Berita

20 Maret 2014

Stikes Banyuwangi Gelar Kuliah Umum Keperawatan

Stikes banyuwangi

Stikes banyuwangi

Saat ini peluang tenaga keperawatan untuk bekerja atau studi di luar negeri sangatlah besar. Peluang besar tersebut juga dibarengi dengan standar gaji yang tinggi sekaligus kesempatan untuk melanjutkan sekolah disambi dengan bekerja sebagai home nursing atau bekerja di rumah sakit.
Namun saat ini, masih sedikit perawat Indonesia yang tertarik untuk bekerja atau studi di luar negeri. Karena berbagai alasan, di samping kendala penguasaan bahasa asing. Salah satu faktor lain adalah perasaan berat meninggalkan dan jauh dari keluarga.
Hal itu disampaikan oleh Prof. Achir Yani Syuhaimie Hamid, MN, D.N.Sc dalam pemaparan kuliah tamunya di hadapan ratusan mahasiswa Stikes Banyuwangi program keperawatan, Senin (17/3) di Auditorium Stikes Banyuwangi.
Prof Achir menjelaskan, setiap perawat yang ingin bekerja di luar negeri harus mau mempelajari setiap peraturan dan budaya kerja di sana. Untuk bekerja di luar negeri seorang perawat Indonesia harus terstandar secara nasional.
Sementara itu Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo S.Kep, MM menambahkan, tantangan dunia keperawatan harus dijawab dengan peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, Stikes secara berkompeten memberikan pemahaman tentang peluang dan prospek keperawatan ini.
Pak Kardjo demikian panggilan akrabnya menjelaskan, pada Maret ini Stikes menghadirkan tiga narasumber berskala nasional. Yaitu mulai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. H. Mahfud MD dan Menteri BUMN Prof. Dahlan Iskan. Mereka memberikan motivasi kepada para mahasiswa Stikes. (*)

 

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 3 × 3 =