Berita

22 Maret 2016

Stikes Jalani Visitasi Akreditasi D3 Keperawatan

Kaprodi D3 Keperawatan Stikes Banyuwangi saat Menerima Berkas Visitasi Akreditasi dari Asesor

Kaprodi D3 Keperawatan Stikes Banyuwangi saat Menerima Berkas Visitasi Akreditasi dari Asesor

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menjalani visitasi akreditasi Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan. Akreditasi yang dilakukan tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PT Kes) Indonesia tersebut berlangsung dua hari yakni 21-22 Maret. Ada dua asesor yang melakukan visitasi akreditasi di Stikes. Mereka adalah Dr. Michiko Umeda, S.Kp, M. Biomed dari Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Ni Ketut Kardiyudiani, M.Kep, Sp, Kep, MB dari Akademi Keperawatan Notokusumo Yogyakarta.

Tim asesor LAM-PT Kes itu melakukan beberapa penilaian berkaitan dengan visitasi akreditasi Prodi D3 Keperawatan. Seperti penilaian terhadap borang atau portofolio Prodi beserta lampiran – lampirannya melalui pengkajian. Selain itu juga dilakukan penilaian di lapangan untuk validasi dan verifikasi hasil pengkajian atau penilaian di tempat kedudukan Prodi. “Kehadiran para asesor ini akan memberikan keyakinan kepada civitas akademika Stikes sebagai salah satu bentuk sistem penjaminan mutu eksternal Prodi Perguruan Tinggi (PT). Dan dari akreditasi itu pula PT bisa lebih memacu serta mengambil peluang untuk meningkatkan mutu PT,” kata Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo, S. Kep, MM.

Soekardjo menambahkan, akreditasi Prodi sangat penting bagi Stikes. Akreditasi salah satunya ditujukan untuk mendorong perbaikan mutu Prodi secara berkelanjutan. Akreditasi itu untuk membantu PT melakukan penjaminan mutu sebagai pertanggungjawaban publik PT. Bahkan akreditasi ini juga bertujuan untuk menjadi bahan pertimbangan penerimaan pegawai, pengakuan ijazah, kompetensi internasional dan sebagai dasar sertifikasi atau lisensi, serta bahan masukan untuk evaluasi kualitas PT.

Soekardjo menjelaskan, akreditasi juga bisa memberikan manfaat pada semua pihak, baik itu pemerintah, calon mahasiswa atau orangtua serta Prodi yang bersangkutan. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu PT dan tenaga kerja yang lulus dari PT yang sudah terakreditasi. Selain itu pemerintah juga bisa mendapatkan informasi mengenai PT dalam menentukan beasiswa atau hibah yang akan diberikan bagi institusi dan mahasiswanya. “Prodi yang sudah terakreditasi juga menjadi media informasi bagi para calon mahasiswa atau orangtua, pasar kerja, mengenai kualitas PT serta lulusannya. Dan manfaat bagi PT yang bersangkutan, juga akan lebih mudah menjaring kemitraan dengan institusi lain dari dalam maupun luar negeri,” ujar mantan Ketua PPNI Banyuwangi tersebut.

Sementara itu Dr. Michiko Umeda, dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya sebagai asesor mempunyai tanggungjawab untuk meningkatkan moral bagi tenaga perawat. Proses pembelajaran terletak pada kurikulum sebagai ruhnya. Tri Dharma Perguruan Tinggi harus ditingkatkan sehingga setahun kedepan bisa lebih baik lagi, apalagi di Banyuwangi belum begitu banyak kompetitor sekolah kesehatan. Dan satu lagi nilai – nilai kearifan lokal Banyuwangi harus semakin ditingkatkan. “Nilai – nilai kearifan lokal harus selalu dijaga untuk melestarikan budaya. Dan satu lagi bapak dan ibu mohon untuk berinovasi demi kemajuan perawat di Indonesia,” ujar Dr. Michiko. (Humas)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 4 × 3 =