pak-gik-dan-yayasan

Sugihartoyo (2 dari kiri) foto bersama pengurus Yayasan Perwakes Bida.

Memiliki intelektual yang tinggi, ramah dan murah senyum itulah keseharian dari Sugihartoyo, SH, MH (54). Pria yang akrab dipanggil dengan nama pak Gik ini, sudah lama menjabat sebagai Penasehat Hukum di Yayasan Persatuan Warga Kesehatan Bina Husada (Perwakes Bida) dan sebagai Dewan Penyantun di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Laki – laki asli Banyuwangi ini begitu terlihat familiar ketika menyambut Majalah SMART yang berkunjung ke kediamannya, baru – baru ini. Bagaimana Stikes dimata Pak Gik? Dan apa harapannya untuk Stikes? Berikut petikan wawancara Stikes Banyuwangi bersama Pak Gik.

        Sejak Kapan Bergabung dengan Stikes, dan apa yang Membuat Bapak Tertarik Mengisi Posisi sebagai Penasehat Hukum dan Dewan Penyantun di Stikes?

        Saya awal masuk di Stikes itu sudah lama ya. Jauh sebelum berdirinya Stikes atau dulu dikenal dengan nama Akper Blambangan. Kira – kira mulai tahun 2000 awal, Kami atas nama yayasan bersama – sama membesarkan Stikes atas dasar kepercayaan. Dan Kami memiliki kepentingan bersama untuk membangun Stikes. Memang waktu itu belum resmi, belum ada hitam diatas putih. Jadi sejak Akper Blambangan ada, kami sudah bergabung.

        Bagaimana Peran Bapak sebagai Penasehat Hukum dan Dewan Penyantun di Stikes? Dan apa saja Tugasnya?

        Kalau sebagai Dewan Penyantun di Stikes Saya bertugas untuk memberikan support agar lembaga Stikes selalu sehat, berkualitas dan diterima oleh masyarakat. Sedang sebagai Penasehat Hukum, Saya bertugas memberikan bantuan atau nasehat hukum. Peran kami di Stikes mulai berjuang sejak awal berdirinya Akper Blambangan, hingga konversi menjadi Stikes Banyuwangi. Dari perkembangan itu banyak liku – liku yang harus Kita hadapi bersama. Dan alhamdulillah Kita bisa melewatinya.

        Menurut Bapak Bagaimana dengan Perkembangan Stikes saat ini?    

        Stikes mengalami akselerasi yang luar biasa. Tata kelola kelembagaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana juga telah memadai. Padahal Renstra (Rencana Strategi-red) kami yang meliputi 3P yaitu Pemantapan, Penguatan dan Pengembangan untuk membangun Stikes waktu itu kira – kira bisa membutuhkan waktu sampai lima tahun. Tapi hanya dalam waktu kurang dari lima tahun Stikes sudah bisa maju seperti sekarang ini. Luar biasa Stikes dibawah kepemimpinan Bapak Soekardjo dengan segenap civitas akademikanya.

        Hal – Hal apa saja yang Membuat Stikes bisa Dikatakan Maju dan Berkembang?  

        Karena Stikes sudah mengalami tiga fase dalam pengembangan Perguruan Tinggi yang meliputi 3P tadi. Yaitu Pemantapan, dalam hal ini bisa diartikan melalui tenaga akademik dan kemahasiswaannya. Penguatan, dalam hal ini bisa diartikan struktural atau kualitas SDMnya, yang langsung diikuti dengan Pengembangan gedung kampus dan sarana prasarana. Saya memprediksikan, dalam jangka panjang Stikes memiliki investasi ketenagakerjaan yang tinggi. Karena kelebihan dari Stikes itu memiliki SDM yang solid dan unggul. Disamping itu SDM yang masih muda dan latar belakang dosen yang berpendidikan S2 bahkan S3 juga menjadi kekuatan dari Stikes.

        Selain itu akselerasi Stikes untuk menjadi unggul tidak akan lama. Karena Stikes memiliki tiga investasi yaitu, Intelektual, Spiritual dan Sosial. Intelektual, dimana Stikes dalam pengelolaan akademiknya tidak hanya sekedar pembelajaran klasikal, tetapi sangat banyak praktek – praktek yang menunjang akademik, sebagai kekayaan intelektual bagi mahasiswanya. Sedangkan untuk sosialnya, bisa dilihat dari kerjasama Stikes secara makro, seperti kerjasama Stikes dengan beberapa negara, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, bakti sosial dan lain sebagainya. Sedangkan untuk spiritualnya, hal itu bisa terlihat dari kegiatan kemahasiswaan seperti Emotional Spiritual Quotient (ESQ), pelatihan ruqyah nasional dan kegiatan keagamaan dalam lintas agama. Kita tidak berbicara religius, namun kita berbicara secara holistik. Saya lebih suka menyebut spiritual karena lingkupnya lebih luas.

        Selain sebagai Penasehat Hukum dan Dewan Penyantun, Kita Ketahui Bersama bahwa Bapak juga Berperan sebagai Dosen di Stikes. Kalau boleh tahu Mengajar Mata Kuliah apa saja? Dan Bagaimana Tanggapan Bapak terhadap Mahasiswa Stikes?

        Di Stikes Saya diamanahkan untuk mengajar dua mata kuliah yaitu, Pancasila untuk semua prodi dan Etika Legal untuk prodi D3 Kebidanan. Selama mengajar, Saya selalu melihat diskusi yang hidup dari para mahasiswa. Mereka ada kepedulian dan ada interaksi yang baik selama Saya mengajar disana. Begitu juga dalam mengerjakan tugas, Mereka juga selalu disiplin dalam mengerjakannya, sehingga bobot mahasiswanya sangat membanggakan.

        Terakhir, apa Pesan dan Harapan yang bisa Disampaikan untuk Stikes Banyuwangi, pak?

        Saya berharap kedepan Stikes Banyuwangi bisa menjadi Roll Model bagi kampus – kampus lain. Karena sejauh ini Stikes adalah kampus yang mampu mengakomodir secara komprehensif holistik. Seperti dimana Stikes tidak hanya menjalankan tata kelola internal Stikes, tetapi juga sangat peduli terhadap program – program eksternal. Bahkan ada kemauan yang kuat untuk membuat program terpadu di berbagai bidang. Kedekatan dengan masyarakat juga harus selalu digalakkan.

        Solidaritas, komitment dan SDM disana harus total untuk pengembangan Stikes. Intinya untuk semua karyawan Stikes, bekerja jangan setengah – setengah. Itikad baik untuk ikut mencerdaskan anak bangsa dan meluruskan harkat martabat manusia harus selalu didahulukan. Saya yakin kesolidan dan kemampuan serta kemauan struktural Stikes, badan penyelenggara (Perwakes), civitas akademika, Ikoma dan semua pemangku kepentingan atau stakeholder Stikes sebagai modal untuk menjadikan Stikes maju, terbaik, terdepan dan terpercaya. (*)

 

Curiculum Vitae

Nama Lengkap            : Sugihartoyo, SH, MH

Tempat, Tanggal Lahir  : Banyuwangi, 26 Januari 1960

Nama Istri                  : Ribut Endang Irianti

Nama Anak                 : 1. Puput Rahmawati (30)

  1. Junita Iliana (28)
  2. Dimas Citra Bangsa (23)

Riwayat Pendidikan      :

  1. Angkatan SDN Trembelan Cluring tahun 1967
  2. Angkatan SMPN Benculuk tahun 1973
  3. Angkatan SMPPN Banyuwangi tahun 1976
  4. Angkatan S1 Fakultas Hukum Unej tahun 1980

5.Angkatan S2 Magister Hukum Universitas Widya Gama Malang tahun 2009

Pengalaman Organisasi :

  1. Pernah mengikuti kursus Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tahun 1998 di Jakarta
  2. Organisasi Dewan Harian Cabang 45 (hingga sekarang)
  3. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi (hingga sekarang)
  4. Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi (hingga sekarang)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *