Blog

Stikes Lahirkan 186 Sarjana dan Ahli Madya Baru
Berita Utama

Stikes Lahirkan 186 Sarjana dan Ahli Madya Baru

Sidang Senat Terbuka ke XXIX Wisuda Sarjana Keperawatan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Ahli Madya Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi

Sakral : Ketua Stikes DR H Soekardjo memindahkan kuncir salah satu wisudawan, Kamis (17/10) di Auditorium GBK

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi kembali meluluskan sarjana dan ahli madya dari program studi keperawatan, kebidanan dan farmasi pada Kamis (17/10). Kegiatan yang dikemas dalam sidang senat terbuka ke XXIX ini berlangsung di Auditorium GBK setempat, diikuti oleh 186 wisudawan.

Para wisudawan tersebut terdiri dari 88 Sarjana Strata Satu (S1) Keperawatan, 31 ahli madya Diploma Tiga (D3) keperawatan, 31 wisudawan D3 Kebidanan, dan 36 lainnya berasal dari ahli madya farmasi. Prosesi yang dipimpin oleh Ketua Stikes DR H Soekardjo itu disaksikan oleh orang tua atu wali wisudawan tamu undangan dari seluruh mitra kerja Stikes Banyuwangi. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dr Widji Leatariono M.Mkes beserta sejumlah rombongan dari forum pimpinan daerah (forpimda) Banyuwangi.

Hadir pula Direktur Rumah Sakit (RS) Negeri dan Swasta dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Surabaya, Probolinggo dan Malang. Selain itu turut hadir perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Sidang terbuka tersebut ditandai dengan prosesi pemindahan kuncir oleh ketua senat yang dalam hal ini ialah Ketua Stikes, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan pemasangan pin oleh masing-masing ketua organisasi profesi.

Sebelum acara inti dimulai, Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas yang saat itu tengah berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga berhalangan hadir secara langsung, menyapa para wisudawan, sivitas akademika serta tamu undangan lewat sambungan FaceTime. Dalam telewicaranya, anas memotivasi para wisudawan untuk beroptimis menjadi seorang lulusan tenaga kesehatan dari Banyuwangi. Pasalnya, Banyuwangi telah meraih peringkat pertama sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia oleh Kementrian Dalam Negeri.

SAPA WISUDAWAN: Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas M.Si menyempatkan diri menyapa wisudawan, sivitas akademika dan tamu undangan melalui telewicara FaceTime

“Kini para wisudawan tidak perlu minder, Banyuwangi sendiri telah memiliki banyak program dalam bidang kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi,” papar Anas.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi akan membuat program One Student One Client, lanjutnya, inas berharap, Stikes Banyuwangi, khususnya para mahasiswa dapat terlibat langsung dalam menjalankan program tersebut. Kedepan KKN Stikes dapat menambah inovasi terkait pendampingan ibu hamil, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu. “Saya meminta, satu mahasiswa dapat mendampingi satu ibu yang terdeteksi hamil hingga persalinan. Hal ini untuk membantu pemkab dalam menurunkan AKI di Banyuwangi, terkait praktiknya Stikes bisa bekerjasama dengan dinas kesehatan dan pihak desa,” lanjutnya

Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo itu mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan masa pendidikannya. “Dengan berakhirnya proses akademik di kampus, maka wisudawan memiliki tanggung jawab atas profesi yang diembannya,” ucapnya

Soekardjo juga menyampaikan terimakasih atas prestasi yang telah disumbangkan para mahasiwa kepada kampus baik prestasi bidang akademik maupun non akademik. Belum lama ini, mahasisw abanyak menorehkan prestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Seperti tim peneliti yang berhasil lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 32, meyabet juara 2 dan 3 cabor pencak silat tingkat internasional. “Mahasiswa kita, yang saat ini sedang diwisuda atas nama Galang Aprilian pernah mewakili Banyuwangi, Indonesia pada umumnya dalam ajang fashion costum BanyuwangI Ethno Carnival (BEC) di Australia,” ujar Soekardjo

SUMPAH JANJI: Pengambilan sumpah janji ahli madya kebidanan oleh Ketua IBI Jawa Timur Hj. Lestari, SH., SST., M.Kes

Di usia Stikes yang telah menginjak angka 13 tahun, Soekardjo bersama sivitas akademika terus berbenah diri. Tidak hanya berfokus pada peningkatan pendidikan tenaga kerjanya, melainkan juga terhadap sarana prasarana. Ketua Stikes Soeakrdjo menuturkan, bahwa ia berencana akan membangun gedung baru untuk kantor, ruang perkuliahan, serta laboratorium terpadu.

Bertepatan dengan kegiatan wisuda tersebut, juga dibacakan sebuah Surat Keputusan (SK) terkait ijin pembukaan prodi baru oleh Dikti. Prodi baru itu diantaranya ialah S1 Gizi, S1 Kebidanan dan Profesi Bidan. Satu prodi baru yang masih dalam tahap verifikasi data ialah D IV Teknologi Laboratorium Medis serta akan menyusul prodi S1 Administrasi Rumah Sakit.

Tidak hanya itu, Soekardjo mengimbuhkan, bahwa kampus yang ia pimpin saat ini tengah melebarkan sayap dalam bidang enterpreneur. Stikes berupaya untuk dapat menjadi perguruan tinggi yang mandiri dalam berwira usaha, guna meningkatkan kesejahteraan bersama serta tidak membebani dalam pembiayaan mahasiswa. Beberapa usaha yang telah berjalan yakni asrama putri, penyewaan gedung, klinik serta produksi air mineral.

PERESMIAN: Kepala dinas kesehatan dr Widji Lestariono mewakili Bupati Banyuwangi untuk melakukan paraf pada prasasti peresmian Klinik dan Stikes Banyuwangi Water

“Ada empat usaha yang telah digarap, dan pada acara wisuda ini kami meresmikan Klinik dan Stikes Banyuwangi Water melalui penandatangan prasasti oleh Bupati Banyuwangi yang dalam hal ini akan diparaf terlebih dahulu oleh kepala dinas kesehatan,” imbuhnya

Diakhir acara, kegiatan wisuda diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik. Mahasiswa atas nama Devania Firdhausya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pertama prodi S1 Keperawatan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,66. Disusul Lina Anggraini dengan IPK 3,66 lalu Ria Sukmawati dengan IPK 3,63. Di prodi D3 Keperawatan, wisudawan terbaik pertama dengan IPK  3,65 diraih oleh Evi Setyowati, terbaik kedua dengan IPK 3,59 diraih Lasiono dan terbaik ketiga dengan IPK 3,57 diraih Hanna Marfili Putri.

WISUDAWAN TERBAIK: Mahasiswa yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik prodi D3 Keperawatan menerima penghargaan dari mitra kerja Stikes.

Pada prodi Kebidananan, mahasiswi atas nama Debby Rizka Amalia berhasil menyabet predikat terbaik pertama dengan nilai IPK 3,53, terbaik kedua ialah Fitriana Pratama Rojik mencapai IPK 3,43 dan terbaik ketiga dengan IPK 3,37 dicapai oleh Dyah Ayu Rukminingtyas. Sedangkan wisudawan terbaik dari prodi farmasi pada wisuda ke XXIX tahun ini diduduki oleh Lailatul Badriyah dengan IPK 3,57, disusul Ayu Wanda Marita dengan IPK 3,54 sebagai terbaik kedua dan Pita Liskasari dengan IPK 3,53 sebagai terbaik ketiga. (Humas)

Tonton Juga Video Streaming Rangkaian Wisuda ke XXIX

Jangan lupa untuk di suka, dibagikan, dan diikuti akun youtube SBTV Stikes Banyuwangi!!

Leave your thought here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.