Berita

7 Januari 2014

Stikes Kembali Terima Penghargaan Bergengsi dari PRI

Prestasi yang diraih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi terus melesat. Belum lama ini kampus di bawah kepemimpinan DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM., tersebut meraih penghargaan dari Pusat Rekor Indonesia (PRI) untuk kategori The Best Inspiring Education of The Year.

Stikes Menerima Anugerah PRI

Stikes Menerima Anugerah PRI

PRI adalah lembaga manajemen yang mengkhususkan diri pada pencatatan pemecahan rekor dan memberikan penghargaan atas prestasi anak bangsa dalam berbagai bidang. Soekardjo dinilai berhasil memberikan motivasi kepada seluruh civitas akademika kampus Stikes untuk berpikir lebih maju. Inspirasi pendidikan yang ditanamkan Soekardjo kepada seluruh civitas dinilai mampu mendongkrak popularitas kampus yang dahulu bernama Akademi Keperawatan itu menuju kampus Stikes hanya dalam kurun waktu lima tahun.
Pak Kardjo demikian nama panggilan akrabnya menjelaskan, selama ini Stikes dibangun atas political will yang baik dengan Pemkab Banyuwangi. Program dunia pendidikan kesehatan dan program Pemkab Banyuwangi terjalin sangat baik. Bahkan kampus Stikes dibangun dengan konseptual 25 tahun mendatang. Program jangka panjang itu diprogram sejak awal agar tercipta mutu pendidikan yang berkualitas. Selain itu membangun dunia pendidikan dtambahkan pak Kardjo kuncinya ada tiga, yaitu membangun sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pasar. Mengapa harus dipikir hingga 25 tahun ke depan? Pak Kardjo menganalisis, ada korelasi yang kuat antara sumber daya manusia, pendidikan dan pembangunan. Dengan begitu, diperlukan perencanaan sejak dini agar ke depan pendidikan berjalan sesuai harapan. Sebagai sekolah pendidikan kesehatan, Stikes akan menambah sejumlah program studi. Tahun 2014 ini Stikes akan membuka D3 Farmasi. Tahun 2015, Stikes berencana membuka prodi gizi dan analis. Jangka panjangnya adalah mendirikan prodi kedokteran.
Sementara itu, pak Kardjo dinilai tidak hanya mampu menganalisis kebutuhan pendidikan ke depan dengan baik, mantan Kabag Tata Usaha RSUD Blambangan itu juga dianggap teladan bagi semua dosen pengajar Stikes. Menurut dia, dosen sebagai tenaga pendidik professional tidak cukup hanya menguasai ilmu yang akan diajarkan, melainkan juga harus memahami kondisi mahasiswa yang dihadapi.
Oleh karena itu, sangat diperlukan dosen yang inspiratif, mampu mendidik, memberi teladan yang baik dan bisa memahami kondisi kejiwaan mahasiswa, serta mampu memotivasi dan memberi semangat peserta didik kearah kemajuan. Selain itu demi mendukung kualitas dosen yang inspiratif, Stikes menyekolahkan 16 dosen ke strata magister dan doctor ke beberapa perguruan tinggi ternama. Ada yang di Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana dan Universitas Gajah Mada. (*)

Berita Utama , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • fifteen − 1 =