Blog

Ketika Anak Terinfeksi COVID 19, Bolehkah Isolasi Mandiri?
Serba Serbi

Ketika Anak Terinfeksi COVID 19, Bolehkah Isolasi Mandiri?

Oleh:
dr. Tio Aditya Djohar

dr. Tio Aditya Djohar, Dokter Klinik Stikes Banyuwangi
Dokter Klinik Stikes Banyuwangi, dr. Tio Aditya Djohar

Seluruh dunia tengah menghadapi krisis kesehatan global dan sosial ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat COVID-19. Sudah hampir 2 tahun Indonesia bergelut dengan COVID-19, dimana kasusnya terus mengalami peningkatan. Lonjakan COVID-19 yang saat ini terjadi di Indonesia tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bahkan, pasien covid anak di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Di Indonesia, kondisi kesehatan anak umumnya lebih buruk dibandingkan negara maju. Menurut satuan Tugas Penanganan Covid-19, angka pasien anak mencapai 12,83 persen atau 350 ribu lebih dari total sekitar 4 juta kasus positif.

Adapun gejala anak dengan infeksi covid-19 tidak jauh beda dengan orang dewasa meliputi demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, mual/muntah, diare, lemas dan sesak nafas. Karena pada bayi masih belum bisa menyampaikan keluhan yang dirasakan jadi diharapkan orang tua harus lebih peka dalam mengenali perubahan sikap atau perilaku si buah hati.

Bagi anak yang terinfeksi covid-19 namun tidak bergejala atau mungkin gejala ringan, anak tetap aktif dan bisa makan serta minum secara baik, maka dapat melakukan isolasi mandiri dirumah apabila lingkungan rumah/kamar memiliki ventilasi yang baik.

Baca Juga: Manajemen Diri Selama Isolasi Mandiri

Orang tua dapat tetap mengasuh anak yang positif covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan rajin mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan anak, Hal ini dilakukan agar dapat mengawasi dan memberikan dukungan psikologis pada anak ketika melakukan isolasi mandiri.

Alat yang perlu disediakan dirumah saat melakukan isolasi mandiri adalah termometer (pengukur suhu) dan oximeter (pengukur saturasi oksigen).

Ketika melakukan isolasi mandiri anak wajib diukur suhu tubuhnya 2x dalam satu hari pada pagi dan sore hari, pemeriksaan saturasi oksigen secara berkala, dan memantau laju nafas si anak.  Data yang didapat seperti suhu dan hasil saturasi oksigen wajib dicatat secara rutin untuk melihat dan memonitor perkembangan status anak apakah menunjukkan perbaikan atau perburukan kondisi.

Bayi yang terinfeksi covid-19 tetap wajib diberikan asi untuk memperkuat imunitas bayi. Anak yang berusia 2 tahun keatas dianjurkan menggunakan masker dan diajari cara pemakaian yang tepat. Masker tidak perlu digunakan saat tidur dan masker dapat dilepas jika anak berada di ruangan sendiri atau tidak sedang berkerumun dengan orang lain.

Selama isolasi mandiri dirumah anak harus dibiasakan untuk cuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin dengan benar, serta orang tua harus melakukan desinfeksi area rumah yang sering disentuh seperti gagang pintu, keran, toilet, meja, kursi, dan sakelar listrik.

Sampai saat ini belum ada obat khusus untuk anak yang terinfeksi covid-19. Obat yang bisa diberikan hanya berupa suplemen dan vitamin yang berguna untuk menambah imunitas. Namun beberapa obat sebaiknya tetap perlu disiapkan dirumah seperti obat demam, multiviamin, zink, dan vitamin D3.

Baca Juga: Tips Aman Beraktivitas Di Luar Rumah Selama Pandemi

Pada bayi usia kurang dari 6 bulan wajib dibawa kerumah sakit apabila terinfeksi covid karena pada bayi belum bisa batuk secara optimal dan untuk pengawasan yang lebih baik supaya mencegah kondisinya semakin buruk.

Demi penanganan yang tepat, orangtua dihimbau segera membawa anak kerumah sakit bila ada gejala seperti nafas anak terlihat cepat, ada cekungan di dada dan hidung kembang kempis, saturasi oksigen <95%, demam > 7 hari, kejang, tidak bisa makan dan minum, bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran.

Hal penting yang perlu diketahui oleh orang tua, yakni diharapkan tidak panik dan tetap tenang ketika mengetahui anak terinfeksi covid-19 lalu melakukan evaluasi dan penilaian kondisi awal si anak, atau periksakan ke dokter apabila merasa ragu. Sehingga orang tua dapat menentukan apakah dapat dilakukan isolasi mandiri atau harus mendapat perawatan lanjutan dirumah sakit.

*) Dosen Stikes Banyuwangi

Artikel ini juga dimuat di Koran Jawa Pos, Radar Banyuwangi Rubrik Opini Edisi 8 September 2021

Ketika Anak Terinfeksi COVID 19 di Koran Jawa Pos, Radar Banyuwangi

Leave your thought here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Counter