Syekh Ali Jaber Beri Pengajian Akbar di GBK Stikes

Ratusan orang memadati Auditorium GBK Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Kamis (1/8) guna mengikuti pengajian akbar. Kegiatan yang bertema Raihlah Surga dengan Al-Qur’an ini dinarasumberi oleh Syekh Ali Jaber, seorang pendakwah dari Madinah. Selain dosen tetap, dosen tidak tetap, karyawan, yayasan Perwakesbida, Ikatan Keluarga Orang Tua Mahasiswa (IKOMA) dan mahasiswa, hadir pula segenap tamu undangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Banyuwangi, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Giri, Muhammadiyah, Al Irsyad, LDII, Kapolsek Giri, serta perwakilan dari SMA di Banyuwangi.
Kedatangan Syekh Ali Jaber ke kampus pencetak tenaga kesehatan itu merupakan serangkaian kegiatan roadshownya yang berjatuk “Ciptakan 1 Juta Penghafal Alqur’an di Indonesia”. Tidak hanya di Stikes, ia bersama timnya akan berkeliling Banyuwangi untuk berbagi ilmu tentang kiat-kiat mudah menghafal Alqur’an.
“Saya bersama tim yayasan Syekh Ali Jaber, memiliki program untuk mencetak satu juta penghafal Al-Quran di Indonesia. Caranya mudah, asalkan kita mau meniatkan diri,” ucap Syekh Ali Jaber saat memberikan materi.
Tidak hanya teori, pria yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) itu juga mempraktikan langsung bagaimana langkah mudah untuk dapat menghafal Al-Qur’an dalam waktu yang tidak lama, yaitu dengan cara mengangkat kitab suci tersebut sejajar mata, lalu mata cukup bergerak ke kanan dan ke kiri dengan posisi kepala tetap ditengah. Terpilihlah dua perwakilan dari peserta untuk melakukan metode yang telah disampaikan, satu peserta perempuan berasal dari mahasiswa Stikes, satu lainnya ialah laki-laki yang merupakan dosen tamu di Stikes.
“Bekerja layaknya mesin fotokopi, hanya mengikuti setiap hurufnya tanpa membaca dalam hati, ataupun menghafalkannya. Tutup mata, bayangkan setiap hurufnya, dan lantunkan apa yang terlihat,” imbuhnya
Ketua Stikes Banyuwangi, DR H Soekardjo mengaku senang bisa menjadi tuan rumah dari kehadiran imam besar kelahiran Madinah tersebut. Tema yang diangkat pun sangat memberikan ilmu manfaat. Menurutnya, terutama bagi kaum umat Islam Al-Qur’an merupakan patokan setiap manusia dalam menjalankan kehidupan. “Al-Qur’an ialah kitab suci kita umat Islam, ada 5M didalamnya yakni membaca, menulis, menghafal, memahami serta mengamalkan,” tutur Ketua Stikes.
Pengajian akbar ini selaras dengan program religi di kampus Stikes. Sivitas akademika yang muslim, dihimbau untuk melakukan membaca Al-Qur’an bersama 30 menit sebelum melakukan sholat duhur berjama’ah. “Kita juga ada program belajar ngaji bersama dan terjemahan bagi dosen dan karyawan, selain itu juga ada program beasiswa bagi mahasiswa yang hafidz Qur’an kelipatan 5 juz,” papar Soekardjo

Saya berharap, lanjutnya, hal ini dapat terus ditindak lanjuti. Sejatinya, semua yang dilakukan selama hidup tidak pernah lepas dari apa yang tertera pada Al-Qur’an. (Humas)
Berita ini, juga telah dimuat pada Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi Jum’at 1 Agustus 2019