Blog

Cara Manajemen Diri Selama Isolasi Mandiri Terbaik
Serba Serbi

Cara Manajemen Diri Selama Isolasi Mandiri Terbaik

Oleh: Andrik Hermanto*

Ns. Andrik Hermanto, M.Kep Staf Humas Stikes Banyuwangi
Staf Humas Stikes Banyuwangi, Ns. Andrik Hermanto, M.Kep

Menjalani isolasi mandiri menjadi sesuatu yang membosankan bagi sebagian orang. Pasalnya, seseorang yang mendapatkan hasil tes positif baik pada pemeriksaan swab antigen maupun swab PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan gejala ringan atau tanpa gejala disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Penanganan isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari untuk pasien yang tidak bergejala dan untuk pasien yang memiliki gejala ringan minimal melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan.

Pasien dengan positif covid-19 dapat melakukan isolasi mandiri disesuaikan dengan gejala yang dirasakan, untuk pasien tanpa gejala atau dengan gejala ringan-sedang dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di tempat isolasi mandiri yang telah disediakan oleh pemerintah setempat.

Sedangkan bagi pasien positif covid 19 dengan gejala berat atau dengan keluhan berat dapat melakukan isolasi di rumah sakit rujukan maupun di rumah sakit khusus covid 19.

Selama menjalani isolasi mandiri, pasien harus memperhatikan tanda-tanda gejala yang dapat memperburuk keadaan seperti adanya batuk, sakit tenggorokan, demam, diare, atau sesak napas. Selain memperhatikan tanda dan gejala tersebut, pasien juga harus memperhatikan gizi yang harus tercukupi selama di tempat isolasi mandiri.

Munculnya gejala anosmia atau gangguan indera penciuman pada pasien covid 19 biasanya juga disertai dengan dysgeusia atau gangguan indera pengecap yang dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan pada pasien covid 19. Oleh karena itu, untuk mengembalikan fungsi penciuman dan pengecap yaitu dengan meningkatkan imunitas dengan memperbanyak mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi serta mengkonsumsi vitamin.

Baca Juga: Gunakan Masker Ganda, Salah Satu Tips Cegah Covid 19

Meningkatkan imun untuk pasien covid 19 sangatlah penting, karena dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit. Isolasi mandiri yang lumayan lama juga bisa memicu timbulnya stres yang dapat berdampak pada penurunan imun itu sendiri. Stres dapat diakibatkan karena banyaknya faktor seperti rasa khawatir yang berlebihan terkait kondisi, perasaan cemas karena tidak bisa berkumpul bersama keluarga atau perasaan jenuh karena pengobatan yang sedang dijalani.

Dampak yang ditimbulkan karena stress dibagi menjadi dua yaitu aspek fisik dan psikologis. Pada aspek fisik dapat berdampak pada menurunnya kondisi seseorang, karena pada kondisi ini pasien akan merasakan sakit pada organ tubuhnya seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, mudah lelah, dan jantung berdebar.

Sedangkan pada aspek psikologis dapat berdampak terhadap kondisi mental seseorang seperti menjadi mudah marah, menurunnya daya ingat, merasa jenuh, produktivitas menurun dan mudah tersinggung. Selama menjalani isolasi mandiri, stres dapat dikurangi dengan cara yang mudah seperti mendengarkan musik, menonton film, atau melakukan aktivitas yang disukai.

Isolasi mandiri dapat menimbulkan berbagai masalah apabila seorang individu tidak bisa mengatasi masalah tersebut dengan baik.

Kegiatan Yang Dapat Dilakukan Menjalani Isolasi Mandiri

1.      Bangun Lebih Awal   

Mengawali pagi dengan beribadah lalu dilanjutkan dengan merapikan tempat tidur dan membersihkan ruangan menggunakan cairan desinfektan serta membuka jendela kamar untuk memperlancarkan sirkulasi udara dapat dilakukan sebelum menjalani kegiatan lainnya.

2.      Melakukan Aktifitas Fisik     

Berolahraga ringan atau melakukan senam selama 10-15 menit di pagi hari atau sore hari bisa membuat tubuh menjadi lebih segar dan bugar sehingga menjadikan diri lebih bersemangat. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan seperti melakukan peregangan, melakukan pekerjaan rumah dan lari-lari kecil.

Baca Juga: Tips Belajar Sehat Dirumah Selama Pandemi Covid 19

3.      Mengkonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi           

Mengkonsumsi makan sehat dan bergizi dapat meningkatkan sistem imun yang dapat mempercepat proses penyembuhan. Hilangnya sensasi pengecap atau dysgeusia juga dapat dirangsang dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Sedangkan hilangnya sensasi pembau atau anosmia juga dapat dirangsang dengan seringnya melatih indera pembau menggunakan minyak kayu putih, jeruk atau bubuk kopi.

4.      Berjemur atau Caring

Sinar matahari memiliki partikel UVB yang dapat menghasilkan vitamin D yang baik untuk tubuh sehingga juga dapat membuat tubuh menjadi segar dan bugar. Sebaiknya dilakukan selama 10 – 20 menit dan dilakukan mulai pukul 10.00 pagi sampai pukul 15.00 sore.

5.      Melakukan Pengecekan Kondisi Tubuh      

Saat sedang menjalani isolasi mandiri, pastikan untuk memperhatikan kondisi subuh dengan rajin melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermometer dan saturasi oksigen menggunakan oximeter. Nilai normal suhu tubuh yaitu 36,5-37,5 o C sedangkan untuk kadar saturasi oksigen yang baik yaitu diatas 95%.

6.      Konsultasi Telemedicine      

Melakukan konsultasi melalui telemedicine terkait kondisi yang dirasakan maupun pengobatan yang bisa didapatkan. Hal ini dapat membantu mengatasi gejala yang dirasakan oleh pasien covid 19, sehingga dapat diatasi secara dini. Apabila terdapat tanda dan gejala yang dapat memperparah kondisi, disarankan untuk menghubungi fasilitas pelayanan terdekat seperti Puskesmas maupun Rumah Sakit.

7.      Protokol Kesehatan Ketat

Meskipun isolasi mandiri di ruang terpisah dengan keluarga yang lain, protokol kesehatan selama menjalani isolasi mandiri harus tetap dijalankan seperti selalu menggunakan masker di dalam ruangan, rajin mencuci tangan dengan sabun, tidak berkumpul dengan keluarga maupun orang lain.

8.      Sugesti Positif

Hal ini dilakukan untuk memberikan pengaruh positif terhadap diri sendiri, sehingga dijauhkan dari perasaan negatif terkait kondisi yang dialami. Sugesti positif dapat dilakukan dengan menyebutkan kalimat sugesti yang dimantabkan dalam hati dan pikiran. Kalimat tersebut seperti:

  • 1). Saya yakin semuanya akan baik-baik saja dan saya lebih tenang hari ini,
  • 2). Saya yakin bisa menjalani cobaan yang telah diberikan Tuhan kepada saya,
  • 3). Saya percaya bahwa Tuhan masih menyayangi saya, sehingga saya ikhlas dan pasrah.

Kunci terpenting bagi pasien covid 19 yang menjalani isolasi mandiri yaitu dengan tetap melakukan kegiatan yang positif serta pikiran yang positif sehingga dapat mengurangi perasaan cemas dan khawatir terhadap kondisi yang dialami.

Baca Juga: Ketika Anak Terinfeksi COVID 19, Bolehkah Isolasi Mandiri?

Apabila pasien tidak mengalami kecemasan maupun stres, hal tersebut dapat membantu pasien untuk meningkatkan imunitasnya sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan. Selain memperhatikan poin tersebut, pasien dengan covid 19 juga harus memperhatikan pengobatan serta perilaku hidup sehat selama menjalani isolasi.  

Artikel ini juga telah dimuat di Koran Jawa Pos, Radar Banyuwangi – Rubrik Opini edisi Rabu 4 Agustus 2021

Manajemen Diri Selama Isolasi Mandiri Koran Jawa Pos, Radar Banyuwangi

Baiklah, itulah cara manajemen diri selama isolasi mandiri yang harus ditaati. Semoga artikel ini membantu serta memberikan manfaat. Sebelumnya kami juga memberikan Tips Aman Beraktivitas Di Luar Rumah Selama Pandemi yang wajib di baca supaya bisa terhindar dari paparan Virus Corona.

*) Staf Humas Stikes Banyuwangi

Leave your thought here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Counter