Blog

Mengenal Diet PLADO, Cara Baru Mengendalikan Gagal Ginjal Kronis
Info Kesehatan

Mengenal Diet PLADO, Cara Baru Mengendalikan Gagal Ginjal Kronis

Oleh : Alfian Abdul Rajab, S.Tr.Gz., M.Gz*

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang ada dalam tubuh manusia. Selain berfungsi untuk pembuangan atau ekskresi, ginjal juga berperan dalam mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh. Apabila fungsinya terganggu maka akan berdampak pada permasalahan kesehatan dan mengganggu fungsi organ yang lainnya.

Salah satu penyakit ginjal yang masih menjadi perhatian yaitu gagal ginjal kronis, karena memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit dan waktu yang sangat lama. Penderita gagal ginjal kronis di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan diperkirakan meningkat sampai 10% setiap tahun.

Terapi yang diberikan untuk penederita gagal ginjal kronis yaitu secara farmakologis melalui pemberian obat-obatan. Selain itu ada terapi non farmakologis yakni melalui pemenuhan asupan gizi untuk membantu mempercepat pemulihan dan mencegah semakin parah kondisi ginjal kronis.

Salah satu diet yang sedang naik daun atau banyak dibicarakan saat ini yaitu diet PLADO, dan beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan efeknya dalam pengendalian gangguan fungsi ginjal dan sangat menarik untuk dibahas serta menimbalkan pertanyaan “Seperti apa diet PLADO tersebut sebenarnya?”.

Baca Juga: AWAS! Bayi Juga Bisa Sakit Jantung

Penjelasan Diet PLADO

Asupan protein merupakan salah satu aspek yang penting dalam penentuan diet pada pasien gagal ginjal dimana masih terdapat kontroversi terkait penentuan jumlah dan jenis protein yang sesuai pada penderita gagal ginjal. Diet PLADO atau plant-dominant low-protein diet” merupakan diet yang berfokus pada pemberian makanan rendah protein dan dominasi makanan yang berasal dari nabati atau tumbuh-tumbuhan.

Cara Diet PLADO

Protein yang diberikan yaitu berkisar anatar 0.6-0.8 g/KgBB/Hari dengan asumsi berat badan ideal dan komposisi makanannya yaitu > 50% merupakan bersumber dari tumbuh-tumbuhan dan diberikan pada pasien non-dialisis.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pemberian protein 0.6-0.8 g/KgBB/Hari terbukti memiliki dampak yang baik pada pasien gagal ginjal kronis dimana dapat menurunkan tekanan intra-glomerular dan jika diet tersebut dilakukan secara konsisten maka efek yang ditimbulkan akan bertahan lama yang dimana sudah dibuktikan dengan pada hewan coba maupun manusia.

Pembandingan pemberian protein rendah dan tinggi juga pernah diteliti dan menujukkan diet rendah protein dapat menurunkan risiko gangal ginjal stadium akhir, serum bicarbonate lebih tinggi, serum fosfor lebih rendah, azotemia lebih sedikit dan tentunya terkait angka kematian yang lebih rendah. Pasien ginjal dengan komplikasi diabetes sangat dianjurkan untuk menghindari asupan protein > 1 g/kgBB/hari karena dapat menyebakan risiko hiperfiltrasi lebih tinggi.

Baca Juga: Molnupiravir : Bermula dari Antivirus untuk Flu menjadi Antivirus Covid-19

Pada diet PLADO juga direkomendasikan untuk mengkonsumsi >50% makanan bersumber dari tanaman. Alasan hal tersebut karena konsumsi makanan yang berbahan daging atau hewani dalam jumlah besar secara konsisten terbukti dapat mempengaruhi dan menyebabkan kerusakan pada histologis ginjal, peningkatan volume ginjal dan glomerulus sampai 60-70%, terjadi peningkatan fibrosis sampai 55% dan peningkatan glomerulosklerosis sampai 30%.

Konsumsi daging juga dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis lebih tinggi sedangkan konsumsi buah dan sayur memiliki efek protektif atau melindungi ginjal serta memperlambat perkembangan gagal ginjal kronis. Beberapa makanan yang dianjurkan yaitu seperti kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak sedangkan yang dibatasi yaitu daging merah dan daging olahan.

Cara melakukan diet PLADO yaitu sebenernya sangat sederhana seperti mengurangi asupan garam <3 g/hari, makan makanan kaya serat setidaknya 25-30 g/hari yang dimana dapat diperoleh dari sayuran dan buah, asupan energi sehari 30-35 Cal/kg/hari dengan berat badan merupakan berat badan ideal.

Diet PLADO dapat menjadi salah satu cara dalam pengendalian gagal ginjal yang masih sedikit orang kenal, namun dengan berbagai bukti penelitian dan pengamatan langsung terhadap pasien diet ini layak untuk dicoba mulai diterapkan bagi pasien gagal ginjal khususnya yang non-dialisis.

Sebelum memulai diet PLADO tidak ada salahnya berkosultasi dengan dokter maupun ahli gizi untuk memastikan kamu benar-benar aman dan bisa menerapkan diet ini. Semoga sehat selalu!.

*) Dosen S1 Gizi Stikes Banyuwangi

Counter