Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u6815507/public_html/wp-content/themes/atomlab/framework/class-aqua-resizer.php on line 129

Prodi D3 Farmasi Stikes Banyuwangi Ajari Kader Cerdas Gunakan Obat
Memperingati Diesnatalis ke 16 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Prodi D3 Farmasi bersinergi dengan mahasiswa dan Klinik Stikes Banyuwangi menggelar pengabdian kepada masyarakat (pengmas, red). Dengan mengambil tema “Gerakan Masyarakat Cerdas Gunakan Obat”, pengmas berlangsung selama dua hari di Auditorium GBK pada Jum’at – Sabtu (11-12/11).
Bentuk kegiatannya adalah penyuluhan informasi obat diabetes dan TBC, kegiatan mengkritisi iklan obat, edukasi DAGUSIBU, pemanfaatan apotek hidup, kegiatan PIO serta kunjungan ke rumah warga sekitar kampus untuk melakukan pengukuran tekanan darah, cek gula serta konsultasi gratis. Kegiatan yang menyasar kader posyandu dan PKK wilayah Kelurahan Penataban, Giri Banyuwangi tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.
Baca Juga: BEM dan Klinik Stikes Banyuwangi Bersinergi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Apt. Stephanie Devi Artemesia, M.Si, selaku ketua prodi D3 Farmasi menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan ini ialah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu/pkk.
“Harapannya adalah ketika para kader bertemu masyarakat, dapat menjadi, agen pemberi informasi dan contoh berperilaku terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat,” ucapnya

“Kita juga memberikan jamu segar siap minum kepada peserta, yang mana jamu tersebut ialah hasil produksi dari mahasiswa farmasi dibawah bimbingan dosen Bu Azmi. Dihari sabtu, kita melanjutkan kegiatan dengan bentuk pemeriksaan gratis berpusat disalah satu rumah warga diarea lingkungan Kelurahan Penataban,” imbuh Stephanie.
Baca Juga: Mahasiswa Keperawatan Gandeng Siswa SDN 1 Grogol Jaga Lingkungan Sungai
Kegiatan pengmas ini diapresiasi oleh DR. H. Soekardjo selaku Ketua Stikes Banyuwangi. Dirinya mengaku senang, bahwa prodi yang ada di Stikes dapat aktif berkolaborasi dengan Klinik Stikes Banyuwangi dalam melakukan beragam pengmas.
Adanya kegiatan ini memberikan dampak besar, tidak hanya sebagai promosi kampus dan klinik, melainkan juga memberikan arti bahwa keberadaan Stikes Banyuwangi dapat bermanfaat untuk masyrakat sekitar.
“Kedepan, kita masih akan terus kembangkan bahwa prodi farmasi tidak hanya berfokus pada pengobatan secara modern saja, namun juga mengusung pada pengobatan tradisional herbal,” tutur Soekardjo
Sementara itu, Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami, S.Sos., M.Si yang berkesempatan hadir mengaku senang dengan kegiatan yang digelar oleh prodi farmasi dan klinik Stikes Banyuwangi.
“Saya mewakili masyarakat Penataban mengucapkan terimakasih, kegiatan ini memberikan tambahan ilmu bagi masyarakat Penataban. Semoga sinergitas ini dapat terus berlangsung dengan baik” ungkapnya.
*(Humas)