Blog

Self Healing Melalui Komunikasi dengan Diri Sendiri
Serba Serbi

Self Healing Melalui Komunikasi dengan Diri Sendiri

Ns. Biji Bintang Habibitasari, S.Kep
Staf Humas, Ns. Biji Bintang Habibitasari, S.Kep

Oleh : Biji Bintang Habibitasari

Manusia dilahirkan tidak hanya hadir berupa raga atau fisik saja, ia diciptakan lengkap bersama jiwa yang mampu merasa. Selama hidup, manusia akan dihadapkan dengan beragam persoalan atau ujian yang tak melulu membuatnya bahagia. Akan ada momen dimana manusia akan merasa lelah, kecewa, sedih ataupun terluka. 

            Setiap permasalahan yang akan dihadapi oleh seseorang memiliki dampak berbeda-beda, tergantung bagaimana seseorang tersebut mampu mengelola koping dirinya. Bagi mereka yang memiliki mekanisme koping permasalahan yang buruk, apabila tertimpa sebuah masalah, khususnya yang dapat melukai fikiran atau hati atau batinnya, maka akan menimbulkan luka berkepanjangan dalam dirinya seperti luka hati, luka mental atau stres yang berkepanjangan.

            Dampak yang berkepanjangan apabila tidak segera ditangani akan memperberat luka itu sendiri, tidak hanya keseimbangan emosi saja yang muncul namun juga dapat memicu timbulnya penyakit fisik lainnya seperti pusing kepala, penurunan nafsu makan dan lainnya. Untuk itu, setiap permasalahan terutama yang berkaitan dengan luka batin atau mental alangkah baiknya segera diatasi. Salah satu cara yang dinilai efektif membantu menyembuhkan luka itu yakni dengan Self Healing.

Baca Juga: Manajemen Diri Selama Isolasi Mandiri

Apa itu Self Healing ?

            Self Healing adalah sebuah cara memulihkan luka diri yang dilakukan oleh orang itu sendiri. Self Healing juga dapat diartikan sebagai sistem pemulihan luka batin atau mental dari diri sendiri yang bertujuan untuk menciptakan fikiran positif terkait apa yang tengah terjadi dalam hidup seseorang.

Melalui self healing, seseorang dapat lebih mendalam mengenali pribadinya sendiri, sehingga akan muncul keyakinan dari diri sendiri yang dapat memotivasi atay mendorong mereka menuju kesembuhan. Bahkan, sebuah penelitian menerangkan bahwa sebenarnya setiap manusia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri melalui self healing dan presentasi keberhasilannya mencapai 18-75 persen. Lantas, upaya apa yang dapat dilakukan seseorang melalui self healing ?

Bagaimana cara melakukan Self Healing ?

            Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk melakukan self healing, namun salah satu terapi yang dapat dicoba dengan mudah adalah melalui komunikasi intrapersonal atau komunikasi dengan diri sendiri. Jika mengacu pada pengertian komunikasi itu sendiri, yaitu suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak  ke pihak lain, maka komunikasi intrapersonal mengacu pada komunikasi dalam diri seseorang.

            Komunikasi intrapersonal atau komunikasi dengan diri sendiri merupakan bentuk dari komunikasi yang paling murni dan dasar yang menggunakan bahasa atau fikiran yang terjadi didalam individu itu sendiri dengan suatu subyek yang tidak tampak (misalnya Tuhan). Contoh pelaksanaan komunikasi intrapersonal di kehidupan sehari-hari adalah berdoa, bersyukur, introspeksi diri serta berimajinasi secara kreatif.

Hubungan Self Healing dengan Komunikasi Intrapersonal ?

            Jika ditarik garis lurus dengan self healing sebagai upaya menyembuhkan luka batin atau luka mental, maka melalui komunikasi dengan diri sendiri ini dapat membantu seseorang lebih memahami dirinya sendiri, megevaluasi apa yang telah dilakukannya atau peristiwa apa yang telah dialaminya, sehingga seseorang tersebut akan lebih mudah menerima luka itu. Setelah itu, dirinya juga akan merasa lebih bisa untuk bersabar dan mencoba untuk berdamai dengan keadaannya.

            Seseorang dapat berdialog dengan dirinya sendiri, mengarah kepada menciptakan fikirian positif dalam dirinya terhadap permasalahan yang dihadapi. Namun dalam batas kesadaran yang baik, artinya seseorang tersebut melakukan komunikasi dengan dirinya sendiri diimbangi dengan tindakan yang aman dan wajar, bukan seperti gambaran seseorang yang tengah memiliki gangguan kejiwaan (halusinasi misalnya).

Baca Juga: Jangan Stres, Kuatkan Iman dan Imun Agar Tetap Aman

Terbentuknya proses komunikasi dengan diri sendiri berasal dari munculnya sebuah presepsi yang dihasilkan dari rangsangan yang diterima oleh panca indra, lalu di stimulus oleh otak, kemudian otak akan memberikan perintah kepada tubuh.

            Apabila persepsi yang dihasilkan seseorang terhadap permasalahan yang dihadapinya adalah fikirian yang positif, maka stimulus yang dihasilkan akan ikut positif dan otak akan memberikan perintah sesuatu yang baik. Misalkan, seseorang mampu mempersepsikan luka yang dirasa sebagai tanda bahwa ini adalah ujian hidupnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, atau persepsi bahwa luka yang dirasakan adalah akibat dari kesalahannya sendiri, dan ketika diri sendiri juga dapat menerima atau mengakui persepsi tersebut, maka stimulus yang dihasilkan akan mengikuti penerimaan dan pengakuan tersebut.

Hasil akhirnya adalah, otak akan memberikan keyakinan pada diri sendiri, bahwa apa yang dialaminya adalah bentuk Tuhan menyayanginya, atau misalkan dirinya harus berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Dampaknya, luka yang dirasakan tidak akan berlarut lama, seseorang dapat berdamai dengan dirinya sendiri serta terhindar dari stress berkepanjangan atau penyakit fisik.

            Apapun bentuk komunikasi intrapersonal yang dilakukan, entah itu melalui aktifitas mendekatkan diri pada Tuhan, bercerita dengan diri sendiri melalui tulisan, hal tersebut dapat menjadi self healing seseorang. Maka ciptakan self healing terbaikmu agar hidupmu lebih damai dan sejahtera. Apalagi di era pandemi Covid 19 seperti saat ini, tak sedikit orang yang mendapatkan masalah dengan beragam penyebab. Banyak dari mereka berujung stress atau depresi, dimana dua hal tersebut sangat mempengaruhi imun tubuh. Padahal, kondisi saat ini setiap manusia dituntut untuk selalu menguatkan imun.

            Untuk itu, cobalah berkomunikasi dengan diri sendiri agar lebih menguatkan spiritual atau keimanan. Melalui keyakinan yang baik dan fikirian yang positif akan menjadi self healing dari setiap luka batin atau mental yang dihadapi.

Artikel ini juga telah dimuat di Koran Jawa Pos, Radar Banyuwangi – Rubrik Opini 1 September 2021

Self Healing Melalui Komunikasi dengan Diri Sendiri Koran Jawa Pos, Radar Banyuwangi

*) Staf Humas Stikes Banyuwangi

Leave your thought here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Counter