Blog

31 Juli 2018

Tim Relawan Stikes Berikan Trauma Healing Pada Korban Banjir Alas Malang

Tim Relawan saat memberikan Trauma Healing kepada adik-adik korban banjir Alas Malang

Tim Relawan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan instansi dan organisasi lainnya dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyuwangi, Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Quran Banyuwangi, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Rogojampi, memberikan Trauma Healing pada korban banjir di Desa Alas Malang Kecamatan Singojuruh (27-30/6).

Koordinator aksi dari Stikes Banyuwangi, Yuli Fitria M.Si mengatakan, digelarnya terapi trauma pasca bencana tersebut sebagai bentuk lain dari pelayanan kesehatan. Hal yang mendasari perlunya dilakukan terapi pasca trauma adalah guna meringankan beban korban karena selain menyebabkan kerugian materiil, bencana banjir Alas Malang (24/6) juga menimbulkan kerusakan sejumlah bangunan, hilangnya harta benda, serta menyisakan trauma bagi korban. “Selain bantuan pengobatan, bantuan tenaga membersihkan sisa lumpur, sembako dan kebutuhan perlengkapan sehari-hari, kita juga memberikan terapi trauma pasca bencana pada warga, terutama pada kalangan anak-anak,” papar Yuli.

Perempuan bertitel magister psikologi ini menambahkan, tim relawan Stikes yang terdiri dari dosen pendamping, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Suka Relawan (KSR) tersebut menggalakkan aksinya dalam konsep yang berbeda-beda. Terdapat dua titik pos lokasi banjir yang digunakan sebagai tempat kegiatan pelaksanaan terapi trauma healing. Pos pertama yaitu di Masjid Nurul Jadid Dusun Bangorejo (28/6), dihari itu Yuli bersama tim yang lain dari IPPNU Banywuangi dan PPPA Daarul Quran Banyuwangi mengajak anak-anak korban banjir bermain permainan tradisional, bercerita, dan bernyanyi. “Kita bikin have fun adik-adik disana, kita mengajak bercerita, bernyanyi, dan bermain. Bahkan dari teman-teman relawan lain ada yang memberikan sesi kuis, bagi yang bisa menebak pertanya mendapatkan hadiah seperti buku, alat tulis, dan lain sebagainya, “ tambahnya.

Lanjut pada pos kedua (29/6) yakni di Mushola Sabilill Muttaqin Dusun Garit, di lokasi kedua ini, tim relawan Stikes bersama GP Ansor Kecamatan Rogojampi berkolaborasi memberikan trauma healing dengan konsep bercerita bilingual (menggunakan metode dua bahasa yaitu bahasa inggris  dan indonesia) yang bernuansa edukasi. Wajah ceria nampak dari raut peserta trauma healing. Menurut Yuli, kecemasan yang dirasakan oleh adik-adik korban banjir tergolong ringan, meski terkadang sebagian dari mereka khawatir ketika suasana hari terlihat mendung. “ Terkadang kecemasan mereka timbul saat awan mulai gelap, karena selama evakuasi pasca banjir kondisi alam masih sering turun hujan. Jadi ketika mendung, sebagaian adik-adik mulai takut jika terjadi hujan lagi, dan berakibat banjir lagi,” kata perempuan yang juga menjadi dosen psikologi di Stikes Banyuwangi ini.

Selain itu, Silvi Lailatus Safitri, salah satu anggotan tim relawan perwikalan dari BEM Stikes menginformasikan bahwa bantuan pasca bencana tidak hanya dilakukan di posko atau masjid saja, namun ia dan timnya door to door ke rumah-rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan, baik pemeriksaan fisik seperti pengukuran tekanan darah, ataupun trauma healing. “Kita berinisiatif untuk menjemput bola, yaitu langsung mendatangi rumah-rumah warga. Karena kita mengetahui, masih banyaknya korban banjir yang terkadang malu untuk memeriksakan dirinya. Selama kunjungan kita melakukan pendekatan dan memberikan konsep mengajak adik-adik untuk menceritakan apa yang dirasakan melalui media gambar.” ucapnya.

Dari hasil yang sudah dilakukan melalui konsep menggambar. Banyak dari anak-anak korban banjir yang menggambar tentang alam, seperti pegunungan, sawah, sungai dan lainnya. Hal ini menunjukkan kondisi kecemasan yang dirasakan sudah mulai berkurang, karena dengan menggambar tentang alam berarti anak-anak korban banjir sudah tidak takut lagi dengan kondisi bencana yang sudah terjadi. (Humas)

Berita Utama
About Stikes Banyuwangi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *