Berita

21 November 2017

Pelajar dan Mahasiswa se-Kabupaten Banyuwangi Deklarasikan Stop Anti Bullying di Stikes

Ratusan pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Banyuwangi mendeklarasikan Stop Bullying di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Kamis (16/11). Acara yang dilanjutkan dengan Seminar yang bertajuk “Stop Bullying! Respect Each Other” itu digelar oleh Stikes Banyuwangi yang bekerjasama dengan Bumi Sukses Indo (BSI). Seminar itu diisi oleh dua pemateri yaitu Susianah, M.Si dan Emi Wuri Wuryaningsih, M.Kep.,Sp.Kep.J kemudian dibuka oleh Ketua Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Dani Azwar Anas.

Ketua Penggerak PKK, Dani Azwar Anas mengatakan, anak muda rentan terhadap kasus bullying (perundungan, red). Masalah bullying bukan masalah yang tiba – tiba muncul, namun bullying sudah ada sejak dulu. Anak – anak di Banyuwangi harus terhindar dari kasus bullying. Apalagi saat ini Banyuwangi sudah menjadi kabupaten welas asih. Dengan dinobatkannya kabupaten welas asih semoga tidak menjadi kabupaten yang didominasi oleh pelajar yang suka melakukan tindakan bullying. “Seminar ini sudah bagus, hanya perlu tambahan materi dari aspek agama. Karena agama menjadi pondasi yang kuat dalam hidup manusia. Semoga yang hadir disini tidak menjadi pelaku atau sasaran bullying ya,” ujar istri bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

Manager Bumi Sukses Indo (BSI), Bashori Saini mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan oleh persoalan yang besar yaitu bullying. Apalagi kebanyakan para pelaku atau korban bullying adalah mereka para pelajar dan mahasiswa, yang seharusnya jadi penentu generasi kedepan. Sebagai perusahaan tambang di Banyuwangi, pihaknya saat ini terus menjalankan program – program yang bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi. “Persoalan bullying ini adalah salah satu misi kita dalam memberikan sosialisasi bahayanya kepada adik – adik sekolah maupun mahasiswa. Semoga kita bisa memberikan manfaat dan berkontribusi untuk Banyuwangi,” papar Bashori.

Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo turut mengapresiasi atas kerjasama yang telah dilakukan pihaknya dengan BSI. Bahkan seminar itu sangat penting karena menyangkut kepentingan generasi dimasa depan. Kedepan pihaknya berharap agar kerjasama ini akan terus berlanjut sebagai bentuk penyuluhan kepada masyarakat di Banyuwangi. “Kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya kepada BSI dan pihak yang telah membantu kesuksesan dalam acara ini. Semoga kerjasama ini akan terus berlanjut,” harap Soekardjo.

Sementara itu dalam seminar yang diakhiri dengan diskusi panel, para pemateri memaparkan tentang bahaya dari bullying. Dijelaskan, saat ini pengaduan kasus bullying baik dari sekolah maupun media sosial yang dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebanyak 1499 kasus. Jumlah ini belum termasuk jumlah pengaduan kasus tawuran serta kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun psikis yang juga termasuk sebagai bentuk bullyng.

Untuk itu perlu ada peran siswa dan pemerintah dalam mengantisipasi bahaya dari bullying. Untuk peran siswa yaitu berani mengingatkan teman ketika melakukan tindakan bullying, berani melaporkan kepada guru ketika melihat perlakuan bullying, dan menerima perbedaan teman sehingga dapat menghindari tindakan bullying. Sementara peran pemerintah yaitu membuat kebijakan untuk mewajibkan sekolah menerapkan program anti bullying, pembentukan satgas anti bullying, dan mensosialisasikan pengasuhan anak terhadap calon orang tua serta menerapkan program pendampingan pengasuhan yang berbasis sekolah. “Peran siswa, sekolah dan pemerintah sangat penting dalam kasus ini. Semoga ini bisa kita terapkan bersama – sama,” ujar salah seorang pemateri, Susianah, M.Si.

Selain mengkampanyekan deklarasi anti bullying, acara tersebut juga diramaikan dengan testimoni salah seorang mahasiswa yang pernah memiliki pengalaman menjadi korban bullying. Kemudian pada sesi terakhir acara, Ketua Stikes Banyuwangi memberikan cinderamata kepada para pemateri. (Humas)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • four × two =