Blog

22 September 2018

Relawan Stikes Abdikan Diri di Lokasi Gempa Lombok

Muhammad Astoha saat melakukan pemeriksaan tekanan darah pada masyarakat

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi kirimkan tiga relawan ke lokasi gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka adalah Achmad Efendi, S.Kep.,Ns, Rudiyanto, S.Kep.,Ns selaku dosen keperawatan yang memiliki keahlian dibidang kegawat daruratan, dan satu lainnya adalah Muhammad Astoha, mahasiswa keperawatan semester enam. Ketiganya tergabung dalam relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi bersama lima orang lainnya. Mereka semua akan mengabdikan diri selama 10 hari, pada 02 – 13 September

DR. H. Soekardjo, selaku ketua Stikes Banyuwangi mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Stikes terhadap korban gempa Lombok yang telah menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur dan bangunan, serta menelan puluhan korban jiwa. “Selain itu, ini merupakan wujud kami dalam melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ucap Soekardjo

Bentuk pengabdian yang akan dilakukan oleh tim relawan tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan saja, melainkan juga membantu dalam segi materi dan finansial. Dalam kesempatan ini, Stikes Banyuwangi berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp. 4 jutaan dan baju layak pakai untuk didonasikan kepada korban bencana.

Koordinator relawan dari Stikes Banyuwangi, Achmad Efendi S.Kep., Ns mengatakan bahwa selama di lokasi bencana, tim relawan PMI Banyuwangi dipisah untuk bergabung dengan relawan lain dari berbagai daerah. “Kami satu tim dipisah, karena dampak gempa terjadi dibeberapa wilayah. Sehingga, saya dan Pak Rudi satu tim di Lombok  Timur dan Mas Astoha di Lombok Utara, “ kata Efendi

Pria yang juga merupakan pembina KSR di Stikes ini menjelaskan, layanan kesehatan yang ia lakukan bersama timnya adalah terkait pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan dengan dokter, pemberian obat-obatan, serta perawatan luka. Selain itu, tim relawan juga melakukan play education kepada anak-anak kecil korban bencana. “Kami juga mengajak bermain anak-anak kecil, dengan memberikan souvenir yang kami bawa dari kampus. Tujuannya ya untuk menghibur mereka, agar sejenak lupa pada peristiwa yang telah menimpanya,” tambahnya

“Selama kegiatan, saya banyak berinteraksi dengan warga-warga sekitar. Sedikit mencari tau, apa yang sedang dirasakannya saat ini. Banyak pelajaran yang mereka petik, termasuk dengan keyakinan mereka yang mengkaitkan kejadian gempa ini dengan keberadaan Gunung Rinjani, “ imbuh dosen keperawatan itu.

Efendi menceritakan bagaimana sebagian warga percaya bahwa kejadian gempa Lombok merupakan akibat dari manusia yang tidak menjaga keindahan Gunung Rinjani, banyak para pendaki yang merusak alamnya, dan tidak sedikit pula yang meninggalkan sampah di area wisata Gunung Rinjani. “Mungkin bagi masyarakat sekitar, itu adalah pesan untuk kita semua agar selalu menjaga keindahan, kebersihan alam dimanapun itu,” ujarnya

Hal serupa juga dilakukan oleh tim kedua dari relawan PMI Banyuwangi yang salah satu anggotanya adalah Muhammad Astoha, mahasiswa Stikes. Pria yang lebih dikenal dengan nama Azya ini mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur dapat menjadi bagian dari pengabdian tim relawan PMI Banyuwangi ke Lombok, selain mendapatkan pengalaman baru, pria yang memiliki hobi didunia fotografi ini juga memperoleh ilmu baru dari rekan-rekan relawan yang lain. “Pengalaman baru itu pasti, namun ilmu baru yang saya dapatkan juga bermanfaat. Karena dalam satu tim pelayanan kesehatan terdiri dari dokter, perawat, dan juga bidan,” jelasnya

“Selama di Lombok, saya ikut membantu di pelayanan kesehatan seperti melakukan pemerikasaan fisik, pengukuran tekanan darah, perawatan luka, bahkan juga ikut membagikan bantuan kursi roda bagi korban bencana,” cetusnya

Tim relawan lainnya dari Stikes, Rudiyanto S.Kep.,Ns mengaku senang bisa ikut bergabung dengan tim relawan PMI Banyuwangi dan membantu masyarakat Lombok yang terkena bencana. Dirinya ikut tergabung di wilayah Lombok Timur. Kegiatan yang dilakukannya pun sama, membantu memberikan pelayanan kesehatan. “Saya ikut melakukan pelayanan kesehatan dibeberapa daerah, misalnya di Desa Gunung Malang, pengungsian Desa Padak Guar Sambalia, Desa Masbagik Utara, dan beberapa desan lain di Kabupaten Lombok Timur,” papar Rudi

Pria yang juga dosen keperawatan ini berharap, dari kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Relawan Stikes dapat memberikan motivasi kepada semuanya untuk terus membuka hati, saling tolong menolong antar sesama, dan peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar. Dimana untuk menghindari perbuatan negatif baik berupa, pencemaran, pengrusakan, bahkan perbuatan asusila di area wisata alam.

Sementara itu, dr. Sriyanti koordinator relawan PMI Banyuwangi mengapresiasi keterlibatan tiga relawan dari Stikes. Dirinya mengaku senang, ketiga relawan Stikes selalu konsisten apapun pekerjaannya selama di Lombok dilakukan dengan tanggung jawab. “Saya senang bisa bekerjasama dengan mereka, karena semuanya bekerja dengan profesional dan semangat membantu korban bencana di Lombok. Saya berharap, akan terus terjalin kerjasama yang baik antara Stikes dengan PMI, baik kelembagaan ataupun tim relawannya,” tuturnya. (Humas)

Berita Utama
About Stikes Banyuwangi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *