Berita

21 Februari 2015

Stikes Gelar Pelatihan Rukyah Syar’iyyah Nasional

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menggelar seminar nasional tentang pelatihan rukyah syar’iyyah. Pelatihan ini digelar selama tiga hari berturut – turut sejak 19-21 Februari. Pesertanya berasal dari berbagai kota provinsi di Indonesia. Sementara narasumbernya yang hadir adalah Ustad Dr Syafiq Reza Basalamah , MA; Ustad Dr Muhammad Nur Ihsan, Lc, MA dan Ustad Muhammad Ayyub, LC.
Seminar nasional ini juga melaunching buku rukyah syar’iyyah tanpa kesurupan oleh dr Kusnuriyanto dokter dan praktisi ruqyah syar’iyyah Malang. Sebelum acara seminar dimulai, Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM menyambut baik kegiatan ini. Menurut mantan Ketua PPNI Banyuwangi itu menilai ruqyah mempunyai manfaat untuk beberapa terapi diantaranya untuk terapi penyakit fisik dan psikis. Secara medis terapi ruqyah sudah diakui keefektifannya untuk mengobati penyakit fisik maupun psikis.
Di dalam ilmu keperawatan pemeriksaan awal klien meliputi fisik, psiko, sosio dan spiritual. Dari sisi spiritual yang biasa dilakukan adalah berdoa, maka pelatihan ruqyah ini adalah pengembangan dari spiritual berdoa tersebut. “Dengan pelatihan rukyah syar’iyyah ini diharapkan kita dapat melakukannya secara mandiri,” kata Soekardjo kemarin.
Ustad Arifuddin, M.Pd.I pemerhati rukyah syar’iyyah sekaligus dosen Stikes Banyuwangi mengatakan, rukyah syar’iyyah adalah sebuah terapi syar’i dengan cara membacakan ayat–ayat suci Al Quran dan doa-doa perlindungan yang bersumber dari sunnah Rasulullah SAW untuk penjagaan, perlindungan, pengobatan dan penyembuhan baik untuk diri sendiri maupun orang lain dari berbagai gangguan dan penyakit medis dan non medis.
Jika kita sedang mendapatkan banyak masalah, problem yang membuat kita stress, jangan panik. Kita harus melakukan relaksasi dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al Quran agar mendapatkan ketentraman juga obat bagi hati yang sakit. “Ruqyah syar’iyyah merupakan bagian dari syumuliyah Islam yang dapat digunakan untuk media dakwah sehingga diharapkan terapi rukyah yang dilakukan tidak keluar dari bingkai dakwah Islam,” jelas Arifuddin.
Arifuddin menambahkan, dalam pelatihan rukyah syar’iyyah ini peserta akan mendapatkan beberapa materi berkaitan dengan gangguan jin hingga penanganannya. Selain itu peserta juga diberi materi tentang maping jin dalam tubuh dan empat teknik rukyah untuk indigo/ jin turunan, jin psikologis dan penyakit ain. “Para peserta juga akan diberikan materi pendalaman 10 teknik rukyah mandiri tanpa kesurupan,” pungkasnya. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 4 × 3 =