Informasi Pengumuman

Kenalkan Pengabmas Sejak Jadi Maba

Serentak di 10 titik wilayah Penataban Ratusan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus selama 4 hari, (4-8/9). PKKMB tahun 2019 ini mengusung tema GEMARI, membangun Generasi Emas Berwawasan dan Berkebangsaan dalam Era Revolusi Industri 4.0. Tema ini mengacu pada panduan yang diedarkan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti).           Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas, M.Kep selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa PKKMB bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Di tahun 2019 ini, Yanuar bersama panitia lainnya mengonsep pengenalan kampus dengan capian berupa pengabdian masyarakat di wilayah sekitar kampus. Bentuk kegiatannya ialah penyuluhan kesehatan serta pembagian sembako.           “Tahun ini, mahasiswa mulai kita kenalkan dengan pengabdian masyarakat sejak awal. Alasannya, agar mereka nantinya akan lebih terbiasa dengan kegiatan pengabmas. Dimana, pengabmas juga merupakan salah satu indikator dari Tri Darma Perguruan Tinggi,” tutur Yanuar.           Ia menambahkan, bahwa ratusan mahasiswa baru tersebut serentak melakukan pengabdian masyarakat di 10 titik di wilayah Kelurahan Penataban (7/9). “Sasaran kita beragam, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kita menyasar ke sekolah, pondok pesantren, karang taruna, bahkan ke pengajian-pengajian. Ada ponpes Nur Cahaya dan Ponpes Darul Furqon,” imbuhnya           Terkait tema, lanjutnya, tim pengabmas yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pendamping itu mengangkat 10 topik kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat. Tema-tema tersebut diantaranya gizi buruk, stunting, Dagusibu atau cara pemeliharaan dan penggunaan obat-obatan, kebersihan lingkungan, gosok gigi, Diabetes Mellitus, penyakit ginjal, penanganan cidera, penanganan masalah popok bayi, serta diare.           Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi, Bapak DR. H. Soekardjo mengapresiasi kegiatan pengabmas tersebut. Menurutnya, mahasiswa memang sudah sepatutnya sejak awal masuk dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan selama mereka kuliah kelak, tidak hanya mengenal lingkungan kampusnya. Dirinya juga berharap, pengabmas ini dapat terus ditindak lanjuti baik untuk mahasiswa maupun dosen. “Pengabmas ini juga menjadi wujud keberadaan Stikes Banyuwangi yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat luas, terutama sekitar wilayah kampus,” papar Soekardjo. (Humas)

Stikes Digebyar Dua Kegiatan Sekaligus

Temu Kader Santri dan Pelatihan Baby Spa Berlangsung Bersamaan Ratusan orang memadati kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Senin (26/8). Sebagian dari mereka ialah para santri pondok pesantren yang ada di Banyuwangi untuk mengkuti kegiatan Temu Kader Santri Husada Kabupaten Banyuwangi tahun 2019 di Auditorium GBK Stikes. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi itu melibatkan Tim Promotor Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Stikes Banyuwangi dalam kepanitiaan serta tim juri.           Terdapat tiga jenis lomba pada kegiatan yang dibuka langsung oleh dr. Hj. Indah Sri Lestari M.MRS tersebut, yaitu lomba dakwah, lomba kaligrafi, serta lomba hadrah. Dalam sambutannya, dr Indah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS dilingkungan pondok pesantren. Mewakili kepala dinas, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Stikes Banyuwangi dan Tim Promotor UKS yang telah menjadi mitra dalam kegiatan tahunan dinas kesehatan itu.           Kegiatan lain yang berlangsung pada hari yang sama yaitu Pelatihan Baby Spa & Mom’s Treatmen yang diselenggarakan oleh dosen program studi kebidanan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari mahasiswa kebidanan tingkat 3 dan tamu luar. Panitia acara menghadirkan Umi Susilowati SST., M.Kes., CI IBH., CT NNLP beserta tim dari Holistic Care and Institue (HCI) Boyolaliselaku trainer.           Ketua Stikes Banyuwangi, DR. H. Soekardjo mengapresiasi dua kegiatan yang serentak digelar di Stikes itu. Ia juga berkesempatan hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Dalam pelatihan yang berlangsung di gedung perkuliahan kebidanan, Soekardjo menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan bekal yang diberikan kepada mahasiswa sebelum lulus nantinya. “Ini ialah bekal untuk mahasiswa, agar setelah lulus mereka dapat membuka usaha pribadi yang masih selaras dengan rumpun ilmunya,” tutur Soekardjo.           Hal senada juga disampaikan oleh trainer pelatihan, Umi Susilowati mengatakan bahwa baby spa & mom’s treatmen merupakan peluang usaha yang bagus saat ini. Dengan mengikuti pelatihan yang tepat, maka peserta tidak hanya mendapat ilmu baru, namun juga dapat berinovasi membuka sebuah usaha. Dimata perempuan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Banyuwangi tersebut, Stikes ialah kampus kesehatan yang luar biasa karena benar-benar menyiapkan mahasiswanya untuk siap kerja setelah lulus.           “Stikes ternyata luar biasa, saya melihat fasilitasnya lengkap, mahasiswanya aktif, bahkan SDM atau dosennya juga sudah mumpuni sesuai bidang ilmunya masing-masing,” ucapnya.           Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Ibu Saimah dari Kodim 0825 Banyuwangi mengaku senang bisa bergabung dalam pelatihan yang berlangsung dua hari tersebut (26-27/8). Menurut Saimah, baby spa ataupun mom’s treatmen bukan hanya sebatas ilmu untuk berwirausaha mandiri, melainkan juga sebagai aplikasi ilmu bagi para bidan, serta ladang pahala untuk semuanya. (Humas) Berita ini juga dimuat pada Radar Banyuwangi edisi 2 September 2019 https://www.instagram.com/p/B1qY0d1JcmU/

Sebanyak 40 Dosen Dibekali Penulisan Proposal Pengabmas

Jum’at (23/8), sebanyak 40 dosen mengikuti workshop penulisan proposal pengabdian kepada masyarakat di ruang rapat rektorat. Penyelenggara kegiatan ini ialah unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Tim PPPM menghadirkan Dr. Uke Prajogo, STP., MM dari Malang sebagai narasumber.           Ketua PPPM, Wahyu Adri Wirawati, MA menjelaskan bahwa tujuan workshop ini adalah untuk menambah pengetahuan para dosen tentang tehnik-tehnik penulisan proposal pengabmas yang sesuai dengan aturan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Selain itu, juga meningkatkan motivasi para dosen untuk lebih giat membuat sekaligus melakukan pengabdian masyarakat. Kegiatan diawali dengan ceremonial pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Stikes, Bapak DR. H. Soekardjo. Dalam sambutannya, Soekardjo menyampaikan banyak terimakasih atas waktu dan kehadiran dari narasumber. “Terimakasih Pak Uke, kedua kalinya hadir di Stikes untuk berbagi ilmu dengan kami disini,” ucapnya           Dirinya juga memohon kepada seluruh peserta workshop untuk dapat mengikuti kegiatan dengan seksama hingga akhir acara. Menurutnya, ini ialah kesempatan besar bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari pakar yang tepat. Ia berharap, output dari kegiatan ini tidak hanya berbentuk ilmu baru ataupun pengalaman, namun juga berwujud proposal yang dapat direalisasikan.  “Pastinya besar harapan saya, setiap dosen dapat membuat proposal pengabdian masyarakat. Syukur alhamdulillah juga, apabila bisa menembus lolos hibah dikti,” imbuh Soekardjo. Hal senada juga disampaikan oleh narasumber workshop, Bapak Uke Prajogo, yang dalam pemaparan materinya menyebutkan bahwa hasil dari kegiatan ini ialah aplikasi nyata dari para peserta. “Tujuan besar diadakannya kegiatan ini pastinya adalah harapan agar setiap dosen dapat membuat proposal pengabmas, namun dengan pemilihan yang lebih tepat,” cetusnya Diakhir acara, pria yang juga menjadi penasehat tim peneliti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) itu mengaku senang bisa hadir di Stikes Banyuwangi. Dalam pandangannya, Stikes merupakan kampus kesehatan yang spektakuler. Tiada henti untuk membekali para tenaga pendidiknya menambah ilmu baru. “Saya melihat banyak perbedaan yang lebih baik dari kehadiran pertama saya, bangunan-bangunannya telah bertambah. SDM-nya semakin mumpuni, dan Spektakuler,” ujar Uke. (Humas)

Mahasiswa Keperawatan Turut Meriahkan HUT RI 74 Di Glagah

Mahasiswa program studi (Prodi) Strata 1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi tingkat 3 turut memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74. Mereka yang tengah menjalani Praktik Laboratorium Keperawatan Klinik (PLKK) Komunitas dan Jiwa di Desa Tamansuruh – Glagah itu, berpartisipasi mengikuti kegiatan gerakjalan dan karnaval Kecamatan Glagah.                   Pada kegiatan gerakjalan yang diselenggrakan pada tanggal 20 Agustus, mahasiswa Stikes mengeluarkan dua tim, satu tim perempuan dan satu tim laki-laki. Mereka dengan semangat dan antusias berjalan sejauh sekitar 7 kilometer. Tidak hanya dalam satu kegiatan tersebut saja, di tanggal 28 Agustus 2019 mahasiswa kembali terjun menyemarakkan kemerdekaan Indonesia. Mereka bersama masyarakat Tamansuruh beramai-ramai mengikuti kegiatan Karnaval. Dengan mengusung tema kesehatan bertajuk peduli Stunting, mahasiswa berjalan sembari membawa poster-poster kesehatan. Sehingga, masyarakat sekitar atau penonton juga mendapatkan edukasi kesehatan melalui kegiatan karnaval.           Mohammad Fanani, selaku ketua panitia karnaval dari kelompok mahasiswa mengaku senang bisa ikut andil dalam kegiatan agustusan Kecamatan Glagah. Menurutnya, ini juga sebagai wadah mereka untuk melakukan promosi kampus serta memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.           “Selain memperkenalkan keberadan Stikes, program studi yang ada di kampus, ini juga sebagai cara kita berbagi informasi kesehatan kepada masyarakat,” ucap pria yang akrab dipanggil Fafan ini           Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Keperawatan Anita Dwi Ariyani M.Kep mengapresiasi keaktifan dari mahasiswnya. Dalam PLKK, mahasiswa melakukan pengkajian dan intervensi dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada dimasyarakat. Harapanya, mahasiswa tidak hanya berfokus pada tugas dan kewajibannya saja, melainkan juga dapat mengambil peran pada setiap kegiatan yang diselenggarakan di wilayah prakteknya.           “Yang jelas saya mendukung dan memberi apresiasi yang cukup besar, mereka melakukan dengan all out. Mereka mengusung tema kesehatan, serta melakukan pomosi kampus,” tuturnya. (Humas)

Tim PKM Stikes Lolos Pimnas Ke 32

Menjadi salah satu dari dua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang berhasil lolos ke Pimnas Lima mahasiswa dari program studi (prodi, red) farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berbasis kewirausahaan berhasil lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32. Mereka ialah Rizka Dianti Wahyudi, Lisa Vironika Agusting Ningtias, Rizalina Fajar Inzani, Siti Faiqoh dan Alvina Nurul Jannah. Tim PKM-K ini mengusung sebuah inovasi yang mereka sebut dengan GuMIL (Gummy Minyak Ikan Lemuru).           Pimnas merupakan program unggulan yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).  Pimnas ke-32 akan diselenggarakan di Universitas Udayana Bali, pada 27 hingga 31 Agustus 2019. Mahasiswa Stikes, akan bersaing dengan 126 perguruan tinggi seluruh Indonesia.           Rizka Dianti Wahyudi, selaku ketua dari tim PKM-K menjelaskan, bahwa ini merupakan pertama kalinya ia bersama keempat anggotanya lolos dalam pimnas. Ia mengangkat sebuah inovasi tentang cara mudah melengkapi gizi anak melalui olahan minyak ikan lemuru yang diproses menjadi sebuah jely siap konsumsi. Menurutnya, untuk dapat menembus tahap pimnas tidaklah mudah. Diawal mereka harus mengikuti seleksi proposal PKM dengan pesaing ribuan judul. Jika lolos, maka diteruskan dengan monitoring evaluasi, yang proses demi prosesnya pun dinilai membutuhkan perjuangan yang berat. Usai dilakukan monitoring oleh tim juri, maka baru dapat ditentukan tim mana saja yang dinyatakan lolos ke tahap pimnas.           “Alhamdulillah, tim GuMIL bisa lolos ke pimnas. Kita akan berangkat tanggal 26 Agustus bersama bapak ketua dan dosen pendamping. Disana, kita bersaing dengan ribuan peserta. Ada sekitar 460 judul yang akan dinilai oleh 71 juri,” ungkap perempuan yang masih menduduki semester tiga di Stikes itu.           Kita akan berusaha semaksimal mungkin, imbuhnya, dengan turut memohon doa restu dari keluarga, rekan-rekan mahasiswa, serta bapak ibu dosen dan karyawan Stikes Banyuwangi. “Mohon doa dan dukungannya kepada semua, agar kita dapat diberi kelancaran dan hasil terbaik dalam mengikuti pimnas ke 32 di Bali  ini,” imbuhnya           Sementara itu, ketua Stikes Banyuwangi, bapak DR. H. Soekardjo mengaku senang dengan kabar kelolosan yang berhasil ditembus oleh tim PKMK tersebut. Ia akan ikut mendampingi selama kegiatan pimnas di Bali berlangsung.           “Bersyukur itu pasti, bagi kami ini telah menjadi sebuah prestasi untuk kampus dan Kabupaten Banyuwangi” ucap Soekardjo.           Pihaknya berharap, dengan adanya prestasi baru ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk turut aktif mengikuti program PKM yang akan datang, tidak hanya pada kancah pimnas saja melainkan hingga ke Asean. Tak lupa, Soekardjo juga turut mengucapan terimakasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu tim peneliti hingga akhirnya dapat berdiri mempresentasikan inovasinya dalam kegiatan bergengsi itu.           “Saya ucapkan terimakasih banyak kepada orang tua mahasiswa, dosen prodi, dosen pembimbing, serta mitra-mitra yang telah banyak membantu mahasiswa kami, salah satunya yakni pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi” tuturnya (Humas)

Dinas Kesehatan Gelar Perti Husada Cabang III di Stikes

Dorong semua Puskesmas Miliki SBH Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi menggelar Perkemahan Bhakti Husada di bumi perkemahan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung tiga hari (9-11/8) itu diikuti oleh 170 peserta Saka Bhakti Husada (SBH) yang berasal dari 15 Puskesmas yang ada di Banyuwangi.           Pipit Hariyono, S.Kep selaku instruktur saka dari Stikes Banyuwangi mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang diadakan oleh dinas kesehatan, dan Stikes Banyuwangi sering menjadi mitra dalam kegiatan tersebut. “Dinas kesehatan dan Stikes telah memiliki kerjasama dalam medukung kegiatan-kegiatan SBH ataupun UKS, tidak hanya sebagai tuan rumah. Melainkan juga tentang sumber daya manusianya,” ucapnya.           Pria yang juga menjadi koordinator Tim Promotor Usaha Kesehatan (UKS) Stikes ini menambahkan, bahwa dalam acara Pertihusada tersebut dirinya juga diberi amanah untuk menjadi pembicara dalam kegiatan orientasi SBH bagi kepala puskesmas dan pengelola program SBH puskesmas se–Kabupaten Banyuwangi di kantor dinas kesehatan (8/8).           Kegiatan perkemahan cabang III tersebut, imbuhnya, dikonsep oleh anggota dari racana Stikes Banyuwangi. Racana merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dibidang kepramukaan tingkat perguruan tinggi. “Sebagian yang menjadi panitia juga berasal dari mahasiswa Stikes,” imbuhnya           Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi DR. H. Soekardjo mengapresiasi kegiatan pertihusada ini. Beliau turut hadir dan berkesempatan memberikan sambutan dalam acara pembukaan bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr. H Widji Lestariono, M.Mkes. Menurutnya, SBH ini sangat erat korelasinya dengan kompetensi dalam bidang kesehatan. Ia dan Kadinkes Banyuwangi dalam sambutannya sama-sama berharap bahwa seluruh puskesmas memiliki SBH.           “Besar harapan kami, seluruh puskesmas memiliki SBH. Anak-anak SBH  dinilai memiliki karakter dan softskill yang baik. Hal ini terbukti dari hasil evaluasi yang telah berjalan bertahun-tahun sebelumnya pada mereka yang masuk PT di Stikes,” jelasnya. Kedepan, pihaknya juga tertarik mengadakan kegiatan serupa yang menyasar pramuka kesehatan di Banyuwangi. “Kegiatan ini akan ditindak lanjuti, kita memiliki tim promotor UKS, ada juga racana, bahkan SDM nya pun telah bersertifikat Instruktur Saka Nasional. Berlanjut dengan realisasi kerjasama menggandeng puskesmas–puskesmas dan dinas kesehatan tentunya,” tutur Soekardjo. (Humas) *berita ini juga dimuat pada Radar Banyuwangi edisi 16 Agustus 2019.

PENGUMUMAN KELULUSAN SIPENMARU GEL. 4 TA 2019-2020

PENGUMUMANNo. 531/01/ STIKES BWI/VIII/2019 Berdasarkan pada: Keputusan Ketua STIKES Banyuwangi Nomor : 132/01/STIKES BWI/XII/2018 tanggal 04 Desember 2018 tentang Penetapan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi Tahun Akademik 2019/2020. Keputusan Ketua STIKES Banyuwangi Nomor : 066/01/STIKES BWI/VIII/2019 tanggal 19 Agustus 2019 tentang Peserta yang Dinyatakan Lulus Tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 4 STIKES Banyuwangi Tahun Akademik 2019/2020. Dengan ini diumumkan peserta yang LULUS Tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 4 Tahun Akademik 2019/2020. Peserta yang telah dinyatakan lulus tes dan diterima sebagai calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi dapat segera melakukan DAFTAR ULANG mulai 20-30 Agustus 2019 di Bagian Administrasi Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi Jl. Letkol Istiqlah No. 109 Banyuwangi pada jam kerja Senin-Jumat pukul 08.30-14.00 WIB. Banyuwangi, 20 Agustus 2019Ketua STIKES Banyuwangi TTD DR. H. SoekardjoNIK. 06.001.0906 ——————————————————————————————- PENGUMUMANKELULUSAN TES SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 4SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANYUWANGITAHUN AKADEMIK 2019/2020 No. No Peserta Program Studi Keterangan 1. 20194110001 S1 Keperawatan LULUS (A) 2. 20194110002 S1 Keperawatan LULUS (A) 3. 20194110003 S1 Keperawatan LULUS (A) 4. 20194110004 S1 Keperawatan LULUS (B) 5. 20194110005 S1 Keperawatan LULUS (A) 6. 20194110006 S1 Keperawatan LULUS (A) 7. 20194110007 S1 Keperawatan LULUS (A) 8. 20194110008 S1 Keperawatan LULUS (A) 9. 20194110010 S1 Keperawatan LULUS (A) 10. 20194110012 S1 Keperawatan LULUS (A) 11. 20194110014 S1 Keperawatan LULUS (A) 12. 20194110015 S1 Keperawatan LULUS (A) 13. 20194110017 S1 Keperawatan LULUS (A) 14. 20194220001 D3 Keperawatan LULUS (A) 15. 20194220002 D3 Keperawatan LULUS (A) 16. 20194220003 D3 Keperawatan LULUS (A) 17. 20194220004 D3 Keperawatan LULUS (A) 18. 20194220005 D3 Keperawatan LULUS (A) 19. 20194220006 D3 Keperawatan LULUS (A) 20. 20194220007 D3 Keperawatan LULUS (A) 21. 20194220008 D3 Keperawatan LULUS (A) 22. 20194210001 D3 Kebidanan LULUS (A) 23. 20194210002 D3 Kebidanan LULUS (A) 24. 20194210003 D3 Kebidanan LULUS (A) 25. 20194210004 D3 Kebidanan LULUS (A) 26. 20194210005 D3 Kebidanan LULUS (A) 27. 20194210006 D3 Kebidanan LULUS (A) 28. 20194230001 D3 Farmasi LULUS (A) 29. 20194230002 D3 Farmasi LULUS (A) 30. 20194230003 D3 Farmasi LULUS (A) 31. 20194230004 D3 Farmasi LULUS (A) 32. 20194230005 D3 Farmasi LULUS (A) 33. 20194230006 D3 Farmasi LULUS (A) 34. 20194230007 D3 Farmasi LULUS (B) 35. 20194230008 D3 Farmasi LULUS (A) 36. 20194230009 D3 Farmasi LULUS (A) 37. 20194230010 D3 Farmasi LULUS (A) 38. 20194230011 D3 Farmasi LULUS (A) 39. 20194230012 D3 Farmasi LULUS (A) 40. 20194230013 D3 Farmasi LULUS (A) 41. 20194230015 D3 Farmasi LULUS (A) 42. 20194230016 D3 Farmasi LULUS (A) 43. 20194230017 D3 Farmasi LULUS (A) 44. 20194230019 D3 Farmasi LULUS (A) 45. 20194230020 D3 Farmasi LULUS (A) 46. 20194230021 D3 Farmasi LULUS (A) 47. 20194230022 D3 Farmasi LULUS (A) 48. 20194230024 D3 Farmasi LULUS (A) 49. 20194230025 D3 Farmasi LULUS (A) 50. 20194230026 D3 Farmasi LULUS (B) 51. 20194230027 D3 Farmasi LULUS (A) 52. 20194230028 D3 Farmasi LULUS (A) *) Bagi peserta tes yang dinyatakan LULUS KATEGORI B wajib hadir bersama orang tua/wali ke Kampus STIKES Banyuwangi pada hari Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB. Bagi yang tidak hadir, dianggap MENGUNDURKAN DIRI.

LOWONGAN KERJA DOSEN

DIBUTUHKAN SEGERA :Tenaga Pendidik untuk Prodi Farmasi*Pendidikan terkahir S2 Farmasi, minimal IPK 3,20 Syarat Lamaran : CV / Daftar Riawayat Hidup Surat lamaran ditulis tangan, ditandatangani, bermatrai Foto copy Ijazah dan Transkip nilai yang dilegalisir Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian (SKCK) Pas Foto ukuran 3×4 (hitam putih) sebanyak 3 lembar Foto copy KTP Batas pendaftaran : 30 September 2019Wawancara : 02 Oktober 2019 Kirim lamaran ke :Ketua Stikes BanyuwangiJl. Letkol Istiqlah No. 109 Banyuwangi Narahubung :(0333) 425270 / 421610

Syekh Ali Jaber Beri Pengajian Akbar di GBK Stikes

Ratusan orang memadati Auditorium GBK Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Kamis (1/8) guna mengikuti pengajian akbar. Kegiatan yang bertema Raihlah Surga dengan Al-Qur’an ini dinarasumberi oleh Syekh Ali Jaber, seorang pendakwah dari Madinah. Selain dosen tetap, dosen tidak tetap, karyawan, yayasan Perwakesbida, Ikatan Keluarga Orang Tua Mahasiswa (IKOMA) dan mahasiswa, hadir pula segenap tamu undangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Banyuwangi, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Giri, Muhammadiyah, Al Irsyad, LDII, Kapolsek Giri, serta perwakilan dari SMA di Banyuwangi. Kedatangan Syekh Ali Jaber ke kampus pencetak tenaga kesehatan itu merupakan serangkaian kegiatan roadshownya yang berjatuk “Ciptakan 1 Juta Penghafal Alqur’an di Indonesia”. Tidak hanya di Stikes, ia bersama timnya akan berkeliling Banyuwangi untuk berbagi ilmu tentang kiat-kiat mudah menghafal Alqur’an. “Saya bersama tim yayasan Syekh Ali Jaber, memiliki program untuk mencetak satu juta penghafal Al-Quran di Indonesia. Caranya mudah, asalkan kita mau meniatkan diri,” ucap Syekh Ali Jaber saat memberikan materi. Tidak hanya teori, pria yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) itu juga mempraktikan langsung bagaimana langkah mudah untuk dapat menghafal Al-Qur’an dalam waktu yang tidak lama, yaitu dengan cara mengangkat kitab suci tersebut sejajar mata, lalu mata cukup bergerak ke kanan dan ke kiri dengan posisi kepala tetap ditengah. Terpilihlah dua perwakilan dari peserta untuk melakukan metode yang telah disampaikan, satu peserta perempuan berasal dari mahasiswa Stikes, satu lainnya ialah laki-laki yang merupakan dosen tamu di Stikes. “Bekerja layaknya mesin fotokopi, hanya mengikuti setiap hurufnya tanpa membaca dalam hati, ataupun menghafalkannya. Tutup mata, bayangkan setiap hurufnya, dan lantunkan apa yang terlihat,” imbuhnya Ketua Stikes Banyuwangi, DR H Soekardjo mengaku senang bisa menjadi tuan rumah dari kehadiran imam besar kelahiran Madinah tersebut. Tema yang diangkat pun sangat memberikan ilmu manfaat. Menurutnya, terutama bagi kaum umat Islam Al-Qur’an merupakan patokan setiap manusia dalam menjalankan kehidupan. “Al-Qur’an ialah kitab suci kita umat Islam, ada 5M didalamnya yakni membaca, menulis, menghafal, memahami serta mengamalkan,” tutur Ketua Stikes. Pengajian akbar ini selaras dengan program religi di kampus Stikes. Sivitas akademika yang  muslim, dihimbau untuk melakukan membaca Al-Qur’an bersama 30 menit sebelum melakukan sholat duhur berjama’ah. “Kita juga ada program belajar ngaji bersama dan terjemahan bagi dosen dan karyawan, selain itu juga ada program beasiswa bagi mahasiswa yang hafidz Qur’an kelipatan 5 juz,” papar Soekardjo Saya berharap, lanjutnya, hal ini dapat terus ditindak lanjuti. Sejatinya, semua yang dilakukan selama hidup tidak pernah lepas dari apa yang tertera pada Al-Qur’an. (Humas)   Berita ini, juga telah dimuat pada Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi Jum’at 1 Agustus 2019