Seminar Nasional Stikes BanyuwangiSetelah sukses menggelar seminar internasional bertajuk Inter Professional Education and Care beberapa waktu lalu, kini Stikes Banyuwangi kembali menghelat seminar nasional dengan tema “Optimalisasi Perkembangan Anak Melalui Penerapan Developmental Care” di Auditorium Stikes Banyuwangi (6/8). Adapun yang menjadi narasumbernya adalah staf pengajar dari Universitas Indonesia, DR. Imami Nur Rachmawati, S.Kp., MSc dan Yeni Rustina, SSp., MappSc., PhD serta staf pengajar dari Stikes Banyuwangi Ninis Indriani M.Kep., Ns. Sp. Kep. An dan Stephanie Devi Artemisia, M.Si, Apt.

        Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo memberikan apresiasi terhadap seminar nasional ini. Menurut mantan Ketua PPNI Banyuwangi tersebut, seminar kesehatan ini memberikan pemahaman mengenai dunia kesehatan yang harus diperhatikan oleh praktisi kesehatan. Permasalahan di lahan praktek saat ini, sebagian besar instansi pemberi pelayanan kesehatan pada bayi dan anak belum menerapkan prinsip developmenmental care dalam merawat bayi terutama bayi dengan prematur dan berat badan lahir rendah yang kemungkinan berhubungan dengan minimnya pengetahuan serta keterampilan personal.

        Hal ini membuat peran serta tenaga kesehatan khususnya perawat belum maksimal dalam melakukan perawatan bayi dengan risiko tinggi. Akibatnya banyak bayi dengan risiko tinggi yang kurang optimal proses pertumbuhan dan perkembangannya sebagai dampak dari proses hospitalisasi dan gangguan fisiologis pada bayi risiko tinggi. “Kedepan kami akan menggelar seminar internasional yang narasumbernya dari lima negara, yaitu Indonesia, Australia, Inggris, Thailand dan Jepang. Dan kami mendorong kepada peserta untuk mengikuti seminar ini dengan seksama sebab ilmu lebih penting daripada sertifikat,” imbuh Soekardjo.

        Sementara itu Dr. Imami Nur Rachmawati selaku narasumber mengatakan, pelaksanaan developmental care sangat penting dilakukan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan bayi, terutama bayi dengan resiko tinggi dan mencegah dampak jangka pendek dan jangka panjang akibat proses perawatan di ruang intensif dan akibat berbagai penyimpangan kondisi fisiologis bayi resiko tinggi. “Tujuan dari pelaksanaan developmental care adalah minimalisasi potensi terjadinya komplikasi jangka pendek dan jangka panjang sebagai akibat pengalaman hospitalisasi di ruang perawatan intensif. Adapun pengenalan terhadap perilaku bayi, termasuk pengenalan terhadap kerentanan fisik, fisiologis dan emosional merupakan hal yang mendasari pemberian developmental care ini,” papar dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia itu.

        Dalam seminar nasional tersebut dihadiri oleh IBI Banyuwangi, PPNI Banyuwangi, Perwakes Bida dan Ikoma. Pada awal acara, para narasumber diberikan kehormatan dengan pemberian kalungan kain batik, dan pada sesi terakhir, mereka juga diberikan piagam dan cinderamata berbentuk gandrung. (Humas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *