Berita

4 April 2016

Mahasiswa D3 Keperawatan Stikes Ikuti Pelatihan ECG

okeSebanyak 28 mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan tingkat akhir Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, belajar praktis membaca Electro Cardio Graphy (ECG), mulai 2 hingga 3 April. Materi yang diberikan langsung tim Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang ini diisi oleh narasumber Ns. H. Bambang Sutikno, S. Kep, M. Kep dan Ns. Eko Suratman, S. Kep. Pada hari pertama, para mahasiswa menjalani pre test, teori praktis, pos test/ ujian setelah evaluasi. Dari hasil evaluasi diketahui apakah para mahasiswa ini bisa lulus atau tidak.

Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM mengatakan, pelatihan ECG ini sangat penting untuk bisa dipelajari mahasiswa Prodi Keperawatan. Tujuannya agar kelak ketika berada di dunia praktis keperawatan, mereka lebih cakap dalam menangani pasien yang mengalami kelainan pada jantung. Sehingga dengan menggunakan ECG ini diharapkan aktivitas elektrik jantung melalui gelombang irama jantung bisa dipresentasikan melalui alat ini. “Alat ECG ini harus dipelajari dan dipahami benar para mahasiswa Stikes. Di dalam alat ECG ini berkaitan dengan irama dan frekuensi jantung, sehingga ketika ada masalah dengan jantung maka langsung bisa dilakukan penanganan dokter,” kata Soekardjo.

Sementara itu Ketua Tim ECG dari RS Syaiful Anwar Malang, Ners Bambang Sutikno, S.Kep mengatakan, kegiatan ini adalah praktikum tindakan merekam jantung. Sebelum para mahasiswa ini terjun langsung ke dunia kesehatan, mereka harus dimasukkan ke dalam laboratorium agar bisa menyesuaikan dengan standar prosedurnya.

Dalam kesempatan itu Tim ECG ingin berbagi ilmu agar kelak bisa melayani masyarakat dimana mahasiswa bertugas. Dalam prosedur non invasi yang tidak melukai pasien, dilakukan secara pelan – pelan sesuai prosedur yang benar. Alat yang digunakan berbeda – beda sebab banyak merk yang bisa digunakan untuk membaca jantung. Dan alat ECG yang dimiliki Stikes ini sudah termasuk alat yang bagus dan bisa merekam dengan cepat dan benar. “Harapan kami dengan praktek ini, para mahasiswa Stikes bisa lebih kompeten dan tanggungjawab kepada pasien. Dan bicara skill, saya yakin Stikes Banyuwangi tidak kalah dengan yg lainnya,” ujar Ns. Bambang Sutikno sembari tersenyum. (Humas)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • twelve + five =