Blog

Membuka Pintu Riset Global: UNIDSOE Perkuat Budaya Akademik Lewat Visiting Professor Internasional
Berita Utama

Membuka Pintu Riset Global: UNIDSOE Perkuat Budaya Akademik Lewat Visiting Professor Internasional

Universitas Dr. Soekardjo (UNIDSOE) terus menegaskan arah barunya sebagai perguruan tinggi yang menempatkan riset dan kolaborasi global sebagai fondasi utama pengembangan akademik. Memasuki awal tahun 2026, komitmen tersebut diwujudkan melalui Webinar Internasional “Development of Research Skills”, sebuah forum ilmiah yang mempertemukan akademisi lintas negara untuk berbagi pengalaman, strategi, dan peluang riset di tingkat global.

Webinar yang digelar pada Rabu (8/1) ini merupakan hasil kolaborasi UNIDSOE dengan Universiti Poly-Tech Malaysia (UPTM) dan Pandita Foundation, serta menjadi bagian dari program Visiting Professor Internasional. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan dirancang sebagai ruang belajar strategis bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana dalam menghadapi tantangan riset modern.

Baca Juga: Stikes Banyuwangi Jadi Kampus Terproduktif dan Pembinaan Terbaik di PKM Award 2025

Berbagai isu krusial yang kerap dihadapi akademisi dibahas secara komprehensif, mulai dari strategi publikasi di jurnal bereputasi internasional, peluang dan mekanisme hibah riset, hingga akses beasiswa magister dan doktoral di luar negeri. Topik-topik tersebut dinilai sangat relevan di tengah meningkatnya tuntutan kualitas riset dan internasionalisasi perguruan tinggi.

Pelaksanaan Visiting Proffesor Bersama UPTM dan Pandita Foundation
Pelaksanaan Visiting Proffesor Bersama UPTM dan Pandita Foundation secara Hybrid di Auditorium GBK Unidsoe, Kamis (8/1).

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, berpusat di Auditorium GBK UNIDSOE dan terhubung melalui platform Zoom Meeting. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran ratusan akademisi yang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri seperti Malaysia dan Afghanistan. Partisipasi lintas negara ini menjadi sinyal bahwa UNIDSOE mulai mengambil posisi sebagai simpul akademik yang terbuka dan inklusif dalam jejaring global.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kekuatan perguruan tinggi di era saat ini sangat ditentukan oleh kualitas riset dan publikasinya. Menurutnya, riset tidak boleh berhenti pada laporan atau jurnal semata, tetapi harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Riset perguruan tinggi harus berdampak, memiliki hilirisasi, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Di sinilah peran penting kolaborasi dan penguatan kapasitas dosen,” tegasnya.

Seminar Riset Global

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional dengan latar belakang akademik dan pengalaman riset yang kuat. Di antaranya Vice Chancellor UPTM, Prof. Dr. Sharifah Syahirah binti Sy Sheikh, Dr. Usman, Founder Pandita Foundation. Dari UNIDSOE, Ns. Akhmad Yanuar FP, M.Kep, serta Dr. Saifuddin, Dekan Fakultas di UPTM. Rektor UNIDSOE, Dr. Drs. H. Soekardjo, S.Kep., MM., MBA, menjelaskan bahwa forum internasional ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang UNIDSOE dalam membangun ekosistem akademik yang kuat, produktif, dan terbuka terhadap kolaborasi global.

“Riset dan publikasi bukan semata-mata soal reputasi kampus. Ini adalah kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan masyarakat. Melalui program visiting professor dan forum internasional seperti ini, UNIDSOE menunjukkan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga serius meneliti dan siap bersaing di level global,” pungkasnya.

*(humas)