Berita

12 Januari 2015

Stikes Segera Kirim Mahasiswa di Universitas Malaysia

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi akan berencana mengadakan pertukaran mahasiswa di Universitas Malaysia. Tidak hanya pertukaran mahasiswa, bahkan Stikes juga akan mengirim dosen untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 di negeri Jiran tersebut. Kerjasama yang diwadahi Asosiasi Institusi Pendidikan Nurse Indonesia (AIPNI) tersebut dicetuskan dalam Annual Meeting of The Association of Indonesian Nurse Education Center (AINEC) and International Symposium di Pontianak, Kalimantan Barat mulai 13-15 November yang lalu.
Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM mengatakan, tujuan pihaknya mengadakan pertukaran mahasiswa dengan Universitas Malaysia sebagai bentuk peningkatan jenjang pendidikan. Bahkan setelah Universitas Chiang Mai Thailand, Universitas Tasmania Australia, dan Universitas Malaysia, pihaknya juga akan bekerjasama dengan institusi pendidikan di Filipina. Soekardjo menambahkan, berbeda dengan kualifikasi di universitas yang sebelumnya. Kalau di universitas sebelumnya Bahasa Inggris menjadi syarat penting untuk berkomunikasi, namun di Malaysia Bahasa Inggris tidak menjadi syarat mutlak, karena masih menggunakan Bahasa Melayu sebagai pengantar mereka. Meskipun begitu pihaknya akan terus menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kampus di Stikes mulai tahun 2015. “Kalau di Malaysia masih menggunakan 50 persen Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka, dan 50 persen Bahasa Melayu. Tapi kita akan terus kembangkan SDM kita untuk selalu berkomunikasi dengan Bahasa Inggris”. Imbuh pria yang pernah menyabet Top of Figure 2014 tersebut.
Sementara itu Soekardjo menjelaskan, saat ini semua aspek tata kelola, tenaga kependidikan, pembelajaran dan pengabdian masyarakat di Stikes Banyuwangi terus ditingkatkan tiap tahunnya. Dalam sisi fasilitas pihaknya juga telah membangun gedung rektorat, gedung serbaguna dan perpustakaan. Bahkan pihaknya juga akan mengembangkan E- Journal (Electronik Journal-red) sebagai media ilmu secara online yang didaftarkan melalui Ditjen Dikti. Bahkan pengembangan marketing juga sudah dirubah polanya, sehingga bisa maksimal dalam memperkenalkan kampus Stikes di beberapa sekolah, terutama di luar Banyuwangi. Sementara itu dalam sisi Sumber Daya Manusia (SDM), pihaknya juga telah banyak memiliki dosen yang berpendidikan S2. “Setelah ini kita akan menyiapkan dosen yang akan melanjutkan ke pendidikan S3. Kedepan kita harus punya guru besar sendiri,” harapnya. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • twenty − thirteen =