Informasi Pengumuman

Penerimaan Mahasiswa Baru TA. 2020 – 2021

PROGRAM A (Reguler)S1 Keperawatan, Profesi Ners, S1 Kebidanan, Profesi Bidan, S1 Gizi, S1 Farmasi (Lanjutan D3 Farmasi), D4 Teknologi Laboratorium Medis, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan D3 Farmasi => Jalur Pendaftaran :– Jalur Reguler : Akademik– Jalur PMDK : Bidang Prestasi Non Akademik => Persyaratan Umum :– Lulus SMA/Madrasah Aliyah/SMK/Kejar Paket C– Umur maksimal 24 Tahun– Berbadan sehat, tidak cacat fisik, tidak buta warna, tinggi badan minimal 150 cm untuk putri, 155 cm untuk putraCalon peserta didik harus mendaftar sendiri (tidak boleh diwakilkan) => Berkas Yang Harus Dibawa :– Pas photo hitam putih dengan ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar– Fotocopy KTP orang tua– Kartu keluarga 1 lembar – Fotocopy ijazah dan transkip nilai atau keterangan lulus yang dilegalisir– Fotocopy nilai rapot semester 1 – semester 5 – Khusus Jalur PMDK : menyertakan sertifikat prestasi minimal tingkat Kabupaten PROGRAM B (Transfer)S1 Keperawatan (Lanjutan dari D3 Keperawatan), Profesi Ners, S1 Kebidanan (Lanjutan D3 Kebidanan) dan Profesi Bidan => Berkas Yang Harus Dibawa:– Melampirkan ijazah dan transkip nilai pendidikan terakhir yang dilegalisir– Melampirkan surat ijin melanjutkan belajar dari instansi tempat kerja– Pas photo hitam putih ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar– Fotocopy KTP 1 lembar– Fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar *D3 Kebidanan dan S1 Kebidanan khusus untuk perempuan JENIS SELEKSI Psikotes Tes Kesehatan Interview WAKTU PENDAFTARAN :Mulai tanggal 1 Agustus 2019Senin – Jum’at (Pukul 08.00 – 15.00 WIB)Sabtu (Pukul 08.30 – 12.00 WIB) BIAYA PENDAFTARAN :Rp. 250.000,00 (untuk semua program studi)BIAYA TES KESEHATAN GRATIS !! PENDAFTARAN ONLINE : http://pmb.stikesbanyuwangi.ac.id/ ALUR PENDAFTARAN : http://pmb.stikesbanyuwangi.ac.id/detail-pengumuman/36/alur-pendaftaran SEKRETARIAT PENDAFTARAN :Jl. Letkol Istiqlah No 109Telp/Fax. (0333) 421610 – 425270Banyuwangi – Jawa Timur Narahubung :Stikes 081 137 855 56Shanti 085 259 985 700

Mahasiswa Ners Dibekali Pelatihan BTCLS

Mahasiswa program studi profesi ners (Ns) mengikuti pelatihan Basic Training Cardiac Live Suport (BTCLS) selama tiga hari, Jumat – Sabtu (1-3/11). Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bekal mahasiswa sebelum praktik lahan ini menghadirkan fasilitator dari tim Emergency Medical Technician (EMT) 118 Surabaya. Mahasiswa sejumlah 86 orang itu akan mendapatkan berbagai materi tentang medikal bedah dan kegawat daruratan sekaligus dengan praktiknya. Acara yang berlangsung di ruang perkuliahan S1 Keperawatan tersebut dibuka oleh Ketua Stikes Banyuwangi, Bapak DR H Soekardjo. Dalam sambutannya, pria yang akrab dipanggil Soekardjo ini menyampaikan bahwa setiap mahasiswa profesi ners akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk bekal selama profesi. “Kami selalu memberikan pelatihan-pelatihan untuk mahasiswa, bukan hanya BTCLS tapi juga ECG atau elektro cardiography dan Woundcare,” ucap Soekardjo Ini ialah bentuk fasilitas yang kami berikan, imbuh Soekardjo, Stikes berusaha untuk membentuk mahasiswa dengan skill yang profesional dan siap berdaya saing global. Ia berharap, mahasiswa dapat mengikuti pelatihan dengan baik hingga akhir acara.  “Saya berharap mahasiswa benar-benar memperhatikan apa yang diajarkan oleh tutor, karena yang utama bukanlah sertifikat melainkan kemampuan untuk mengaplikasikan,” imbuhnya Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Dwi Ananto, S.ST., M.Kes., selaku salah satu pemateri dari tim EMT 118. Ia mengapresiasi adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan Stikes untuk mahasiswa. Menurutnya setiap mahasiswa terkhusnya profesi ners memang membutuhkan keahlian dalam bidang keperawatan seperti BTCLS yang bisa diperoleh melalui pelatihan-pelatihan. “Selama menempuh profesi, mereka akan banyak bertemu dengan pasien yang beragam. Sehingga mereka memang harus memiliki skill yang mumpuni untuk menangai keberagaman penyakit itu,” ujar Dwi Dirinya juga mengaku kagum dengan fasilitas yang dimiliki. “Stikes memiliki fasilitas yang lengkap. Sehingga sangat memudahkan proses pembelajaran selama pelatihan, dan kita tidak merasa kekurangan fasilitas apapun,” tandasnya Sementara itu, salah satu peserta pelatihan M Astoha mengaku senang bisa mengikuti pelatihan yang diberikan oleh kampusnya. “Yang jelas saya senang, karena ini bentuk kepedulian kampus terhadap kualitas mahasiswanya. Selain itu kita akhirnya juga merasa siap untuk mengikuti profesi ners, karena telah dibekali dengan skill yang mumpuni,” ungkap Astoha. (Humas)

Stikes Turut Aksi dalam Inovasi One Student One Client

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi berkumpul di ruang rapat rektorat Stikes pada Selasa (11/11) Kemarin. Perkumpulan yang ditinjau langsung oleh Bupati Banyuwangi ini membahas tentang pencanangan inovasi baru bidang kesehatan yang diberi nama “Aku Beraksi” bersama akademisi selamatkan ibu dan bayi. Inovasi ini merupakan bentuk dari usulan Bupati Banyuwangi yang disampaikan dalam acara Wisuda Ke XXIX di Stikes Banyuwangi melalui Face Time.           Inovasi ini digagas oleh Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan tiga intitusi kesehatan di Banyuwangi, salah satunya Stikes Banyuwangi. Dua kampus kesehatan lainya yakni Akademi Kesehatan Rustida dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Banyuwangi. Bentuk kegiatan dari program baru tersebut ialah pendampingan terhadap ibu hamil yang beresiko tinggi.           Bupati Banyuwangi, H Abdullah Azwar Anas M.Si dalam kunjungannya mengatakan bahwa akademisi kesehatan diminta bergotong royong bersama dinas kesehatan, puskesmas dan pemerintah daerah untuk dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Dengan mencanangkan “One Student One Client”, Bupati Anas mengharapkan untuk KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa kesehatan bukan lagi KKN seperti biasanya, melainkan satu mahasiswa mendampingi satu ibu hamil yang beresiko tinggi.           “ Saya berharap, mahasiswa kesehatan dapat ikut andil bergotong royong untuk melakukan pendampingan terhadap ibu hamil yang beresiko tinggi. Harapannya, melalui pendampingan one student one client ibu hamil beresiko tinggi dapat terpantau baik oleh tenaga kesehatan sehingga meminimalisir kejadian kematian ibu dan atau bayi,” ucap Bupati Anas           Pencanangan inovasi beraksi ini resmi di teken oleh Bupati Banyuwangi dihadapan para tenaga kesehatan wilayah Kabupaten Banyuwangi. Peresmian dilakukan bebarengan dengan upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 tahun 2019, Selasa (12/11) di halaman kantor pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi.            Sementara itu, DR. H. Soekardjo selaku Ketua Stikes Banyuwangi merespon baik usulan Bupati yang didengarnya melalui telewicara 17 Oktober Lalu. “Kami menanggapi apa yang di usulkan oleh Bupati Anas, dan saat ini telah kita siapkan mahasiswa-mahasiswa kita untuk bergerak dalam melakukan pendampingan pada ibu hamil, mulai dari hamil, persalinan, masa nifas, pemebrian ASI hingga keikutsertaan dalam program KB,” ujar Soekardjo           Hal ini selaras dengan kesiapan Stikes Banyuwangi yang telah mendapatkan ijin pembukaan program studi baru S1 Kebidanan dan Profesi Bidan. “Perizinan prodi baru kita telah turun, tidak hanya S1 Kebidanan dan Profesi Bidan melainkan ditambah dengan S1 Gizi serta D4 Teknologi Laboratorium Medis. Sehingga, ini kita rasa sangat membantu juga dari segi keilmuan untuk mewujudkan inovasi One Student One Client,” tandasnya. (Humas) TONTON VIDEO PENDAMPINGAN IBU HAMIL OLEH MAHASISWA PROFESI NERS

Mahasiswa Stikes Kunjungan Industri ke PT. Suri Tani Pemuka

        Mahasiswa program studi diploma tiga (D3) Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi beserta dosen pendamping prodi melakukan kunjungan industri ke PT. Suri Tani Pemuka Aquafeed, Selasa (29/10) kemarin. Kunjungan ini bertujuan sebagai pemantapan ilmu yang diperoleh saat kuliah, yakni tentang pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).           Rombongan berjumlah sekitar 45 orang ini disambut oleh tim Environtment Health Safety (EHS). Kegiatan diawali dengan presentasi sekilas tentang profil umum perusahaan yang berfokus pada pembuatan pakan ternak tersebut. Dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait prosedur keselamatan kerja yang diterapkan di PT Suri Tani Pemuka. Usai presentasi, mereka diajak berkeliling area produksi, seperti lokasi penyediaan bahan baku, pencampuran bahan hingga pengemasan.           Indah Lutfia, salah satu perwakilan mahasiswa mengaku senang dengan adanya pembelajaran ke industri-industri. Menurutnya, meski industri yang dikunjungi bukan sebuah perusahaan yang berjalan dibidang kesehatan, namun hal ini dirasa penting untuk diikuti oleh para mahasiswa kesehatan. “Menurut saya ini menarik dan penting, karena saat kuliah pun kita juga mendapatkan materi K3. Selain itu, dari hal ini kita akhirnya mkendapat wawasan baru sekaligus peluang untuk mencari pekerjaan yang mengambil sisi kesehatannya,” ucap mahasiswa semester 5 itu.           “Kunjungan ini memang menjadi program rutin yang diselenggarakan oleh prodi sebagai wadah mahasiswa mengembangkan ilmu, termasuk dalam hal enterpreneur. Selain itu juga mengembangkan inovasi kurikulum di Stikes sesuai himbauan Bupati,” cetus Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo           Pria yang akrab disapa Soekardjo ini berharap, melalui kunjungan industri mahasiswa mendapatkan pengetahuan tambahan. Kedepan, ia juga meminta mahasiswa dapat menjalin kerjasama yang lebih luas, terutama menyangkut indikator Tri Darma Perguruan Tinggi.           “Saya berharap, mahasiswa tidak hanya berhenti sampai pemahaman tentang K3 di sebuah industri. Bahkan, mahasiswa juga mampu untuk melakukan sebuah penelitian di industri-industri besar seperti Japfa Group ini,” tandasnya           Sementara itu, Sutomo Brata selaku EHS National Coordinator area timur dari Japfa Group mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang telah dilakukan oleh rombongan Stikes Banyuwangi. “Terimakasih atas kunjungan dari mahasiswa Stikes, ini juga menjadi program perusahaan untuk memperkenalkan keberadaan industri kami. Selain itu juga untuk memberikan pendidikan kepada para mahasiswa tentang K3, agar ketika besok bekerja telah paham ataupun tidak kaget,” ujarnya. (Humas)

PORNIKES Jatim XVIII Tingkat Nasional Sukses Digelar di Stikes Banyuwangi

Tuan Rumah Sekaligus Sabet Juara Umum Ke 3 Pekan Olahraga Seni dan Kesehatan (PORNIKES) Jawa Timur ke XVIII sukses digelar, Sabtu – Minggu (2-3/11). Kegiatan tahunan antar Perguruan Tinggi Kesehatan itu berlangsung di kampus Stikes Banyuwangi. Ditahun 2019 ini, PORNIKES menyandang tingkat nasional karena diikuti 2000 atlit dan official dari 30 kontingen perguruan tinggi kesehatan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali. Dengan mengusung tema Junjung Sportivitas dan Kebersamaan untuk Meraih Prestasi yang Lebih Cemerlang, ada enam jenis perlombaan yang dibagi menjadi empat cabang olahraga seperti volly, catur, tenis meja dan bulutangkis. Serta dua lomba seni, yakni paduan suara dan english presentation skill. Acara PORNIKES diawali dengan opening ceremonial (2/11) yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko S.Sos. Pembukaan juga dihadiri langsung oleh Ketua PORNIKES Jawa Timur, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Ketua KONI Banyuwangi, Ketua Yayasan Perwakesbida, Forpimka, Pimpinan perguruan tinggi dan perwakilan peserta masing-masing kontingen.              Dalam sambutannya, Yusuf Widiatmoko S.Sos mengapresiasi terselenggaranya PORNIKES di Stikes yang kini tidak lagi terbagi menjadi wilayah satu dan wilayah dua, melainkan telah menjadi satu sebagai event Provinsi Jawa Timur.  “Dengan waktu pelaksanaan yang hanya dua hari, semoga para peserta juga dapat menyempatkan waktu untuk menikmati wisata yang ada di Banyuwangi,” ucapnya.           Ucapan apresiasi juga hadir dari Ketua PORNIKES Jawa Timur, Tutut Pujianto S.T., M.Kes. Ia memberikan penghargaan terbesar untuk Stikes, karena hingga closing ceremonial selalu memberikan pelayanan yang terbaik. “PORNIKES kali ini semakin menunjukkan grafik yang meningkat, tetap mempertahankan kegiatan dengan status tingkat nasional,” ungkap pria yang akrab disapa Tutut itu.           Saya berharap, lanjutnya, kedepan Pornikes bukan hanya pekan setingkat wilayah provinsi Jawa Timur, melainkan telah menjadi PORNIKES Nasional yang dapat diikuti oleh seluruh perguruan tinggi kesehatan di seluruh Indonesia. Ia juga menyampaikan, bahwa untuk PORNIKES ke XIX akan digelar di kota Malang.           “PORNIKES 2020 akan diselenggarakan di Malang, kampus mana yang akan menjadi tuan rumah akan kita sampaikan usai rapat evaluasi dengan pengurus PORNIKES,” imbuhnya           Sementara itu, DR. H Soekardjo selaku Ketua Stikes mengucap syukur karena dapat menyelesaikan kegiatan PORNIKES tingkat nasional dikampusnya. “ Ini memberikan pengalaman untuk kami sebagai tuan rumah, belajar tentang organisasi, manajemen, dan pelayanan. Sehingga mohon maaf jika masih ada beberapa kekurangan dari kami yang belum maksimal,” ujar Seokardjo.           Soekardjo menambahkan, bahwa ditahun ini Stikes tidak hanya menjadi tuan rumah PORNIKES saja, melainkan juga menggerakan atlit-atlitnya di seluruh perlombaan. Dan hasilnya, Stikes meraih Juara Umum ke tiga karena telah mendapatkan satu medali emas di english presentation skill dan dua medali perunggu di cabor tenis meja serta paduan suara.           “ Syukur Alhamdulillah, Stikes juga meraih prestasi juara umum ke tiga, terimakasih kepada seluruh mahasiswa, dosen dan karyawan yang telah berperan banyak atas kesuksesan ini semua,” tambahnya           Pria bergelar doktor tersebut turut mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kesuksesan acara, seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Jatim, Sun Osing Banyuwangi, Teh Yuzu, Biznet, Wardah, Wings Food, Apotek Sun Indo Pharma serta BPJS Kesehatan. “Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta kontingen yang telah merespon senang terhadap pelayanan yang telah panitia berikan, bahkan mengaku luar biasa akan fasilitas-fasilitas yang ada di Stikes Banyuwangi,” pungkasnya           Dari kegiatan ini, juara umum pertama PORNIKES Ke XVIII berhasil diraih oleh Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang mendapatkan dua medali emas dari cabor bulu tangkis putra dan bulu tangkis putri. Disusul oleh Stikes dr. Soebandi Jember dan Stikes Ngudia Husada Madura yang dinobatkan sebagai juara umum kedua karena telah menyabet satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perungu. Juara umum ketiga dengan capaian satu medali emas, dua medali perunggu diraih oleh Stikes Banyuwangi.           Di akhir pesannya, Ketua Stikes Banyuwangi berpesan “Kalah menang seduluran selawase”. (Humas)

HASIL JUARA PORNIKES XVIII TINGKAT NASIONAL TAHUN 2019

Digelar Sabtu-Minggu, 2-3 November 2019 di Kampus Stikes Banyuwangi CABOR CATURKELAS PUTRA JUARA 1BAYU TRI YOGA (STIKES ICME JOMBANG )JUARA 2KEN RANGGA GALANG (UNIVERSITAS NEGERI JEMBER)JUARA 3  CALVIN VIRDIANSYAH K (POLTEKKES RS.DR.SOEPRAOEN KESDAM V) CABOR CATURKELAS PUTRI JUARA 1NI MADE PUTRI SUARYANADI (STIKES BULELENG)JUARA 2ANDIRA NURRAHMA R (UNIVERSITAS NEGERI JEMBER)JUARA 3 KRISDAYANTI (UNIV. MUHAMMADIYAH LAMONGAN) CABOR TENIS MEJAKELAS PUTRA JUARA 1STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTOJUARA 2STIKES HANG TUAH SURABAYA                JUARA 3 STIKES BANYUWANGI   STIKES KARYA HUSADA KEDIRI CABOR TENIS MEJAKELAS PUTRI JUARA 1STIKES dr.SOEBANDI JEMBER      JUARA 2AKPER KERTA CENDEKIA                JUARA 3 AKES RUSTIDA   STIKES KARYA HUSADA KEDIRI  CABOR BOLA VOLLYKELAS PUTRA JUARA 1STIKES NGUDIA HUSADA MADURA JUARA 2UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO                 JUARA 3STIKES MAHARANI    STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO   CABOR BOLA VOLLYKELAS PUTRI JUARA 1POLTEKKES RS dr.SOEPRAOEN KESDAM V JUARA 2STIKES NGUDIA HUSADA MADURA                 JUARA 3STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA    STIKES HANG TUAH SURABAYA   CABOR BULU TANGKISKELAS PUTRA JUARA 1UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG JUARA 2STIKES DR.SOEBANDI JEMBER                 JUARA 3STIKES KARYA HUSADA KEDIRI    UNIVERSITAS PESANTREN DARUL ULUM JOMBANG   CABOR BULU TANGKISKELAS PUTRI JUARA 1UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG JUARA 2STIKES KARYA HUSADA KEDIRI                 JUARA 3STIKES DR.SOEBANDI JEMBER    STIKES NGUDIA HUSADA MADURA SENI: PADUAN SUARA JUARA 1STIKES BAPTIS KEDIRI JUARA 2UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA                 JUARA 3STIKES BANYUWANGI SENI: ENGLISH PRESENTATION SKILL JUARA 1RIMA AMBARWATI (STIKES BANYUWANGI) JUARA 2 DINAR RIZQI P (UNIVERSITAS JEMBER)                JUARA 3PUTRI RACHMANIA (UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN) JUARA UMUM PORNIKES XVIII TINGKAT NASIONAL JUARA UMUM 1UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANGJUARA UMUM 2STIKES dr. SOEBANDI JEMBERSTIKES NGUDIA HUSADA MADURA JUARA UMUM 3STIKES BANYUWANGI TONTON VIDEO OPENING CEREMONIAL PORNIKES !! TONTON JUGA !! VIDEO CLOSING CEREMONIAL PORNIKES

Stikes Lahirkan 186 Sarjana dan Ahli Madya Baru

Sidang Senat Terbuka ke XXIX Wisuda Sarjana Keperawatan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Ahli Madya Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi kembali meluluskan sarjana dan ahli madya dari program studi keperawatan, kebidanan dan farmasi pada Kamis (17/10). Kegiatan yang dikemas dalam sidang senat terbuka ke XXIX ini berlangsung di Auditorium GBK setempat, diikuti oleh 186 wisudawan. Para wisudawan tersebut terdiri dari 88 Sarjana Strata Satu (S1) Keperawatan, 31 ahli madya Diploma Tiga (D3) keperawatan, 31 wisudawan D3 Kebidanan, dan 36 lainnya berasal dari ahli madya farmasi. Prosesi yang dipimpin oleh Ketua Stikes DR H Soekardjo itu disaksikan oleh orang tua atu wali wisudawan tamu undangan dari seluruh mitra kerja Stikes Banyuwangi. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dr Widji Leatariono M.Mkes beserta sejumlah rombongan dari forum pimpinan daerah (forpimda) Banyuwangi. Hadir pula Direktur Rumah Sakit (RS) Negeri dan Swasta dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Surabaya, Probolinggo dan Malang. Selain itu turut hadir perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Sidang terbuka tersebut ditandai dengan prosesi pemindahan kuncir oleh ketua senat yang dalam hal ini ialah Ketua Stikes, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan pemasangan pin oleh masing-masing ketua organisasi profesi. Sebelum acara inti dimulai, Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas yang saat itu tengah berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga berhalangan hadir secara langsung, menyapa para wisudawan, sivitas akademika serta tamu undangan lewat sambungan FaceTime. Dalam telewicaranya, anas memotivasi para wisudawan untuk beroptimis menjadi seorang lulusan tenaga kesehatan dari Banyuwangi. Pasalnya, Banyuwangi telah meraih peringkat pertama sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia oleh Kementrian Dalam Negeri. “Kini para wisudawan tidak perlu minder, Banyuwangi sendiri telah memiliki banyak program dalam bidang kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi,” papar Anas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi akan membuat program One Student One Client, lanjutnya, inas berharap, Stikes Banyuwangi, khususnya para mahasiswa dapat terlibat langsung dalam menjalankan program tersebut. Kedepan KKN Stikes dapat menambah inovasi terkait pendampingan ibu hamil, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu. “Saya meminta, satu mahasiswa dapat mendampingi satu ibu yang terdeteksi hamil hingga persalinan. Hal ini untuk membantu pemkab dalam menurunkan AKI di Banyuwangi, terkait praktiknya Stikes bisa bekerjasama dengan dinas kesehatan dan pihak desa,” lanjutnya Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo itu mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan masa pendidikannya. “Dengan berakhirnya proses akademik di kampus, maka wisudawan memiliki tanggung jawab atas profesi yang diembannya,” ucapnya Soekardjo juga menyampaikan terimakasih atas prestasi yang telah disumbangkan para mahasiwa kepada kampus baik prestasi bidang akademik maupun non akademik. Belum lama ini, mahasisw abanyak menorehkan prestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Seperti tim peneliti yang berhasil lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 32, meyabet juara 2 dan 3 cabor pencak silat tingkat internasional. “Mahasiswa kita, yang saat ini sedang diwisuda atas nama Galang Aprilian pernah mewakili Banyuwangi, Indonesia pada umumnya dalam ajang fashion costum BanyuwangI Ethno Carnival (BEC) di Australia,” ujar Soekardjo Di usia Stikes yang telah menginjak angka 13 tahun, Soekardjo bersama sivitas akademika terus berbenah diri. Tidak hanya berfokus pada peningkatan pendidikan tenaga kerjanya, melainkan juga terhadap sarana prasarana. Ketua Stikes Soeakrdjo menuturkan, bahwa ia berencana akan membangun gedung baru untuk kantor, ruang perkuliahan, serta laboratorium terpadu. Bertepatan dengan kegiatan wisuda tersebut, juga dibacakan sebuah Surat Keputusan (SK) terkait ijin pembukaan prodi baru oleh Dikti. Prodi baru itu diantaranya ialah S1 Gizi, S1 Kebidanan dan Profesi Bidan. Satu prodi baru yang masih dalam tahap verifikasi data ialah D IV Teknologi Laboratorium Medis serta akan menyusul prodi S1 Administrasi Rumah Sakit. Tidak hanya itu, Soekardjo mengimbuhkan, bahwa kampus yang ia pimpin saat ini tengah melebarkan sayap dalam bidang enterpreneur. Stikes berupaya untuk dapat menjadi perguruan tinggi yang mandiri dalam berwira usaha, guna meningkatkan kesejahteraan bersama serta tidak membebani dalam pembiayaan mahasiswa. Beberapa usaha yang telah berjalan yakni asrama putri, penyewaan gedung, klinik serta produksi air mineral. “Ada empat usaha yang telah digarap, dan pada acara wisuda ini kami meresmikan Klinik dan Stikes Banyuwangi Water melalui penandatangan prasasti oleh Bupati Banyuwangi yang dalam hal ini akan diparaf terlebih dahulu oleh kepala dinas kesehatan,” imbuhnya Diakhir acara, kegiatan wisuda diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik. Mahasiswa atas nama Devania Firdhausya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pertama prodi S1 Keperawatan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,66. Disusul Lina Anggraini dengan IPK 3,66 lalu Ria Sukmawati dengan IPK 3,63. Di prodi D3 Keperawatan, wisudawan terbaik pertama dengan IPK  3,65 diraih oleh Evi Setyowati, terbaik kedua dengan IPK 3,59 diraih Lasiono dan terbaik ketiga dengan IPK 3,57 diraih Hanna Marfili Putri. Pada prodi Kebidananan, mahasiswi atas nama Debby Rizka Amalia berhasil menyabet predikat terbaik pertama dengan nilai IPK 3,53, terbaik kedua ialah Fitriana Pratama Rojik mencapai IPK 3,43 dan terbaik ketiga dengan IPK 3,37 dicapai oleh Dyah Ayu Rukminingtyas. Sedangkan wisudawan terbaik dari prodi farmasi pada wisuda ke XXIX tahun ini diduduki oleh Lailatul Badriyah dengan IPK 3,57, disusul Ayu Wanda Marita dengan IPK 3,54 sebagai terbaik kedua dan Pita Liskasari dengan IPK 3,53 sebagai terbaik ketiga. (Humas) Tonton Juga Video Streaming Rangkaian Wisuda ke XXIX

DAFTAR MAHASISWA PENERIMA BEASISWA PPA TAHAP I TAHUN 2019

Kenalkan Pengabmas Sejak Jadi Maba

Serentak di 10 titik wilayah Penataban Ratusan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus selama 4 hari, (4-8/9). PKKMB tahun 2019 ini mengusung tema GEMARI, membangun Generasi Emas Berwawasan dan Berkebangsaan dalam Era Revolusi Industri 4.0. Tema ini mengacu pada panduan yang diedarkan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti).           Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas, M.Kep selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa PKKMB bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Di tahun 2019 ini, Yanuar bersama panitia lainnya mengonsep pengenalan kampus dengan capian berupa pengabdian masyarakat di wilayah sekitar kampus. Bentuk kegiatannya ialah penyuluhan kesehatan serta pembagian sembako.           “Tahun ini, mahasiswa mulai kita kenalkan dengan pengabdian masyarakat sejak awal. Alasannya, agar mereka nantinya akan lebih terbiasa dengan kegiatan pengabmas. Dimana, pengabmas juga merupakan salah satu indikator dari Tri Darma Perguruan Tinggi,” tutur Yanuar.           Ia menambahkan, bahwa ratusan mahasiswa baru tersebut serentak melakukan pengabdian masyarakat di 10 titik di wilayah Kelurahan Penataban (7/9). “Sasaran kita beragam, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kita menyasar ke sekolah, pondok pesantren, karang taruna, bahkan ke pengajian-pengajian. Ada ponpes Nur Cahaya dan Ponpes Darul Furqon,” imbuhnya           Terkait tema, lanjutnya, tim pengabmas yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pendamping itu mengangkat 10 topik kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat. Tema-tema tersebut diantaranya gizi buruk, stunting, Dagusibu atau cara pemeliharaan dan penggunaan obat-obatan, kebersihan lingkungan, gosok gigi, Diabetes Mellitus, penyakit ginjal, penanganan cidera, penanganan masalah popok bayi, serta diare.           Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi, Bapak DR. H. Soekardjo mengapresiasi kegiatan pengabmas tersebut. Menurutnya, mahasiswa memang sudah sepatutnya sejak awal masuk dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan selama mereka kuliah kelak, tidak hanya mengenal lingkungan kampusnya. Dirinya juga berharap, pengabmas ini dapat terus ditindak lanjuti baik untuk mahasiswa maupun dosen. “Pengabmas ini juga menjadi wujud keberadaan Stikes Banyuwangi yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat luas, terutama sekitar wilayah kampus,” papar Soekardjo. (Humas)