camat-songgon-tempel-stiker

Camat Songgon Saat Menempel Stiker Berantas TB Paru di Rumah Warga

Kabar gembira datang dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Bagaimana tidak? Tahun ini tim yang terdiri dari dosen Stikes berhasil lolos dalam pengajuan proposal penelitian yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Banyuwangi, belum lama ini.

Ada dua tim yang telah dinyatakan lolos, mereka adalah Hariaji Sugito, Anita Dwi Ariyani dan Nur Hidayatin yang mengambil judul “Model Pemberdayaan Masyarakat melalui KIE Inovatif sebagai Upaya Penurunan Kasus TB Paru di Kecamatan Songgon”, serta tim lainnya yang terdiri dari Muhammad Al Amin, Pipit Hariyono dan Achmad Effendi dengan judul “Perlunya Pembinaan Kader Kesehatan Remaja Tingkat SMA tentang Trias UKS terhadap Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja pada Siswa se-Kecamatan Srono”.

Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo menyambut baik kabar gembira tersebut. Pasalnya Sebagai kampus kesehatan di Banyuwangi, pihaknya tidak hanya melaksanakan pendidikan dan pengajaran di lingkungan kampus saja, namun juga melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Hal itu mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tercantum pada standart kompetensi akademik Stikes Banyuwangi, yang menyatakan bahwa dosen diwajibkan meneliti satu kali dalam satu tahun. “Alhamdulillah, tahun ini ada dua tim yang berhasil lolos ke Bapeda. Semuanya adalah dosen Stikes Banyuwangi. Saya berharap semoga dengan lolosnya penelitian ini bisa menstimulasi dosen yang lain untuk selalu aktif melakukan penelitian,” ujar Soekardjo.

Dalam penelitian di Kecamatan Songgon beberapa waktu yang lalu, tim peneliti dari Stikes itu disambut baik oleh Camat Songgon, Wagiyanto. Dikatakannya, saat ini pihaknya sudah membentuk Pokja (Kelompok Kerja, red) Penanggulangan TB Paru yang bekerjasama dengan Puskesmas Songgon, yang sudah dikukuhkan pada 14 September lalu. Sementara fungsi dari Pokja itu sendiri sebagai upaya implementasi agar warga yang terkena TB paru bisa terdeteksi sejak awal, sehingga dapat segera tertangani. Bahkan dalam pengukuhan kemarin pihaknya juga melakukan aksi penempelan stiker Gerakan Bebas TB di rumah warga yang mengidap penyakit itu. “Kami ingin memberantas TB paru di kecamatan ini agar masyarakat bisa terbebas dari penyakitnya. Kami ingin menjadikan Kecamatan Songgon sebagai role model. Selain itu akan ada penyerahan hadiah bagi Pokja yang berprestasi,” ucap Wagiyanto.

Selain melaksanakan penelitian, para mahasiswa Stikes dari Prodi Profesi Ners bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, juga menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Balai Desa Balak Kecamatan Songgon (5/10). Kegiatan tersebut bertajuk Penyuluhan Penyakit Menular yang disampaikan Kasi Pencegahan Penyakit Menular oleh Sudarto Setyo dan Pelatihan Pemandian Jenazah oleh Ns. Heri, yang diikuti semua warga Desa Balak.

Ketua kelompok Kegiatan, Eko Adi Rifanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, mengenai pentingnya hidup sehat agar tidak terinfeksi penyakit menular, dan mengajarkan kepada masyarakat agar tahu bagaimana cara memandikan jenazah yang benar dan aman. “Kami dari semua kelompok PKMD Profesi Ners bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, untuk sarana edukasi dan pembelajaran kepada mereka,” papar mahasiswa semester akhir ini. (Humas)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *