Blog

29 Mahasiswi Kebidanan Lakukan Ucap Janji Sebelum Praktek di RS
Berita Utama

29 Mahasiswi Kebidanan Lakukan Ucap Janji Sebelum Praktek di RS

UCAP JANJI : Perwakilan mahasiswi Kebidanan melakukan ucap janji yang dipimpin oleh Ketua Stikes, disaksikan oleh segenap tamu undangan di GBK (3/7)

Sedikitnya 29 mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Kebidanan Tingkat Dua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi melaksanakan ucap janji dan pemasangan tanda praktik klinik  kebidanan, Rabu (3/7). Digelar di auditorium setempat, kegiatan ini dihadiri oleh orang tua atau wali mahasiswa, sivitas akademika, Dewan Pembina Yayasan Perwakes Bida beserta jajaran, Ikatan Keluarga Orang Tua Mahasiswa (IKOMA), perwakilan dari Rumah Sakit (RS) Islam Fatimah Banyuwangi, serta hadir juga ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banyuwangi.

Tujuan besar dari kegiatan ini adalah menciptakan tanggungjawab peserta saat melaksanakkan praktik kebidanan di RS, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), serta Bidan Praktik Mandiri (BPM). Mahasiswi yang telah menyelesaikan perkuliahan semester duanya tersebut, diwajibkan untuk melaksanakan tugasnya sesuai Undang-Undang (UU) yang berlaku. Selain itu, dapat menjadi tenaga pelayan kesehatan masyarakat tanpa membeda-bedakan, baik dari segi jabatan, ekonomi, suku, budaya, agama serta negara.

Ketua Stikes Banyuwangi Dr. H. Soekardjo mengatakan, kegiatan sumpah ini merupakan wisuda bagi para mahasiswi. Mereka (Baca mahasiswi) perlu mengucapkan janji untuk dapat menjaga kerahasiaan pasien dan memberikan pelayanan sebaik mungkin selama praktik. “Saya berharap, mahasiswi kebidanan yang hari ini telah diambil sumpahnya dapat mengemban tugas dengan baik dan menjaga nama Stikes Banyuwangi, “ papar pria yang juga dinobatkan sebagai Ketua Forum Banyuwangi Sehat itu.

BERI PESAN : Ketua IBI Banyuwangi Hj. U. Werdiningsih SKM MPH memberikan pesan dan himbauan melalui sambutannya kepada mahasiswi Kebidanan.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Banyuwangi Hj. U. Werdiningsih, SKM., MPH dalam sambutannya menyampaikan, dunia bidan saat ini berbeda dengan era bidan jaman dahulu. Adanya Undang-Undang yang berlaku, membuat setiap tenaga kesehatan harus berhati-hati dalam melakukan apapun, termasuk bidan. Selain kelihaian dalam skill pelayanan, juga sangat dituntut untuk berperilaku baik, sopan, dan santun kepada siapapun. “Bidan itu bidadari idaman, tidak hanya pandai dalam meberikan asuhan kebidanan tapi juga harus selalu ramah, senyum, salam, sopan, dan santun. Tidak hanya melayani pasien, tapi juga melayani keluarga pasien,” terangnya (Humas)

 

Leave your thought here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.