanan asuhan keperawatan yang terdapat di segala fasilitas kesehatan, misalnya di rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Perawat merupakan profesi kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam perjalanan mewujudkan negeri ini maju dalam bidang kesehatan. “Hal ini dibuktikan dengan lebih banyaknya waktu perawat dalam bertatap muka dengan klien/ pasien dibanding dengan tenaga media yang lain,” kata pria yang hobi bermain tenis tersebut. (Humas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *