Berita

21 Maret 2016

Stikes Wisuda S1 Keperawatan dan Lantik Ners

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menggelar wisuda S1 Keperawatan dan pelantikan serta pengambilan sumpah profesi Ners pada Sabtu (19/3). Bertempat di auditorium Stikes Banyuwangi, sejumlah wali mahasiswa serta undangan khusus menyaksikan prosesi sidang terbuka ke-22 tahun ini.

Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo mengatakan, dalam senat terbuka ini ada 18 mahasiswa S1 Keperawatan yang diwisuda. Sementara 63 mahasiswa yang telah menjalani program profesi Ners setahun, dibeberapa rumah sakit negeri maupun swasta di Banyuwangi dan Malang dilantik dan diambil sumpah sesuai profesi Ners-nya.
Dalam sambutannya mantan Ketua PPNI Banyuwangi ini berharap, dengan pelantikan Ners bukan berarti pekerjaan telah selesai. Namun justru menjadi tantangan sekaligus ujian Ners pada masyarakat. Seberapa besar kontribusi profesi Ners melayani tentu sangat ditunggu masyarakat. “Masyarakat sangat berharap peran para Ners Stikes dalam memberikan pelayanan terbaik,” tutur pria penggiat tenis ini.

Pria yang pernah dinobatkan sebagai tokoh Top Figure Innovative ini menambahkan, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) maka pihaknya melakukan berbagai langkah. Salah satunya meningkatkan tingkat keilmuan dosen yang disekolahkan ke jenjang S2 dan S3 ke beberapa universitas ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Brawijaya (UB) dan Udayana. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan puskesmas, baik yang ada di Banyuwangi maupun Malang.

Stikes juga telah menjalin kerjasama dengan National Institute of Information Technology (NIIT) India, jalinan kerjasama untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Stikes juga menjalin kerjasama dengan perkumpulan perawat yang berada di Farwaniya Hospital Kuwait. Kerjasama ini juga diharapkan agar lulusan Keperawatan Stikes bisa bekerja di Kuwait. Nota kesepahaman antara Stikes dengan Tugboat, Co, Ltd berisi peningkatan kualitas SDM dan akademik pun juga telah diteken bersama Presiden Direktur Tugboat, Co, Ltd Shingo Nishimoto. “Alhamdulillah semua ikhtiar yang kami lakukan ini adalah salah satu niat untuk mengembangkan pendidikan dan output yang benar – benar siap pakai di dunia kerja,” ujarnya.

Saat ini Stikes telah memiliki lima program studi (prodi) yaitu D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, D3 Kebidanan, Profesi Ners dan D3 Farmasi. Maka tidak lama lagi Stikes akan membuka prodi baru yaitu D3 Ilmu Gizi, D3 Analisis Medis dan D3 Fisioterapi. “Tiga prodi baru ini adalah sebuah kebutuhan yang saat ini diminati pasar,” pungkas Soekardjo. (Humas)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • four × one =