Pengabmas JambuSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi tidak sekedar membekali mahasiswanya secara teoritis, tetapi juga mendorong seluruh civitas akademikanya untuk mampu mengaplikasikan ilmu kesehatan yang didapatkan di kampus ke tengah – tengah masyarakat, sebagai perwujudan keterpanggilan perguruan tinggi ini, untuk ikut serta dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, seperti Posyandu Jambu yang terletak di Dusun Krajan 1, Desa Alas Buluh , Kecamatan Wongsorejo, Rabu (23/3).

Kegiatan bakti sosial (baksos) dalam rangkaian HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke 42 tahun ini mengambil tema, “Keperawatan adalah Sumber Utama Pembentukan Sistem Kesehatan yang Handal Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”. Kegiatan baksos ini diawali dengan penyuluhan tentang Imunisasi, kemudian dilanjutkan konsultasi dan pemeriksaan gratis yang diikuti para warga Dusun Krajan 1 di Posyandu Jambu.

Pelaksana Tugas Pusat Penelitian dan pengabdian Masyarakat (PPPM) Stikes Banyuwangi, Betty Erda Yoelianita, S. Psi mengatakan, tujuan pihaknya menggelar kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis ini, salah satunya untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus untuk mengajarkan pola hidup sehat bagi penduduk yang masih minim akan pengetahuan tentang kesehatan. Apalagi penduduk sering mengeluhkan penyakit gatal – gatal, karena kurangnya menjaga pola kebersihan di lingkungan tersebut.

Mengapa pihaknya melakukan penyuluhan tentang imunisasi, Betty menjelaskan karena menurut informasi yang diperoleh dari PKM Wongsorejo, wawasan pengetahuan imunisasi di Dusun Krajan 1 masih dinyatakan rendah. Hal itu bisa terlihat dari kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dari pemerintah beberapa waktu yang lalu, dimana cakupan peminatnya masih sangat minim. “Mengapa kami mengambil topik penyuluhan tentang imunisasi, karena kurangnya kesadaran warga disini tentang pentingnya imunisasi. Setelah kami berdiskusi dengan PKM Wongsorejo, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil topik penyuluhan tentang imunisasi,” ujar perempuan cantik tersebut.

Kedatangan Stikes Banyuwangi di Posyandu Jambu disambut baik oleh Kadus Krajan 1, Astutik Maimunah. Dikatakannya, pihaknya sangat bersyukur atas kedatangan tim dari Stikes Banyuwangi. Dirinya berharap, agar Stikes sering melakukan penyuluhan secara rutin di Posyandu Jambu. Apalagi animo masyarakat juga luar biasa, mereka yang terdiri mulai dari para lansia dan anak – anak rela antri berjam – jam untuk memeriksakan kesehatannya. “Alhamdulillah, antusias warga kami juga sangat tinggi, mungkin ini baru pertama kalinya kami mengundang dari institusi. Kami berharap agar Stikes Banyuwangi bisa terus melakukan kegiatan ini sebagai rutinitas,” kata Bu Mai begitu panggilan akrabnya.

Bu Mai juga menjelaskan, minimnya kesadaran berimunisasi terjadi karena saat ini banyak warga yang lebih percaya akan pengobatan alternatif, dengan menggunakan terapi lebah. Sehingga hal itulah yang membuat mereka kurang merespon tentang program Imunisasi dari pemerintah. Untuk itu pihaknya menganjurkan kepada Stikes Banyuwangi untuk memberikan penyuluhan tentang Imunisasi. “Saya kurang tahu apakah pengobatan alternatif itu bisa menyembuhkan penyakit apa tidak. Tapi yang jelas kami tidak pernah bosan untuk mengingatkan dan memberi pemahaman kepada mereka tentang pentingnya Imunisasi. Maka untuk itulah kami mengundang Stikes Banyuwangi untuk memberikan pemahaman kepada mereka,” ujar Bu Mai. (Humas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *