Blog

Mahasiswa Stikes Go Internasional
Berita Utama

Mahasiswa Stikes Go Internasional

Mewakili kampus dan Kabupaten Banyuwangi-Indonesia, tampil di festival Australia

TAMPIL UNIK : Galang Apri Yulianto mengenakan kostum khas Banyuwangi Ethno Carnival bertema gedogan (rumah kuda) saat tampil di Kalgoorlie-Boulder, Western Australia pada (6–17/6).

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi atas nama Galang Apri Yulianto (22), dipilih oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi untuk mewakili Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa kegiatan di Kota Kalgoorlie-Boulder, Western Australia (6-17/6). Pria yang tercatat sebagai mahasiswa aktif program studi S1 Keperawatan di Stikes itu berangkat bersama dua teman lainnya, Naura Salwa Sabilillah dan M. Tri Ragel Alfan. Mereka yang tergabung dalam paguyuban Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), akan menampilkan sebuah seni tari khas Banyuwangi (Gandrung marsan, red), pertunjukan kostum khas BEC, sekaligus promosi berbagai wisata dan budaya Banyuwangi.

Kyran O’donnel, selaku member for Kalgoorlie Shadow Minister for Aborginal Affairs mengundang Galang dan kedua rekannya untuk tampil pada acara The Filipino Independence Party (15/6) dan Boulder Market Day (16/6) melalui sebuah surat resmi yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Australia yang ada di Indonesia. Kehadiran mereka yang membawa nama Banyuwangi diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Australia, melainkan juga dapat mengobati rasa rindu dari masyarakat Indonesia terutama yang berasal dari Banyuwangi terhadap budaya-budaya khas kabupaten yang terkenal dengan julukan The Sunrise of Java tersebut.

Pria yang telah bergelut didunia modeling sejak duduk dikelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) ini mengaku senang sekali bisa mewakili Stikes dan Kabupaten Banyuwangi untuk tampil di Australia. Keberangkatanya menjadi pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, Australia ialah negara yang sangat ketat untuk dikunjungi. Bahkan, selama perjalanan ia dan teman-temannya harus melalui proses yang panjang. “Kami benar-benar ditanya detail, kegiatan kita di Australia apa saja. Barang-barang kita, terutama kostum dicek satu persatu,” ucap Galang

Selama disana, lanjutnya, dirinya disambut hangat dan ramah oleh peserta dari masing-masing event yang ia ikuti. “Saya disambut layaknya keluarga, untuk mengobati rasa rindu mereka terhadap Banyuwangi saya membawakan mereka cemilan seperti keripik singkong, kue lebaran, sambal, dan lain-lain,” imbuhnya

Masyarakat disana (tamu kegiatan,red) kagum dengan bakat yang dimiliki oleh Galang. “Mereka itu kagum dan tidak menyangka, karena saya kuliahnya jurusan nursing tapi multitalent dengan bakat modeling, tari, dan makeup,” kata pria asal Tembokrejo, Muncar, Banyuwangi itu.

Tidak hanya Galang yang membawa nama kampus Stikes meraih prestasi, empat mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Merpati Putih telah meraih satu medali emas, dan tiga medali perak tingkat nasional pada acara Malang Championship 1 (22-23/6). Keempat mahasiswa tersebut ialah Rina peraih juara satu seni tunggal putri kategori mahasiswa, Wahyu Andika meraih juara tiga seni tunggal putra kategori mahasiswa, Ach. Zuher Azzaqi dan Ezi Cahya Sahlevi yang sama-sama meraih juara tiga kelas tanding putra kategori mahasiswa. Selain itu, UKM dari cabang olahraga voli turut menyumbangkan prestasi. Tim putri berhasil memperoleh trophy juara empat dalam kejauaran bola voli pelajar tingkat perguruan tinggi negeri/swasta se Kabupaten Banyuwangi yang digelar di Gor Tawangalun Banyuwangi (22/6).

Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo tiada henti mengucap syukur Alhamdulillah atas semua bentuk prestasi yang diraih mahasiswa. Pihaknya berkata, bahwa kampus yang telah ia pimpin selama tiga periode ini terus berbenah dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa. “Akademik memang penting, tapi mereka yang memiliki prestasi dibidang non akademik punya nilai plus. Saat lulus, juara-juara itu akan tertulis dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang sangat membantu untuk melamar pekerjaan,” tutur pria yang akrab disapa Soekardjo itu. (Humas)

 

*berita ini juga dimuat pada Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi 3 Juli 2019

Leave your thought here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.