Blog

Sebanyak 247 Mahasiswa Stikes Banyuwangi Dinyatakan Lulus
Berita Utama

Sebanyak 247 Mahasiswa Stikes Banyuwangi Dinyatakan Lulus

Sebanyak 247 mahasiswa Stikes Banyuwangi dinyatakan lulus melalui kegiatan yudisium. Mereka berasal dari Program Studi D3 Kebidanan, D3 Farmasi, S1 Keperawatan, Profesi Ners dan Profesi Bidan. Pelaksanaan yudisium berlangsung di Auditorium GBK Stikes Banyuwangi secara hybird atau online dan offline, pada Selasa (12/10/2021).

Perwakilan mahasiswa yang mengikuti secara offline atau luar jaringan (luring) telah dilakukan swab antigen dengan hasil negatif. Selama proses berlangsung, seluruh peserta, dewan senat dan tamu undangan seperti Ketua PERWAKES BIDA, H. Hariadji Sugito, SKM., MM  dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pembacaan SK Kelulusan Stikes Banyuwangi
Pembacaan surat keputusan kelulusan oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Ns. M. Al Amin, S.Kep., M.Kes

Rima Ambarwati, S.Kep, terpilih menjadi perwakilan peserta yudisium yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih. Dirinya merasa bersyukur, menjadi salah satu bagian dari peserta yudisium yang dinyatakan lulus.

“ Terimakasih untuk Stikes Banyuwangi, bapak/ibu dosen, karyawan serta rekan-rekan mahasiswa. Banyak dukungan yang telah diberikan kepada kami mulai dari ilmu bermanfaat, pengalaman berorganisasi hingga prestasi-prestasi yang pernah kita raih. Itu akan kami jadikan bekal, agar kami menjadi pribadi yang bermanfaat bagi almamater tercinta, nusa dan bangsa,” tuturnya.

DR. H. Soekardjo selaku Ketua Stikes Banyuwangi menerangkan, bahwa momen krusial dari hasil akhir sebuah pendidikan terletak pada yudisium. Mahasiswa yang namanya tercatat sebagai peserta yudisium merupakan mahasiswa yang telah dinyatakan lulus Ujian Kompetensi (UKOM) Nasional.

Mengacu pada aturan Pendidikan Tinggi, khususnya dibidang kesehatan bahwa sistem kelulusan mahasiswa ditentukan menggunakan indikator exit exam. Artinya, tahapan mahasiswa setelah menempuh pendidikan adalah melanjutkan ke jenjang profesi (bagi yang sarjana) kemudian mengikuti ukom, apabila hasilnya kompeten maka dapat melaksanakan yudisium dilanjutkan dengan wisuda, pelantikan serta pengambilan sumpah.

“Alhamdulillah, tahun ini Stikes Banyuwangi mencapai target kelulusan ukom yang luar biasa. Empat Prodi Stikes yakni D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, Profesi Ners dan Profesi Bidan meraih 100% kompeten,” ucap Soekardjo

Baca Juga: Lulusan Stikes Banyuwangi Raih Hasil Ukom 100 Persen Kompeten

Selain itu, lanjutnya, dengan kelulusan mahasiswa saat ini, ada hal yang juga perlu disyukuri. Akhirnya Kabupaten Banyuwangi memiliki 39 bidan profesional yang resmi menyandang gelar (Bd), bahkan mereka berasal dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Menyikapi hal ini, saya turut mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan Banyuwangi, organisasi profesi bidan atau IBI Banyuwangi atas kerjasama yang sudah terjalin serta dukungan yang diberikan, khususnya terkait ijin belajar bagi mahasiswa bidan di Stikes Banyuwangi,” imbuhnya

Dalam kesempatan yang berbahagia, Soekardjo juga mengumumkan capaian prestasi internasional yang hadir dari kalangan Dosen Stikes Banyuwangi. Berikut nama-nama dosen berprestasi tersebut pada tahun ini:

  • Ns. Akhmad Yanuar FP, M.Kep,
  • Desi Trianita, SST., M.Kes,
  • Leny Eka Tyas Wahyuni, SGZ., M.Si,
  • Ani Qomariyah, Ns.
  • Fransiska Erna Damayanti, M.Kep,
  • Ns. Badrul Munif, M.Kep, dan
  • Wahyu Adri W, MA

Daftar nama dosen di atas, dengan pencapaian prestasi yang diraih menerima hibah penelitian kerjasama dengan Bappeda Banyuwangi.

Dari topik yang diangkat mengenai “A Study on The Relationship Between Banyuwangi Goverment Policy MOS (Mall Orang Sehat) Mall of Health People with The Acceptance of The Covid-19 Vaccine in Indonesia – Implications for Vaccination Implementation Policies”, mereka menghasilkan luaran artikel yang diunggah dalam jurnal internasional Scopus Q3.

Hal ini masih jarang ditemui dari kalangan dosen di lingkungan Banyuwangi, khususnya dalam bidang kesehatan. Scopus Q3 itu sendiri ialah pemeringkatan jurnal bereputasi hingga internasional dengan pengaruh kurang besar dari 100 jurnal tersebut, yakni menduduki peringkat 51-100.

Baca Juga: Stikes Banyuwangi Kukuhkan 159 Tenaga Kesehatan Baru

“Saya ucapkan selamat untuk seluruhnya. Bukan hal yang mudah agar tulisan kita dapat menduduki kuartil tiga pada jurnal internasional. Semoga menjadi pecutan diri agar tetap semangat berkarya, serta memotivasi para dosen yang lainnya,” unkapnya. (Humas)

Berikut berlangsungnya kegiatan Yudisium yang didokumentasikan oleh SBTV:

Siaran Ulang Yudisium Stikes Banyuwangi Tahun 2021

Leave your thought here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Counter