Blog

Jeli Minyak Ikan Lemuru, Cara Mudah Penuhi Gizi Anak
Berita Mahasiswa

Jeli Minyak Ikan Lemuru, Cara Mudah Penuhi Gizi Anak

Indonesia merupakan negara kepulauan dan perairan. Perairan Indonesia yang sangat luas, tentu juga berperan penting dalam menopang perekonomian rakyat Indonesia, terutama bagi nelayan dan pabrik pengolah ikan. Pada kondisi tersebut, terdapat banyak sekali biota laut dengan manfaat masing-masing yang berpengaruh besar bagi kehidupan manusia pada umumnya. Salah satu biota laut yang dapat diambil manfaatnya yaitu ikan lemuru.

Ikan lemuru adalah satu dari sekian banyak jenis ikan yang ada di laut Indonesia. Diwilayah Kabupaten Banywuwangi sendiri, ikan lemuru banyak ditemukan di selat Bali dan Muncar. Dalam setahun, hasil tangkapan ikan lemuru nelayan Muncar mencapai angka enam ton. Besarnya jumlah capaian itu, tentunya membuat ikan dengan nama latin Sardinella Sp ini mudah untuk didapatkan atau dibeli di pasar-pasar lokal wilayah Banyuwangi. Selain itu, ikan ini juga dikenal memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Sejauh ini masyarakat banyak mengkonsumsi ikan berwarna perak itu dengan mengkonsumsi dagingnya secara langsung, baik dalam bentuk olahan ikan goreng, dimasak pindang, atau dibuat ikan asin. Bagi para pebisnis, tidak sedikit pula yang menjadikan ikan jenis ini sebagai bahan dasar ikan kaleng atau sardin, tepung ikan, pakan ikan, ataupun minyak ikan.

Ikan lemuru tidak hanya dapat dinikmati dagingnya saja, bagian lain yang dapat dikonsumsi ialah minyaknya. Melalui proses pengolahan tertentu, ikan lemuru dapat menghasilkan minyak ikan yang kaya akan gizi. Kandunganya terdiri dari Omega 3, Omega 6, vitamin A, protein, lemak, antioksidan, dan glukosa.

Dapat diketahui bersama, bahwa omega 3 bermanfaat mengurangi resiko jantung koroner, dan membantu menjaga kesehatan jantung manusia. Omega 6 juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh, diantaranya ialah membantu proses pertumbuhan anak, menjaga dan memperbaiki sistem pencernaan, menambah nafsu makan, menguatkan ingatan, serta mengurangi reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu. Sedangkan vitamin A baik untuk menjaga fungsi penglihatan mata, memperkuat sistem imun, serta dapat memperkuat tulang.

Di negara kita ini (Indonesia,red) pemerintah telah gencar menyemarakkan program gemar makan ikan disegala kalangan usia. Bukan hanya dilandasi karena faktor Indonesia yang luas akan kondisi perairan dengan ribuan jenis ikannya saja, melainkan juga karena manfaat pentingnya mengkonsumsi ikan bagi kesehatan tubuh manusia.

Namun tidak semua masyarakat terutama anak-anak, gemar mengkonsumsi ikan atau minyak ikan. Sebagian dari mereka (anak-anak,red) tidak begitu tertarik untuk mengkonsumsinya disebabkan oleh banyak hal. Selain karena faktor alergi, ternyata mereka merasa takut makan ikan karena ikan memiliki duri tajam didalam dagingnya, ataupun amis dengan baunya. Mereka malas untuk makan ikan bahkan mungkin merasa jijik. Alhasil, kebutuhan zat-zat gizi dari variasi makanan untuk memenuhi gizi seimbang belum tercapai sepenuhnya.

Disini orang tua khususnya, harus memiliki cara tersendiri, agar anak-anak mereka mau mengkonsumsi ikan demi memenuhi gizi tubuhnya. Para orang tua perlu berinovasi mengolah daging-daging ikan sedemikian rupa, agar si anak tertarik melahapnya. Salah satu contoh inovasi yang dapat dilakukan ialah mengolah ikan lemuru dengan mengambil minyak ikannya dan menjadikannya dalam bentuk jelly.

Seperti yang telah dilakukan oleh Tim  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi yang berbasis kewirausahaan. Mahasiswa dari program studi farmasi ini tengah memproduksi GuMIL (Gummy Minyak Ikan Lemuru). Mereka memproses ikan lemuru untuk diambil minyak ikannya dan diolah menjadi jelly yang siap konsumsi. Bentuk dan warnanya yang lucu dari jelly hasil olahanya, dirasa mampu menarik minat anak-anak. Bau amis yang terkenal pada ikan akan hilang tergantikan dengan aroma dan berbagai varian rasa buah. Olahan ini tentunya tidak mengurangi atau menghilangkan kandungan gizi yang ada pada ikan/minyak ikan lemuru itu sendiri.

Tim PKM-K mengemas olahan yang telah lolos seleksi oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia (RI) ini dalam botol kecil dengan isi 20 pcs dan dijual dengan harga terjangkau. Bahan yang diperlukan pun aman, halal serta melalui proses yang hygenis.

Selain memiliki nilai jual, inovasi yang telah digarap selama tiga bulan ini juga membantu memberikan informasi tambahan kepada para orang tua yang putra atau putrinya enggan mengkonsumsi ikan. Dengan harapan, ini merupakan salah satu cara meningkatkan ketertarikan anak-anak dalam mengkonsumsi ikan lemuru. Sehingga kebutuhan gizi anak akan tercukupi. Disisi lain, inovasi teresebut diharapkan juga dapat membantu perekonomian masyarakat yang menjadikan pengolahan ini sebagai ladang usaha.

*artikel ini juga telah dimuat di Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi 26 Juni 2019

Tonton juga, Video Profil Pelaksanaan Inovasi Pengolahan Minyak Ikan Lemuru Menjadi Gummy!! Jangan lupa LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE
https://www.youtube.com/watch?v=lGRj3NC3e2w&t=77s

Ditulis oleh :
Tim PKM-K Stikes Banyuwangi 2019
Rizka Dianti Wahyudi – D3 Farmasi 2
Lisa Vironika – D3 Farmasi 2
Rizalina Fajar Inzani  – D3 Farmasi 2
Siti Faiqoh – D3 Farmasi 2
Alvina Nurul – D3 Farmasi 1

Leave your thought here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.