Berita

29 Desember 2014

Stikes Buat Film Documenter

Berbagai cara telah dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi dalam melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selain menggelar penyuluhan, dan pemeriksaan gratis yang sudah biasa dilakukan, kali ini Stikes ingin membuat media yang berbeda, melalui film documenter. Hal ini sudah dilakukan mahasiswa prodi Profesi Ners yang baru saja menggelar Praktek Keperawatan Masyarakat Desa (PKMD) di Desa Kedungasri Kecamatan Tegaldlimo pada 20 Oktober hingga 13 Desember yang lalu.
Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM mengatakan, tujuan dibuatnya film documenter tersebut ingin memperkenalkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat di desa Kedungasri, yang kebanyakan memang belum mengenal hidup sehat. Bahkan dalam pembuatan film documenter itu pihaknya juga melibatkan semua unsur untuk menjadi pemain mulai dari komunitas masyarakat, mahasiswa dan juga pejabat di Kecamatan Tegaldlimo. Pembuatan film tersebut digarap langsung oleh kameramen yang sudah profesional . Dalam film yang mengupas tentang desa siaga itu diceritakan tentang kegiatan pelayanan kesehatan seperti penyuluhan kepada masyarakat, hingga ajaran untuk hidup bersih sejak dini.
Tidak hanya diputar pada saat penutupan PKMD saja. Beberapa waktu yang lalu seluruh civitas akademika juga berkesempatan untuk menyaksikan film documenter di auditorium Stikes Banyuwangi. Bahkan dalam penayangan perdana dihadapan seluruh penonton itu, para aktor dan sutradara yang semuanya berasal dari lulusan sarjana keperawatan tersebut juga diperkenalkan diatas panggung.
Soekardjo dalam sambutannya memaparkan, kedepan pihaknya berharap agar pembuatan film documenter ini tidak hanya dilakukan mahasiswa Prodi Profesi Ners saja, namun juga dilakukan mahasiswa Prodi Keperawatan dan Kebidanan sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Bahkan pihaknya juga berencana akan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Per-film-an yang bertujuan untuk mewadahi bakat minat mahasiswa dalam hal akting dan produksi film. “Untuk sutradara, produser dan aktor semuanya adalah mahasiswa kami. Setelah UKM Jurnalistik, kami berencana akan membentuk UKM Per-film-an. Namun kita belum bisa tentukan siapa dosen pembinanya, karena masih akan kami seleksi lagi,” ucap pria yang hobi bermain tenis tersebut. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • fifteen + 10 =