Blog

5 Cara Hindari Kolesterol Meningkat Saat Lebaran
Serba Serbi

5 Cara Hindari Kolesterol Meningkat Saat Lebaran

Hai sobat sehat, Hari lebaran menjadi hari yang ditunggu oleh banyak orang, terutama mereka yang merayakan. Selain merupakan bulan yang suci, karena setiap orang akan saling bermaafan, Hari lebaran juga identik dengan beraneka ragam hidangan yang menggiurkan. Seperti ketupat sayur, opor ayam, aneka kue kering, gorengan dan sebagainya.

        Setelah menahan makan dan minum di bulan puasa 30 hari lamanya, tak sedikit orang berujung balas dendam di hari lebaran. Mereka akan menyantap hidangan-hidangan khas lebaran dengan lahap. Bahkan terkadang, melupakan kesehatan tubuhnya akibat terlalu asik menikmati aneka masakan.

        Bagi sebagian orang, mengkonsumsi makanan-makanan dengan jumlah besar dan menu yang sembarangan tidak akan berpengaruh banyak terhadap kesehatan tubuhnya. Namun bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu, hal tersebut dapat berdampak kurang baik pada kesehatannya. Salah satunya adalah orang yang memiliki riwayat kesehatan dengan kolesterol tinggi.

        Kolesterol merupakan sebuah zat lilin yang ditemukan pada darah manusia. Tubuh kita membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel sehat, namun dengan jumlah yang normal. Nilai normal kolesterol menurut World Health Organization (WHO) adalah kurang dari 200 mg/dL. Seseorang yang telah memiliki riwayat kesehatan dengan kolesterol tinggi atau diatas 200 mg/dL, perlu untuk memperhatikan dan menjaga pola makannya.

        Kolesterol yang meninggi, selain disebakan karena kebiasaan hidup yang kurang baik juga dapat disebabkan karena diet yang buruk. Seperti terlalu sering mengonsumsi lemak jenuh yang biasanya terdapat pada protein hewani, dan lemak trans yang dapat ditemukan pada kue kering komersial, biskuit serta popcorn. Makanan lain yang mengandung kolestrol tinggi juga dapat ditemukan pada daging merah dan produk susu penuh lemak.

        Sedangkan kita tahu, bahwa beberapa makanan khas lebaran yang sering dihidangkan dirumah-rumah banyak yang mengandung lemak jenuh serta daging-dagingan. Jika kita tidak memperhatikan pola makan saat lebaran, maka kemungkinan kita yang semula tidak memiliki masalah kesehatan akhirnya bisa terdampak kolesterol tinggi juga. Perhatian ini tidak hanya dikhususkan kepada mereka yang sudah memiliki kolesterol tinggi, melainkan kita semua.

        Terjadinya kolesterol tinggi pada seseorang juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  • Usia

Semakin menua usia, maka proses kimiawai dalam tubuh akan semakin berubah. Resiko terjadinya terserang kolesterol akan meningkat. Misalnya, ketika usia semakin menua, kemampuan organ hati untuk menghilangkan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang sering dikenal dengan “Lemak Jahat”.

  • Merokok

Merokok dapat merusak organ tubuh, salah satunya merusak pembuluh darah. Ketika pembuluh darah telah rusak, maka akan lebih rentan untuk menumpuk timbunan lemak. Selain itu, merokok juga dapat menurunkan kadar HDL (Hight Density Lipoprotein) atau disebut juga “Kolesterol Baik”.

  • Kegemukan

Seseorang dengan berat badan berlebih, atau dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) lebih dari jumlah 30 menempatkan pada kondisi beresiko kolesterol tinggi.

  • Diabetes

Jika mungkin dalam darah kita sebelumnya memang tidak memiliki nilai tinggi dalam Kolesterolnya, melainkan memiliki masalah pada gula dalam darah atau diabetes maka orang tersebut juga beresiko terhadap kolesterol meningkat. Gulah darah yang tinggi turut berkontribusi pada kadar kolesterol yang jauh lebih berbahaya, yakni menempatkan pada lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL).

        Jika seseorang telah memiliki faktor-faktor diatas, maka dirasa perlu untuk memperhatikan asupan nutrisi yang akan dikonsumsi, apalagi ketika menikmati santapan lebaran. Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat terhindar dari kolesterol yang meningkat saat lebaran ? Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari kolesterol yang meningkat saat lebaran, diantaranya.

1. Kurangi Makan Gorengan

Kurang lengkap memang rasanya jika saat lebaran tidak menyuguhkan makanan yang digoreng, rasanya yang “kriuk-kriuk” memberikan sensasi tersendiri bagi penikmatnya. Makanan yang dimasak dengan cara deep frying atau merendam makanan dalam minyak yang dipanaskan dengan sunggu tinggi, akan menambahkan kalori dari bahan makanan yang digoreng. Masakan akan jauh berbeda kalorinya jika makanan tersebut dimasak dengan cara direbus ataupun dikukus. Selain itu, minyak merupakan sumber lemak. Lemak sendiri ada yang bersifat “baik”, adapula yang bersifat “jahat”. Hal inilah yang menyebabkan mengapa gorengan itu berbahaya.

2. Kurangi Makanan Berlemak

Hidangan khas lebaran kerap identik dengan makanan yang berlemak. Bagi sebagian orang, makanan tanpa lemak seperti tak memiliki cita rasa dan kurang enak dinikmati. Aneka hidangan yang biasanya menjadi pilihan saat lebaran adalah makanan yang bersantan dengan isian daging, jeroan, telur dan sebagainya. Santan kelapa itu sendiri telah mengandung lemak jenuh yang tinggi, begitu pula dengan jeroan dan telur ayam.

Untuk itu, saat lebaran perlu sekali untuk membatasi konsumsi makanan yang berlemak. Khususnya bagi orang yang telah memiliki riwayat kolesterol tinggi.

3. Perbanyak Konsumsi Sayur

Mengkonsumsi sayur dapat menurunkan kolesterol tingi, sebab sayur merupakan makanan dengan lemak jenuh yang rendah. Semakin banyak mengkonsumsi sayur, maka kita akan merasa lebih kenyang. Sehingga, kemungkinan kita untuk mengkonsumsi makanan dengan lemak jenuh akan berkurang. Selain sayur, buah dan kacang-kacangan juga dapat membantu menurunkan kolesterol tinggi. Contoh makanan yang kaya akan serat yaitu brokoli, ubi, terong, apel, pir dan strawberry.

4. Rutin Olahraga

Ketika seseorang telah memiliki kolesterol tinggi dalam tubuhnya, maka pilihan satu-satunya adalah dengan cara menurunkannya. Selain memperhatikan asupan makanan, olahraga juga dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Bahkan, olahraga dipercaya dapat menunrunkan kolesterol LDL hingga 15 persen. Contoh olahraga yang dapat dilakukan yaitu aerobik. Olahraga aerobik adalah jenis olahraga yang menstimulasi jantung dan paru-paru untuk bekerja lebih dari biasanya. Macam-macam olahraga aerobik misalnya jogging, berenang, lari, senam atau bersepedah.

Untuk dapat merasakan manfaat bagaimana olahraga dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh yakni dengan rutin berolahraga 4 sampai 5 kali dalam seminggu dengan total durasi waktu 30 menit setiap harinya. Yang perlu menjadi perhatian disini adalah, untuk dapat menurunkan kadar kolesterol LDL durasi waktu lebih penting dibandingkan dengan intensitas saat kita berolahrag. Karena, semakin banyak kalori yang terbuang maka akan semakin besar pula penurunan kadar LDL.

5. Tidak Sembarangan Menerapkan Metode Diet

Kegemukan adalah hal yang dirasa kurang menarik bagi seseorang, bahkan kegemukan juga merupakan salah satu faktor resiko seseorang memiliki kolesterol tinggi. Akhirnya, tak sedikit orang berupaya untuk menurunkan berat badan dengan cara diet. Bagi seseorang yang telah memiliki kadar kolesterol yang tinggi, diharapkan tidak sembarangan dalam menerapkan metode diet.

Menurut pandangan dari ahli Gizi, diet yang bagus untuk penderita kolesterol tinggi adalah dengan mengurangi konsumi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans. American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh sebesar 5 – 6 persen dari kalori sehari – hari.

Hal-hal yang menjadi perhatian diatas, tidak hanya dikhususkan bagi seseorang penderita kolesterol tinggi saja, melainkan juga bagi kita semua. Jangan sampai, momen lebaran Bersama orang-orang tersayang akan berujung membawa sumber penyakit bagi tubuh kita. Dan tetap rutin melakukan cek kesehatan kepada ahli medisnya, agar kolesterol dalam tubuh kita dapat terpantau selalu. (Humas)

Leave your thought here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.