Blog

Kenalkan Pengabmas Sejak Jadi Maba
Berita Mahasiswa

Kenalkan Pengabmas Sejak Jadi Maba

Serentak di 10 titik wilayah Penataban

BERI PENYULUHAN : Salah satu mahasiswa baru, memberikan penyuluhan kesehatan kepada kelompok pengajian ibu-ibu di wilayah Penataban – Giri (7/9).

Ratusan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus selama 4 hari, (4-8/9). PKKMB tahun 2019 ini mengusung tema GEMARI, membangun Generasi Emas Berwawasan dan Berkebangsaan dalam Era Revolusi Industri 4.0. Tema ini mengacu pada panduan yang diedarkan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti).

          Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas, M.Kep selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa PKKMB bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Di tahun 2019 ini, Yanuar bersama panitia lainnya mengonsep pengenalan kampus dengan capian berupa pengabdian masyarakat di wilayah sekitar kampus. Bentuk kegiatannya ialah penyuluhan kesehatan serta pembagian sembako.

          “Tahun ini, mahasiswa mulai kita kenalkan dengan pengabdian masyarakat sejak awal. Alasannya, agar mereka nantinya akan lebih terbiasa dengan kegiatan pengabmas. Dimana, pengabmas juga merupakan salah satu indikator dari Tri Darma Perguruan Tinggi,” tutur Yanuar.

          Ia menambahkan, bahwa ratusan mahasiswa baru tersebut serentak melakukan pengabdian masyarakat di 10 titik di wilayah Kelurahan Penataban (7/9). “Sasaran kita beragam, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kita menyasar ke sekolah, pondok pesantren, karang taruna, bahkan ke pengajian-pengajian. Ada ponpes Nur Cahaya dan Ponpes Darul Furqon,” imbuhnya

BAGI-BAGI SEMBAKO : Dosen Pendamping, Ns. Ukhtul Izzah M.Kep memberikan sembako kepada peserta penyuluhan dari Pondok Pesantren Nur Cahaya 1 (7/9)

          Terkait tema, lanjutnya, tim pengabmas yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pendamping itu mengangkat 10 topik kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat. Tema-tema tersebut diantaranya gizi buruk, stunting, Dagusibu atau cara pemeliharaan dan penggunaan obat-obatan, kebersihan lingkungan, gosok gigi, Diabetes Mellitus, penyakit ginjal, penanganan cidera, penanganan masalah popok bayi, serta diare.

          Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi, Bapak DR. H. Soekardjo mengapresiasi kegiatan pengabmas tersebut. Menurutnya, mahasiswa memang sudah sepatutnya sejak awal masuk dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan selama mereka kuliah kelak, tidak hanya mengenal lingkungan kampusnya. Dirinya juga berharap, pengabmas ini dapat terus ditindak lanjuti baik untuk mahasiswa maupun dosen. “Pengabmas ini juga menjadi wujud keberadaan Stikes Banyuwangi yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat luas, terutama sekitar wilayah kampus,” papar Soekardjo. (Humas)

Leave your thought here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.