Berita

9 Desember 2014

Untuk Kedua Kalinya, Stikes Terpilih Sebagai Tempat Uji Kompetensi Keperawatan

Uji kompetensi nasional keperawatan digelar di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Kamis (27/11). Peserta uji kompetensi ini diikuti perguruan tinggi dari lima kabupaten yaitu Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi. Dipilihnya kampus Stikes Banyuwangi bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya uji kompetensi ini juga telah digelar untuk profesi keperawatan dan kebidanan. Untuk menjadi tuan rumah uji kompetensi ini pun tidak sembarang, harus memenuhi standar yang sangat ketat. Dan ini membuktikan jika Stikes Banyuwangi menjadi tuan rumah yang baik.
Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM mengatakan dalam uji kompetensi keperawatan yang kedua ini diikuti kurang lebih 284 peserta perguruan tinggi lima kabupaten. Uji kompetensi keperawatan ini sangat penting untuk diikuti. Sebab Kementerian Kesehatan RI mensyaratkan seluruh perawat harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Perawat tanpa memiliki STR tidak boleh memberikan pelayanan kesehatan maupun membuka praktek.
Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu semua perawat diwajibkan melakukan uji kompetensi secara nasional hingga dinyatakan layak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan diakui secara hukum yang dibuktikan dengan kepemilikan STR.
Menurut Soekardjo, kompetensi perawat pastinya akan dapat berdampak langsung terhadap kepuasan masyarakat akan pelayanan asuhan keperawatan yang terdapat di segala fasilitas kesehatan, misalnya di rumah sakti, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Perawat merupakan profesi kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam perjalanan mewujudkan negeri ini maju dalam bidang kesehatan. “Hal ini dibuktikan dengan dengan lebih banyaknya waktu perawat dalam bertatap muka dengan klien/ pasien dibanding dengan tenaga media yang lain,” kata pria yang hobi olahraga tersebut.
Soekardjo mengatakan dalam uji kompetensi yang pertama digelar, mahasiswa Stikes lulus sebanyak 82 persen, angka ini sekaligus menyalip kelulusan secara nasional yang hanya 60 persen. Dengan tingkat kelulusan sebesar 82 persen ini mengindikasikan jika Stikes telah berusaha keras untuk memberikan materi pelajaran kesehatan dengan baik. (*)

Berita Utama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • eight − eight =