Berita

2 September 2015

Mahasiswi Kebidanan Ikuti Pelatihan Bidan

IMG_2317Sebanyak 71 mahasiswi tingkat akhir Prodi D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi mengikuti pelatihan bidan mulai 10 Agustus hingga 1 September. Materi pelatihan tersebut meliputi Pemantapan APN, Pemantapan KB, Inspeksi Visual Asetat, Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal, serta Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang.

        Kaprodi D3 Kebidanan Stikes Banyuwangi, Indah Christiana, SST, M.Kes mengatakan, tujuan digelarnya pelatihan tersebut untuk memantapkan kemampuan para mahasiswi tingkat akhir dalam menempuh pendidikan di Stikes. Bahkan dalam memberikan pelatihan itu, pihaknya juga menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Banyuwangi dan Tim Gadar (kegawatdaruratan) RSUD Genteng. “Pelatihan ini sudah kedua kalinya kita gelar. Tujuannya untuk memantapkan mahasiswi kami yang bentar lagi mau lulus,” ujar Indah.

        Indah menambahkan, pelatihan ini wajib diikuti karena mahasiswi yang nantinya sudah lulus dari Stikes, bisa mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai pendamping ijazah. Khusus untuk materi Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal pihaknya bersama Tim Gadar yang terdiri dari tim medis langsung memberikan pelatihan di RSUD Genteng. “Karena untuk memudahkan mahasiswi kami dalam menerima pelatihan kegawatdaruratan, apalagi tempat disana juga representatif,” jelas lulusan Magister Kesehatan UNS tersebut.

        Sementara itu Virnanda Virgoriani salah seorang peserta mengaku sangat senang mengikuti pelatihan tersebut. Apalagi para pematerinya orang yang berkompeten di bidangnya. Virna merasa dengan adanya pelatihan tersebut bisa mengasah kembali ilmunya sebagai calon seorang bidan. Apalagi melalui pelatihan ini dirinya bisa mendapatkan sertifikat sebagai bekal seorang bidan. “Senang banget bisa ikut pelatihan ini. Materinya sih udah pernah diajarkan di kuliah, tapi pelatihan ini bagus karena bisa mengingatkan kita kembali tentang ilmu itu. Jadinya sebagai calon bidan kita bener – benar digembleng untuk menjadi bidan yang profesional,” pungkas dara yang pernah menyabet gelar Jebeng Banyuwangi itu. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 17 − 3 =